Bogor, Pelita Baru
Cibinong, kini bukan sekedar pusat pemerintahan Kabupaten Bogor. Dibawah kepemimpinan Rudy Susmanto, wilayah ini menjelma menjadi pusat rekreasi modern dan kota wisata baru Bumi Tegar Beriman.
Sebut saja Alun-alun Kabupaten Bogor, Taman Siliwangi, Taman Situ Plaza Cibinong, Taman Inspirasi, Taman Tugu Lawang Kopi dan Taman Fly Over Cibinong menjadi daya tarik baru sebagai ruang terbuka hijau.
Lalu, ada juga pusat olahraga berstandar Internasional, Gelora Pakansari yang dilengkapi dengan segala sarana dan prasarana yang sangat memanjakan warga. Hingga pusat-pusat ekonomi, baik skala UMKM maupun modern.
Belum lagi, Masjid Nurul Wathon dengan segala fasilitas yang dikemas berkelas nasional yang dimilikinya, mulai dari asrama haji hingga keberadaan lift yang memudahkan Jemaah untuk menjangkau masjid utama.
Terbaru, Skywalk Tegar Beriman yang berlokasi di Simpang Bappenda, Jalan Tegar Beriman. Selain sebagai fasilitas penyeberangan yang aman dan nyaman bagi pejalan kaki, skywalk ini juga dirancang sebagai ikon kota dan ruang publik yang dapat digunakan untuk bersantai serta pertunjukan seni.
“Cibinong sekarang tidak seperti dulu, yang monoton. Hanya kantor-kantor pemerintahan dan Jalan Raya Tegar Beriman. Tapi sekarang, Cibinong sungguh wah dengan taman-taman kota dan jajanan UMKM yang membuat siapa saja yang datang akan betah,” kata Anita (53), warga Kelurahan Sukahati, saat ditanya Pelita Baru di sela-sela giat Car Free Day (CFD), Minggu (5/7/2026) lalu.
Ibu empat orang anak ini mengaku takjub dengan perkembangan Cibinong, menurutnya dengan hadirnya banyak fasilitas yang ada, tak hanya warga sekitar tapi juga warga diberbagai wilayah kini tumpah ruah datang ke Cibinong.
“Tentunya ini menjadi magnet baru bagi Cibinong. Pembangunan yang dibangun tak hanya membuat Cibinong menjadi modern tapi juga menumbuhkan ekonomi baru bagi warga, khususnya para UMKM,” katanya sambil menikmati jajanan Cilok yang dibelinya tepat dipinggir Jalan Raya Tegar Beriman.
Senada dengan Anita, Abdul Mubarok, warga Bojonggede yang berjualan baso goreng (basreng) juga mengaku senang dengan perkembangan Cibinong. Terlebih, kata Barok, sapaannya, Bupati Bogor, Rudy Susmanto memberi kesempatan bagi pedagang kecil sepertinya bebas berjualan.
“Terima kasih pak Bupati yang telah memperbolehkan pedagang seperti kami bebas berjualan di Cibinong. Kami bisa berusaha untuk menafkahi keluarga, kami tidak takut lagi kejar-kejaran dengan Satpol PP atau petugas lainnya,” aku Barok yang mengaku untung dua kali lipat jika berjualan saat CFD dibanding hari-hari biasa.
Tak hanya Barok, Didin (32), seorang pedangan kopi starling sebutan pedagang kopi keliling menggunakan sepeda, juga mengaku ketiban rezeki nomplok. Dagangannya laku terjual meski ia harus dua kali bolak balik kerumah untuk mengambil kembali dagangannya di sela-sela nobar saat CFD, Minggu (5/7/2026).
“Alhamdulillah, saya dua kali bolak balik ambil dagangan karena laku ada nobar dan CFD. Terima kasih pak Bupati atas kebijakannya, dagangan saya jadi laku,” kata pria yang mengaku tinggal di Cilebut itu.
Pernyataan ini bukan sekedar isapan jempol belaka. Menurut data Dinas Perdagangan dan Perindustrian, perputaran uang dari aktivitas Pedagang Kaki Lima (PKL) dalam CFD Tegar Beriman mencapai puncaknya pada 19 April 2026 dengan omzet sebesar Rp 90,7 juta.
Angka tersebut meningkat tajam dibandingkan pekan sebelumnya yang berada di kisaran Rp 66,5 juta. Kenaikan ini juga berdampak langsung pada pendapatan pedagang, dengan rata-rata omzet individu menyentuh Rp 697 ribu.
Pertumbuhan ini didorong oleh meningkatnya jumlah pedagang, dari 130 orang di awal bulan menjadi 149 pedagang pada pekan ketiga. Sektor kuliner masih mendominasi lebih dari 90 persen aktivitas perdagangan, dengan kategori makanan ringan dan minuman menjadi penyumbang terbesar.
Kondisi ini menegaskan bahwa Cibinong tidak hanya menjadi ruang olahraga, tetapi juga destinasi wisata kuliner yang menggerakkan ekonomi mikro masyarakat.
Sedangkan dari data Dinas Koperasi dan UMKM mencatat omzet pelaku usaha mencapai Rp 39,1 juta pada awal April, dengan rata-rata pendapatan tertinggi per pelaku usaha mencapai Rp 1 juta lebih. Jumlah pelaku UMKM yang terlibat pun meningkat dari 30 menjadi 40 peserta dalam satu bulan.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika menegaskan Cibinong dibangun tidak hanya sekedar ruang publik tetapi harus memberikan manfaat nyata dari tiga aspek utama, yakni ekonomi, sosial, dan lingkungan.
Menurutnya, arahan Bupati Bogor jelas bahwa Cibinong harus mampu memberikan dampak langsung kepada masyarakat. Dari sisi sosial, tingkat kepuasan masyarakat menjadi salah satu indikator penting. Sementara dari aspek ekonomi, aktivitas pelaku UMKM mulai menunjukkan hasil yang dapat diukur melalui peningkatan omzet selama kegiatan berlangsung.
“Data terkait perputaran ekonomi dari UMKM sudah mulai terlihat. Ini menjadi salah satu indikator bahwa Cibinong memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.
Hal ini diperkuat Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappedalitbang) Kabupaten Bogor, Bambam Setia Aji yang menyebut, Cibinong sebagai pusat pemerintahan di wilayah tengah harus dipersiapkan menjadi kawasan urban yang mampu menopang ekonomi sendiri.
“Pak Bupati ingin memastikan ibukota diperkuat dan dikembangkan. Jika Bogor Barat dan Timur dibuka menjadi daerah mandiri, kita tidak boleh tertinggal. Kabupaten induk harus memiliki pusat pertumbuhan yang solid,” ujarnya.
Menurutnya, pemerintah kini fokus memposisikan Cibinong sebagai kota perkotaan baru dengan orientasi ekonomi yang berbeda dari wilayah Barat maupun Timur. “Cibinong akan diarahkan menjadi kawasan perkotaan dengan core business jasa, perdagangan, dan aktivitas ekonomi modern lainnya. Kita menyiapkan Cibinong sebagai pusat layanan dan bisnis masa depan,” tutup Bambam. (duan)












