Bekasi, pelitabaru.com – Wiwiek Hargono kembali menerima amanah memimpin Ketua Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kota Bekasi, masa bakti 2026 hingga 2031. Kepemimpinan Wiwiek Hargono sebagai Ketua KORMI Kota Bekasi, setelah dilantik Ketua KORMI Provinsi Jawa Barat, Denda Alamsyah, Minggu (26/7/26).
Usai dilantik sebagai Ketua KORMI, Kota Bekasi, Wiwiek Hargono kepada Pelitabaru.com menegaskan, KORMI tetap konsisten memasyarakatkan olahraga, agar masyarakat Kota Bekasi gemar berolahraga.
“Semakin banyak kesadaran masyarakat Kota Bekasi berolahraga, masyarakat akan semakin sehat. Sehingga tujuan akhirnya, bagaimana Indonesia bugar yang dimulai dari Kota Bekasi,” jelasnya.
Menurut Wiwiek Hargono, usai pelantikan ini kami langsung melakukan sosialisasi di 12 (duabelas) kecamatan dan 56 (lima puluh enam) kelurahan yang ada di Kota Bekasi.
“Kita akan perbaiki data-data dan memotivasi inorga-inorga yang kemarin mungkin sempat kendor, karena pergantian ketua yang masih terjadi masa-masa internal mereka. Kami perbaiki lagi performance kinerjanya, agar lebih maju,” katanya.
Saat ini Induk Organisasi Olahraga (INORGA) di Kota Bekasi yang sudah masuk ke KORMI, ada 46 anggota. Bahkan, ada lagi yang mendaftar 2 (dua) anggota baru. Selanjutnya, kita akan evaluasi yang menjadi anggota kita itu.
Sementara itu menghadapi Pekan Olah Raga Provinsi (Porprov) Jabar XV Nopember 2026 mendatang. Wiwiek memastikan KORMI Kota Bekasi , akan memberikan kontribuasi terbaik pada ajang Porprov tersebut.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa Kormi bukan organisasi yang berorientasi pada olahraga prestasi semata, melainkan mengedepankan pembudayaan olahraga, agar masyarakat semakin aktif dan bugar.
Sementara itu Ketua DPRD Kota Bekasi, Sardi Efendi dalam sambutannya pada pelantikan Ketua KORMI Kota Bekasi mengatakan, komitmennya untuk terus mendukung pengembangan olahraga prestasi maupun olahraga masyarakat, sebagai bagian upaya mewujudkan Kota Bekasi sebagai Sport City.
Menurut Sardi, pembangunan sektor olahraga tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang dalam meningkatkan kualitas kesehatan dan produktivitas masyarakat.
“Keberadaan KORMI dan KONI memiliki peran strategis yang saling melengkapi dalam membangun ekosistem olahraga di Kota Bekasi. Jika KONI fokus pembinaan atlet dan peningkatan prestasi olahraga, sedang KORMI memiliki peran penting dalam membudayakan olahraga di tengah masyarakat,” katanya.
Pada kesempatan itu Sardi juga mengusulkan, agar KORMI rutin menghadirkan berbagai kegiatan olahraga rekreasi di ruang-ruang publik, maupun agenda mingguan pemerintah daerah.
Dengan demikian, masyarakat akan semakin mengenal beragam jenis olahraga, sekaligus terdorong untuk menjadikan aktivitas fisik sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari.
Meningkatnya budaya olahraga akan berdampak langsung terhadap meningkatnya indeks kesehatan masyarakat dan menurunnya angka penderita penyakit. Kondisi tersebut pada akhirnya dapat mengurangi beban pembiayaan kesehatan yang selama ini lebih banyak terserap pada layanan kuratif.
“Kalau masyarakat semakin sehat, beban pembiayaan pelayanan kesehatan yang bersifat kuratif bisa ditekan. Ini merupakan investasi jangka panjang bagi pembangunan Kota Bekasi,” tegas Sardi. (ans)












