Bupati Rudy Dinilai Islami Dan Rendah Diri

oleh -49 Dilihat
banner 468x60

Bogor, Pelita Baru

Ada penarik dalam peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang berlangsung di Masjid Nurul Wathon, kawasan Pakansari, Cibinong pada Sabtu malam (24/1/2026). Bukan soal hadirnya Ustadz Abdul Somad (UAS) atau meriahnya acara yang dihadiri ribuan warga ini, tapi soal sikap Bupati Rudy Susmanto.

banner 336x280

Melalui kegiatan ini, Bupati Rudy kian menguatkan sosoknya yang sangat peduli terhadap perkembangan umat muslim di Kabupaten Bogor yang dimaksudkan agar pembangunan mental dan moral masyarakat Kabupaten Bogor dapat berkembang dengan baik sesuai alurnya.

Bahkan, Bupati Rudy juga telah memberikan bantuan sebesar Rp100 juta kepada masjid besar di 40 Kecamatan untuk menunjang kelancaran dalam beribadah masyarakat Kabupaten Bogor dan mengelolaan masjidnya bisa berjalan dengan baik.

Kembali pada acara Isra Mi’raj, orang nomor satu di Bumi Tegar Beriman itu terlihat berbeda dengan sebelumnya yang selalu tampil gagah, tegas dan penuh karisma. Bupati Rudy justru hadir dengan sikap sangat islami bak seorang santri yang menghormati sosok gurunya.

Buktinya, setiap berkesempatan berbarengan dengan UAS, politisi Partai Gerindra ini, terlihat selalu merendahkan diri dengan membungkukan badannya sebagai tanda hormat seorang murid kepada guru.

Bahkan, sebelum acara, Rudy yang menjamu UAS di Pendopo Bupati, Rudy terlihat begitu sopan menunjuk dengan jempol tangannya saat menjelaskan soal sebuah gambar yang terpampang di ruangannya tersebut.

Padahal, saat itu, Bupati sebagai seorang pemimpin wilayah, didampingi sejumlah kepala Forkopimda seperti Kapolres, Dandim dan sejumlah tokoh lainnya. Namun Rudy tak bergeming. Ia tetap menunjukan rasa hormat terhadap UAS.

Sikap ini kian kentara setelah UAS selesai memberikan tausiahnya, Rudy begitu sigap mendatangi sang penceramah kondang itu sambal menundukan badan. Tak hanya bersalaman, tapi Rudy yang notabene seorang Bupati ini, juga berinsiatif untuk mencium tangan sang ustadz. Sebuah sikap yang tentunya jarang diperlihatkan para pemimpin daerah lainnya di Indonesia.

Menurut Rudy, kehadiran para ulama di Kabupaten Bogor merupakan bagian penting dalam membangun daerah, tidak hanya dari sisi fisik, tetapi juga dari sisi spiritual dan sumber daya manusia.

“Pembangunan Kabupaten Bogor tidak hanya soal infrastruktur jalan, pendidikan, dan kesehatan, tetapi juga pembangunan non-fisik, yakni membangun karakter dan keimanan masyarakat. Inilah roh dari pembangunan itu sendiri,” tegasnya.

Lebih lanjut, Bupati Rudy juga menyampaikan, bahwa Tabligh Akbar ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kebersamaan dan doa bersama, terlebih menjelang datangnya bulan suci Ramadan.

Ia menekankan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya menjadi peringatan hari besar keagamaan, tetapi juga sarana silaturahmi antara pemerintah daerah dan masyarakat.

“Malam hari ini kita melaksanakan doa bersama memperingati Isra Mi’raj, sekaligus menyongsong bulan suci Ramadan. Kita berdoa bersama agar Kabupaten Bogor dan wilayah lain di Indonesia senantiasa dilindungi, dijauhkan dari bencana besar, dan masyarakat kita selalu diberikan keselamatan,” ujar Rudy Susmanto.

Pada kesempatan ini, Bupati Rudy juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Bogor terus mendorong pengembangan kawasan Masjid Nurul Wathon sebagai Pusat Layanan Haji dan Umrah.

Saat ini pembangunan masih berfokus pada masjid, dan pada tahun ini direncanakan akan dilanjutkan dengan pembangunan Hotel atau Asrama Haji sebagai bagian dari layanan terpadu. (don)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *