Bogor, pelitabaru.com – Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Cemara yang berlokasi di Kelurahan Bondongan, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, menyelenggarakan pelatihan public speaking bagi warga belajar. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kemampuan komunikasi sekaligus membekali peserta dengan keterampilan berbicara di depan umum yang semakin dibutuhkan di berbagai bidang kehidupan.
Pelatihan tersebut dirancang untuk memberikan pemahaman dan keterampilan dasar dalam menyampaikan informasi secara efektif, terstruktur, dan meyakinkan. Melalui kegiatan ini, peserta didorong untuk tampil lebih percaya diri saat berbicara di hadapan audiens serta mampu menyampaikan gagasan dengan baik.
Selama pelatihan berlangsung, warga belajar memperoleh materi mengenai teknik penyusunan dan penyampaian pesan yang jelas, cara membangun kepercayaan diri saat berbicara di depan umum, serta strategi komunikasi yang mampu menginspirasi dan memengaruhi audiens secara positif. Peserta juga diperkenalkan pada pentingnya melakukan riset materi serta menerapkan teknik persuasi dalam setiap presentasi.
Narasumber Public Speaking, Rachdian Chandra Permana, menjelaskan bahwa kemampuan public speaking saat ini menjadi salah satu kompetensi yang sangat dibutuhkan dalam dunia kerja maupun kehidupan sosial. Oleh karena itu, PKBM Cemara berkomitmen menghadirkan program pembelajaran yang relevan dengan perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat.
“Melalui pelatihan ini, kami berharap warga belajar dapat meningkatkan kemampuan berkomunikasi, memperluas peluang kerja, serta memiliki kepercayaan diri yang lebih baik dalam menyampaikan ide dan gagasan di berbagai kesempatan,” ujarnya.
Selain memberikan pemahaman mengenai teknik berbicara di depan umum, pelatihan ini juga memperkenalkan berbagai profesi yang membutuhkan kemampuan komunikasi yang baik. Beberapa di antaranya adalah pembawa acara (master of ceremony), presenter, penyiar radio, news anchor, pelatih (trainer), motivator, praktisi hubungan masyarakat (public relations), moderator, reporter, penerjemah lisan (interpreter), hingga profesi di bidang pemasaran dan promosi.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Mereka aktif mengikuti sesi pemaparan materi, praktik berbicara di depan kelas, serta simulasi berbagai situasi komunikasi yang sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia kerja.
Melalui pelatihan ini, PKBM Cemara berharap warga belajar dapat terus mengembangkan potensi diri serta memiliki keterampilan komunikasi yang bermanfaat untuk mendukung pendidikan, karier, dan peran mereka di tengah masyarakat.
Pelatihan public speaking tersebut merupakan salah satu bentuk komitmen PKBM Cemara dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan nonformal yang adaptif terhadap perkembangan zaman dan kebutuhan dunia kerja.
Sementara Kepala PKBM Cemara, Aditya Tri wahyudi, mengatakan bahwa kemampuan berbicara di depan umum merupakan keterampilan penting yang hampir dibutuhkan di semua profesi.
“Public speaking bukan sekadar berbicara di hadapan banyak orang, tetapi juga tentang bagaimana menyampaikan pesan secara jelas, percaya diri, dan mampu memberikan pengaruh positif kepada audiens. Melalui pelatihan ini, kami ingin warga belajar memiliki keberanian untuk menyampaikan ide, pendapat, dan potensi yang mereka miliki,” kata Aditya.
Aditya, menambahkan bahwa pelatihan keterampilan seperti public speaking merupakan bagian dari upaya lembaga dalam mempersiapkan warga belajar menghadapi tantangan dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat.
“Kami berkomitmen menghadirkan program-program yang tidak hanya berfokus pada pengetahuan akademik, tetapi juga keterampilan praktis yang dibutuhkan masyarakat. Public speaking merupakan salah satu kompetensi penting yang dapat membuka lebih banyak peluang bagi warga belajar, baik dalam dunia kerja, usaha, maupun kehidupan sosial,” ujar Aditya Tri Wahyudi.
Ia berharap pelatihan tersebut dapat menjadi bekal berharga bagi para peserta untuk meningkatkan rasa percaya diri, kemampuan komunikasi, serta daya saing dalam menghadapi berbagai peluang dan tantangan di masa depan. (Zie)












