Prabowo: Terima Kasih Atas Kritik dan Koreksi

oleh
banner 468x60

Jakarta, Pelita Baru

Presiden Prabowo Subianto mengatakan bahwa bangsa yang besar dan memilih jalan demokrasi harus terbuka terhadap kritik dan koreksi. Kritik, saran, maupun pandangan yang berbeda, menurut Kepala Negara, merupakan bagian penting dari kehidupan demokrasi selama tetap dilandasi semangat bekerja untuk kepentingan rakyat.

banner 336x280

“Memang bangsa yang besar, yang sudah milih jalan demokrasi, harus berterima kasih atas kritik dan koreksi,” ujar Presiden dalam sambutannya pada Puncak Peringatan Hari Ulang Tahun ke-25 Partai Demokrat yang digelar di Indonesia Arena, Jakarta, pada Rabu (9/9/2026).

Lebih lanjut, Presiden menilai demokrasi Indonesia telah memperlihatkan kematangan tersendiri. Kompetisi dan perbedaan pilihan dapat berjalan berdampingan dengan persahabatan, kekeluargaan, dan kerukunan.

“Macam-macam warna, bersaing, kritik, menyampaikan saran, memberi rekomendasi, menyampaikan hal-hal yang mungkin tidak enak untuk disampaikan, tapi tetap kita rukun, tetap bersahabat, tetap berkeluarga. Ini yang harus kita pegang,” tegas Presiden.

Kepala Negara mengingatkan bahwa Indonesia merupakan bangsa yang sangat besar sehingga tantangan yang dihadapi pun tidak sederhana. Presiden mencontohkan skala pelayanan publik Indonesia yang harus menjangkau ratusan ribu sekolah hingga ke wilayah pegunungan dan pulau-pulau terpencil.

“Jadi memang masalah kita besar, tantangan kita besar, dan kita berada di alam yang banyak tantangan juga. Tapi alhamdulillah bangsa kita di usia ke-81 kokoh, bersatu. Berbeda, tapi kita kokoh, bersatu dan kita semakin kuat menghadapi masa depan,” ucap Presiden.

Karena itu, ia menegaskan pentingnya menjaga persatuan, kerukunan, dan kedewasaan dalam kehidupan demokrasi. Menurut Presiden, perbedaan pandangan merupakan bagian dari demokrasi, tetapi tidak boleh menghilangkan semangat kebersamaan sebagai satu bangsa.

Di tengah berbagai tantangan tersebut, Presiden Prabowo menyampaikan optimisme terhadap masa depan Indonesia. Ia menyebut berbagai proyeksi internasional yang menempatkan Indonesia sebagai salah satu kekuatan ekonomi terbesar dunia pada masa mendatang.

Menurut Presiden, peluang tersebut harus dipersiapkan sejak sekarang, terutama karena generasi muda saat ini yang kelak akan memegang tanggung jawab untuk melanjutkan kemajuan bangsa.

“Pak SBY dan saya, kita generasi ibarat, kami adalah anak tangga yang akan digunakan oleh generasi yang lebih muda kita untuk naik, untuk mengambil alih tanggung jawab, untuk meneruskan kebangkitan bangsa Indonesia,” tutur Presiden.

Presiden pun mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus menjaga persatuan, memperkuat demokrasi, serta bekerja bersama menghadapi tantangan pembangunan. Dengan fondasi kebersamaan yang kokoh, Presiden meyakini Indonesia memiliki modal besar untuk terus melangkah maju.

Pada kesempatan ini, Prabowo juga mengapresiasi sikap Partai Demokrat dalam menghadapi dinamika politik dan perjalanan demokrasi di Indonesia. Menurut Prabowo, perbedaan posisi politik semestinya tetap diiringi sikap saling menghormati dan menjaga persatuan.

“Saya berterima kasih atas dukungan Partai Demokrat, 2019, 2024, sampai Presiden SBY pun turun ke lapangan, turun bersama-sama berkampanye,” ujar Prabowo.

Prabowo kemudian menyinggung perjalanan Partai Demokrat yang pernah berada di pemerintahan maupun di luar pemerintahan. Ia menilai Demokrat mampu menjaga sikap politik ketika tidak berada dalam kekuasaan.

“Partai Demokrat pernah menang, pernah tidak menang. Pernah di puncak, pernah di pemerintahan, tidak, tapi waktu tidak berkuasa, Partai Demokrat tidak caci maki. Partai Demokrat tidak bakar-bakar,” kata Prabowo.

Menurut Prabowo, dinamika politik merupakan bagian dari proses demokrasi. Ia pun mengaitkan hal tersebut dengan perjalanan politiknya yang pernah mengalami kekalahan sebelum akhirnya terpilih sebagai Presiden RI.

“Saya waktu empat kali tidak menang, saya pun terima. Ya sudah, kita maju lagi. Ini demokrasi Indonesia,” tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga mengapresiasi hubungan dan kesamaan prinsip dengan SBY. Keduanya diketahui pernah menjalani pendidikan di Akademi Militer dan kemudian melanjutkan pengabdian kepada masyarakat melalui jalur politik.

Momentum HUT ke-25 Partai Demokrat tersebut sekaligus menjadi ruang untuk meneguhkan pentingnya kebersamaan di tengah perbedaan politik. Pemerintah menilai komunikasi, persatuan, dan kolaborasi antarkekuatan politik menjadi bagian penting dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan nasional. (fuz/*)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *