BPJamsostek: Duka Mendalam, Ojol Affan Kurniawan Meninggal Saat Sedang Mencari Nafkah

oleh
banner 468x60

Jakarta, Pelitabaru.com – Duka yang mendalam menyelimuti keluarga besar pekerja Indonesia. Affan Kurniawan, seorang driver ojek online sekaligus peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan atau akrab disebut BPJamsostek berpulang, saat menjalankan tugas mengantarkan pesanan pelanggan.

Berdasarkan data resmi dari GoTo Group, almarhum tercatat masih berstatuspeserta BPJamsostek, mitra aktif dan tengah ‘on bid’ atau menunggu pesanan saat musibah menimpanya.

banner 336x280

Sebagai peserta BPJamsostek, aktivitas terakhir beliau terekam pada pukul 19.40 WIB, ketika sedang menjalankan pekerjaannya untuk mencari nafkah.

Almarhum terjebak dalam aksi unjuk rasa yang terjadi di kawasan Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Kamis (28/8/2025)) malam.

Direktur Utama BPJamsostek Pramudya Iriawan Buntoro yang datang memberikan dukungan langsung di kediaman ahli waris atau keluarga almarhum Affan Kurniawan menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan.

“Kami, keluarga besar BPJamsostek, turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya saudara kita, Almarhum Affan Kurniawan. Beliau adalah pejuang nafkah, yang meninggalkan rumah dengan niat tulus mencari rezeki bagi keluarga. Kehilangan ini tentu berat dan menjadi luka bagi kita semua,” ucapnya.

Pramudya meneruskan, bahwa Affan Kurniawan semasa hidupnya merupakan peserta aktif BPJamsostek, sehingga atas peristiwa tersebut, almarhum Affan memiliki hak yang akan diberikan kepada ahli waris atau keluarganya.

“Almarhum merupakan peserta BPJamsostek, tentu santunan yang diterima tidak akan sanggup menggantikan sosok almarhum. Dan saat ini, kami memastikan seluruh hak-hak jaminan sosial ketenagakerjaan tersebut segera diterima oleh keluarga. Semoga santunan ini dapat meringankan beban, dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, keikhlasan, serta kelapangan hati dalam menghadapi cobaan berat ini,” tambah Pramudya.

Sebagai wujud perlindungan, ahli waris almarhum menerima santunan total sebesar Rp70 juta yang terdiri dari Santunan Kecelakaan Kerja Meninggal Dunia senilai Rp48 juta, Santunan Berkala Rp12 juta dan Biaya Pemakaman senilai Rp10 juta.

Musibah ini kembali mengingatkan kita bahwa di balik setiap perjalanan dan setiap pesanan yang sampai di tangan pelanggan, ada pekerja yang berjuang dengan penuh dedikasi.

Di tempat lain, Kepala cabang kantor BPJamsostek Jakarta Cilandak, M Izaddin kembali mengingatkan betapa pentingnya BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja Indonesia, khususnya para driver ojol.

“Bekerja sebagai driver ojol merupakan pekerjaan penuh risiko, apalagi pada situasi seperti sekarang ini. Untuk itu, perlindungan diri jaminan sosial ketenagakerjaan sangat perlu,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, kepala kantor cabang Jakarta cilandak, M Izaddin juga turut menyatakan bela sungkawa yang mendalan pada keluarga korban. Dia berharap tidak kerusuhan lagi, agar tidak ada korban lagi dari para pekerja.

Menurutnya, bekerja sebagai driver ojol memang sudah sepatutnya menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, agar bisa Kerja Keras Bebas Cemas. (adi/*)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *