Jakarta, pelitabaru.com – Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (ASPIKOM) Koordinator Wilayah Jabodetabek kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat internasionalisasi pendidikan tinggi komunikasi melalui penyelenggaraan kegiatan MoU/MoA Signing and Panel Discussion bertajuk International Research Partnerships and Grant Opportunities in Communication Studies yang berlangsung di Universitas Esa Unggul, Jakarta.
Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi ASPIKOM Jabodetabek dan berbagai program studi Ilmu Komunikasi di wilayah Jabodetabek untuk memperluas jejaring akademik internasional melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU/MoA) dengan Mapúa Malayan Colleges Laguna (MMCL), Filipina.
Kerja sama ini diharapkan membuka peluang kolaborasi riset internasional, pengembangan publikasi ilmiah bereputasi global, pertukaran akademik dosen dan mahasiswa, pengembangan kurikulum berstandar internasional, serta akses terhadap berbagai program hibah penelitian yang mendukung peningkatan kualitas pendidikan tinggi komunikasi di Indonesia.
Acara diawali dengan sambutan Ketua ASPIKOM Korwil Jabodetabek, Dr. Erna Febriani, S.Si., M.Si., yang menegaskan pentingnya kolaborasi lintas negara dalam meningkatkan daya saing akademik perguruan tinggi komunikasi Indonesia.
Menurutnya, penguatan jejaring internasional tidak hanya menjadi kebutuhan institusional, tetapi juga menjadi strategi penting dalam meningkatkan kualitas riset, publikasi, dan kontribusi keilmuan komunikasi di tingkat global.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, peserta juga mengikuti panel diskusi yang menghadirkan Prof. James Ronald Mesina dari External Linkages, Internationalization and Transnational Education (ELITE), Mapúa Malayan Colleges Laguna, Filipina, serta Dr. Nia Sarinastiti, M.A., Dewan Pakar ASPIKOM Korwil Jabodetabek. Diskusi dimoderatori oleh Muh. Ruslan Ramli, S.Sos., M.Si., Ph.D., Ketua Program Studi Magister Ilmu Komunikasi Universitas Esa Unggul.
Dalam paparannya, Prof. James Ronald Mesina menjelaskan berbagai peluang kemitraan riset internasional, program mobilitas akademik, serta akses terhadap pendanaan penelitian yang dapat dimanfaatkan oleh dosen dan peneliti bidang komunikasi. Sementara itu, Dr. Nia Sarinastiti menyoroti pentingnya kesiapan institusi dalam membangun budaya riset kolaboratif serta strategi peningkatan publikasi pada jurnal internasional bereputasi.
Penandatanganan MoU/MoA ini melibatkan 22 Program Studi Ilmu Komunikasi dari 21 perguruan tinggi anggota ASPIKOM Jabodetabek, yang secara bersama-sama menyatakan komitmennya untuk memperkuat kolaborasi internasional di bidang pendidikan, penelitian, publikasi ilmiah, dan pengabdian kepada masyarakat.
Langkah ini menjadi salah satu upaya konkret dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi komunikasi yang semakin terbuka, kolaboratif, dan berdaya saing global.
Ketua ASPIKOM Korwil Jabodetabek, Dr. Erna Febriani, S.Si., M.Si., menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan implementasi nyata dari strategi 4C’s Framework yang menjadi landasan kepengurusan ASPIKOM Jabodetabek periode 2025–2029, yaitu Communication, Commitment, Collaboration, dan Contribution.
Menurutnya, melalui kemitraan internasional ini ASPIKOM Jabodetabek berupaya membangun komunikasi yang lebih luas dengan mitra global (Communication), memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi komunikasi (Commitment), memperluas kolaborasi riset dan publikasi lintas negara (Collaboration), serta menghadirkan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu komunikasi dan peningkatan kualitas program studi anggota (Contribution).
“Kerja sama dengan Mapúa Malayan Colleges Laguna merupakan langkah strategis dalam mewujudkan visi ASPIKOM Jabodetabek sebagai asosiasi pendidikan tinggi komunikasi yang membangun komunikasi strategis, kolaborasi, kontribusi, dan dampak nyata bagi para pemangku kepentingan. Kami berharap kemitraan ini membuka lebih banyak peluang penelitian bersama, publikasi internasional, pertukaran akademik, pengembangan kurikulum berstandar internasional, serta akses terhadap berbagai skema hibah penelitian global yang dapat dimanfaatkan oleh dosen dan mahasiswa,” ujar Dr. Erna Febriani.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa keterlibatan 22 Program Studi Ilmu Komunikasi dari 21 perguruan tinggi anggota ASPIKOM Jabodetabek dalam penandatanganan kerja sama ini menunjukkan kesiapan komunitas akademik komunikasi di wilayah Jabodetabek untuk bergerak menuju ekosistem pendidikan tinggi yang lebih global, kolaboratif, dan berdampak.
Kerja sama ini juga sejalan dengan visi ASPIKOM Korwil Jabodetabek 2025–2029, yaitu menjadi asosiasi pendidikan tinggi ilmu komunikasi yang berkomitmen membangun ilmu komunikasi strategis, kolaborasi, kontribusi, dan dampak nyata bagi para pemangku kepentingan. Melalui sinergi dengan MMCL dan berbagai mitra internasional lainnya, ASPIKOM Jabodetabek berharap dapat memperkuat kapasitas institusi anggotanya dalam menghasilkan riset berkualitas, meningkatkan reputasi akademik global, serta mendorong lahirnya inovasi pendidikan dan penelitian yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan industri.
Melalui kemitraan ini, ASPIKOM Jabodetabek menunjukkan bahwa asosiasi dan perguruan tinggi anggotanya siap menjadi bagian dari komunitas akademik global yang menghasilkan riset berkualitas, membangun kolaborasi lintas negara, serta menghadirkan inovasi pendidikan komunikasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat, industri, dan perkembangan ilmu pengetahuan di tingkat internasional.(adi/*)












