Ini Alasan Presiden Tak Sebut Ketua Parpol Saat Retret

oleh
Prasetyo Hadi
banner 468x60

Bogor, Pelita Baru

Presiden Prabowo Subianto tak mengabsen para ketua umum partai politik (parpol) yang tergabung dalam koalisi pendukung pemerintah saat acara retret di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Kabupaten Bogor, Selasa (6/1/2026).

banner 336x280

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan hal itu dikarenakan para ketua parpol sudah yang tergabung dalam Kabinet Merah Putih pemerintahan Presiden Prabowo-Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

“Itu kan bagian dari Beliau (Presiden Prabowo, red.) ingin kita semua bagian dari Koalisi Merah Putih yang terdiri dari gabungan partai-partai politik, baik yang memiliki kursi di parlemen maupun yang belum memiliki kursi di parlemen,” kata Prasetyo menjawab pertanyaan wartawan saat jumpa pers.

“Kita ingin menunjukkan kita harus menjadi koalisi yang solid, karena dibutuhkanlah persatuan, dibutuhkanlah kerja sama untuk dapat mencapai seluruh program-program yang sudah dicanangkan oleh pemerintah,” tambahnya.

Diketahui, jajaran ketua umum parpol yang mengisi kursi menteri itu adalah Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia sebagai Menteri ESDM, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan sebagai Menteri Koordinator Bidang Pangan.

Selain itu, ada juga Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono sebagai Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan. Kemudian Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar sebagai Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Ketua Umum PRIMA Agus Jabo Priyono sebagai Wakil Menteri Sosial, dan Ketua Umum Partai Gelora Anis Matta sebagai Wakil Menteri Luar Negeri.

Pada sesi pembuka retret, tepatnnya saat menyampaikan Taklimat Awal Tahun 2026, Presiden Prabowo sempat menyinggung keberadaan ketua umum-ketua umum partai Koalisi pendukung pemerintahannya.

“Ketua-ketua partai semua ada di sini ya? Ada,” kata Presiden.

“Di sini koalisi kita kuat ya,” ujar Presiden.

Kemudian, Presiden lanjut berkelakar saat menanyakan keberadaan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar. “Ketua PKB ada? Oh, kayaknya Pak PKB yang harus diawasi terus nih,” ujar Prabowo.

PKB, sebelum bergabung dalam koalisi partai pendukung pemerintah, sempat berkontestasi dengan Prabowo pada Pilpres 2024.

Prabowo, yang berpasangan dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, saat Pilpres 2024 berhadapan dengan pasangan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar, kemudian pasangan Ganjar Pranowo dan Mahfud MD.

Pasangan Anies-Muhaimin saat itu diusung PKB, PKS, dan Partai NasDem.

Namun, selepas pilpres yang dimenangkan pasangan Prabowo-Gibran, PKB, PKS, dan NasDem menyatakan dukungannya kepada pemerintahan Presiden Prabowo.

Sementara itu, para menteri Kabinet Merah Putih melaporkan berbagai kendala pelaksanaan program prioritas kepada Presiden Prabowo Subianto dalam kegiatan retret kabinet yang digelar di kediaman Presiden Prabowo Subianto di kompleks Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Bogor, Jawa Barat.

“Jadi kendala-kendala yang mungkin timbul di dalam pelaksanaan program-program prioritas di dalam retret tadi disampaikan langsung oleh menteri-menteri terkait kepada Bapak Presiden dan langsung kemudian didiskusikan penyelesaian-penyelesaiannya,” kata Prasetyo.

Prasetyo mengatakan Presiden Prabowo memimpin retret yang diikuti seluruh anggota Kabinet Merah Putih untuk mendengarkan laporan pelaksanaan program prioritas, termasuk kendala yang dihadapi kementerian dan lembaga.

Dia menjelaskan pada sesi awal, peserta retret yang terdiri dari seluruh anggota Kabinet Merah Putih seperti menteri, wakil menteri, kepala badan, wakil kepala badan, dan pimpinan-pimpinan lembaga tinggi negara menyaksikan pemutaran video mengenai pembangunan jembatan gantung yang diperintahkan Presiden sekitar satu bulan lalu, khususnya jembatan yang menjadi akses anak-anak menuju sekolah.

Hingga saat ini, kata dia, sebanyak 11 jembatan gantung telah selesai dibangun, sekitar 50 jembatan masih dalam proses, dan sekitar 6.900 jembatan akan dikejar pada 2026.

Selain itu, dipaparkan capaian sejumlah program prioritas pemerintah, di antaranya program makan bergizi yang telah menjangkau sekitar 55 juta penerima manfaat dengan dukungan sekitar 19.000 satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) yang telah terbangun.

Pada 2026, kata dia, jumlah SPPG ditargetkan mencapai sekitar 35.000 unit untuk melayani 82,9 juta penerima manfaat. Program cek kesehatan gratis juga dilaporkan telah menjangkau sekitar 70 juta warga negara dalam satu tahun pada 2025.

“Kemudian Presiden melanjutkan dengan, sebagaimana tadi pagi, siang kami sampaikan, bahwa retret pemerintah ini dimaknai adalah sebuah pembekalan dari Bapak Presiden kepada seluruh jajaran kabinet yang dimulai dengan evaluasi seluruh program-program pemerintah untuk kemudian selanjutnya dilanjutkan di awal tahun,” kata dia.

Prasetyo menyebut Presiden Prabowo turut menyampaikan apresiasi kepada jajaran kabinet dan menegaskan kembali komitmen Pemerintah untuk bekerja bagi kepentingan bangsa, negara, dan masyarakat.

Prasetyo menyebut kegiatan retret ini akan berlangsung hingga malam mengingat hingga petang baru empat menteri yang memberikan paparan.

“Kemudian Bapak Presiden memutuskan untukbreak, istirahat salat magrib dan makan, yang nanti akan dilanjutkan lagi pada pukul 18.45,” katanya. (fex)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *