Bupati Rudy Ciptakan 35 Ribu Pekerja Warganya

oleh
banner 468x60

Bogor, Pelita Baru

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiatori Presiden Prabowo Subianto benar-benar memberikan dampak ekonomi bagi warga Kabupaten Bogor. Buktinya, dari implementasi gerakan strategis nasional itu, Bupati Rudy Susmanto berhasil menciptakan 35 ribu pekerjaan bagi warganya.

banner 336x280

Hal ini tak lepas dari efek domino pendirian dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di sejumlah wilayah di Bumi Tegar Beriman. Dimana, dengan target 700 dapur SPPG, estimasi satu dapur mempekerjakan 45 hingga 50 orang, sehingga potensi serapan tenaga kerja bisa mencapai sekitar 35 ribu orang.

“Program ini adalah gerakan besar negara untuk membangun kualitas SDM sekaligus menggerakkan ekonomi rakyat,” ujar Rudy saat meresmikan Dapur SPPG ke-9 milik Polres Bogor di Kecamatan Cibungbulang, Selasa (3/3/2026).

Hebatnya lagi, angka serapan kerja bagi warga Kabupaten Bogor dipastikan bisa bertambah. Sebab, program MBG ini juga sukses mendorong tumbuhnya usaha turunan seperti pengelolaan limbah makanan menjadi budidaya maggot oleh Karang Taruna, hingga penguatan ketahanan pangan berbasis lokal melalui program Lembur Hejo dan greenhouse sayuran.

“Artinya perputaran ekonomi berjalan. Masyarakat bekerja. Anggaran yang digelontorkan besar dan berputar langsung di daerah,” jelasnya.

Ia pun berharap agar seluruh masyarakat bisa mensuport program MBG yang digagas oleh pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto ini. “Program yang baik mari kita dukung bersama, kita kawal bersama, dan kita sampaikan hal-hal positif kepada masyarakat luas,” katanya.

Sementara itu, Kapolres Bogor Wikha Ardilestanto apresiasi atas dukungan Pemerintah Kabupaten Bogor. Ia menjelaskan, mayoritas lahan yang digunakan untuk SPPG merupakan aset Pemkab Bogor yang dipinjampakaikan untuk mendukung program nasional tersebut.

“Saat ini Polres Bogor memiliki 12 dapur SPPG, dan enam di antaranya ditargetkan sudah beroperasi pekan depan. Kita awali dari SPPG Cibungbulang yang hari ini kita launching dan insyaallah mulai besok sudah dapat beroperasi,” ujarnya.

Sekedar informasi, Program SPPG di Kabupaten Bogor lebih dari sekadar pemberian makanan bergizi. Program ini juga berfungsi sebagai pendorong ekonomi melalui rantai pasok lokal.

Pemerintah Kabupaten Bogor menjadikan SPPG sebagai platform untuk memberdayakan petani dan pengusaha lokal dalam menyediakan bahan pangan untuk masyarakat. Dengan memprioritaskan produk lokal, sektor pertanian Kabupaten Bogor berpeluang untuk berkembang lebih pesat.

Pemberdayaan ini juga mencakup sektor ekonomi kreatif lainnya yang berhubungan langsung dengan pengelolaan makanan dan distribusi, sehingga tidak hanya petani yang mendapatkan manfaatnya, tetapi juga pelaku usaha kecil dan menengah yang terlibat dalam program ini.

Diharapkan melalui program ini, ekonomi lokal dapat tumbuh secara berkelanjutan, yang pada gilirannya akan membawa dampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bogor.

Untuk memastikan keberhasilan program SPPG ini, Pemkab Bogor bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk TNI, Polri, dan DPRD. Kolaborasi antar instansi ini dimaksudkan untuk melakukan pengawasan secara berkala terhadap operasional SPPG, khususnya pasca-Hari Raya Idul Fitri saat aktivitas belajar mengajar kembali normal.

Pemantauan yang intensif akan dilakukan untuk memastikan bahwa seluruh dapur SPPG beroperasi dengan standar yang telah ditetapkan.

Bupati Rudy juga menjelaskan bahwa jika ditemukan kendala dalam operasional dapur, maka Pemkab akan segera melakukan kolaborasi dengan dapur percontohan untuk memastikan kualitas dan standar pelayanan tetap sama di seluruh dapur SPPG. Ini menunjukkan komitmen Pemkab Bogor dalam memastikan keberhasilan program secara merata. (duan/*)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *