Kejagung Janji Telaah Usulan JC Sony Sonjaya

oleh
Syarief Sulaeman Nahdi
banner 468x60

Jakarta, Pelita Baru

Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung Syarief Sulaeman Nahdi menyebutkan, pihaknya akan mempelajari permohonan status justice collaborator (JC) yang diajukan tersangka kasus dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG), Sony Sonjaya.

banner 336x280

“Sudah diterima suratnya. Kita pelajari dulu terus kita cek alat bukti yang sudah didapat dan lain-lain,” ujar Syarief dilansir dari VOI, Rabu (10/6/2026).

Menurut dia, belum ada batas waktu tertentu bagi penyidik untuk menentukan sikap atas permohonan tersebut. Penyidik masih akan mendalami sejumlah aspek, termasuk mencocokkan keterangan yang disampaikan pemohon dengan alat bukti yang telah dikumpulkan selama proses penyidikan.

Sebelumnya, Sony Sonjaya melalui kuasa hukumnya, Elza Syarief mengajukan diri sebagai justice collaborator dalam kasus tata kelola MBG. Sony Sonjaya ditetapkan sebagai tersangka bersama mantan Kepala BGN Dadan Hindayana, mantan Wakil Kepala BGN Lodewyk Pusung.

Mereka diduga mencari keuntungan dengan memanfaatkan insentif SPPG, markup pengadaan barang dan jasa di BGN yang tidak sesuai dengan kebutuhan nyata, beserta beberapa temuan pengadaan pada BGN yang tidak sesuai.

Mulai dari pengadaan motor listrik sebanyak 21.801 unit dengan total pengadaan sebesar Rp1 triliun, 32.000 pasang sepatu yang tidak sesuai spesifikasi, 31.000 unit tablet, televisi 75 inch sebanyak 5.400 unit.

Atas dugaan pidana korupsi ini, ketiganya Dijerat Pasal 603 dan 604 KUHP Baru juncto Pasal 20 UU 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor)

Sebagai Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya tentu bukan puncaknya. Puncaknya adalah Kepala BGN. Tapi kalau Kepalanya juga ikut dicopot, ditersangkakan, dan ditangkap bersama dirinya, apakah masih bisa Sony Sonjaya mengajukan diri sebagai Justice Collaborator alias JC?

Sebab, syarat menjadi Justice Collaborator  itu adalah dia bukan pelaku utama. Kalau dia adalah pelaku utama, atau pelaku utamanya (Kepalanya) juga sudah ditangkap, tentu tidak bisa lagi menjadi JC. Tapi “nyanyian” Sony Sonjaya mengungkap pihak lain yang terlibat, juga perlu dihargai.

Secara spesifik, pengacara Sony Sonjaya, Elza Syarief mengatakan, ada 26 orang nama yang sudah diberikan Sony Sonjaya kepada penyidik Kejagung untuk ditelusuri.  Ia juga mengingatkan bahwa handphone Sony Sonjaya yang sudah disita, mohon dijaga sebaik-baiknya.

Harus diakui bahwa nyanyian atau manuver dari pihak Sony Sonjaya ini memunculkan minimal tiga spekulasi liar. Pertama, ada pihak lain yang lebih berpengaruh dari dirinya. Kedua, pihak lain itu sudah diserahkan kepada penyidik. Ketiga, apakah penyidik akan membongkar atau justru melokalisir?.

Tiga spekulasi liar di atas, tidak ada satupun yang merugikan pihak Sony Sonjaya. Artinya, Sony Sonjaya cukup berhasil mengubah posisinya dari seorang pelaku jadi korban.

Padahal, pengajuan JC itu sendiri belum dilakukan. Hebat. Mungkin itulah kelihaian seorang Jenderal Polisi dibandingkan Jenderal TNI seperti Lodewijk Pusung.

Sejak dicopot, dijadikan tersangka, dan ditahan, memang baru Sony Sonjaya saja yang bermanuver. Memposting tulisan tangan untuk Kepala BGN baru, Nanik S Deyang, lalu mengatakan seolah masih ada orang besar yang lain, selain dirinya.

Sementara itu Dadan Hindayana dan Lodewijk Pusung, tidak mengambil langkah seperti yang dilakukan Sony Sonjaya. Mengatakan bahwa ia bukan sendirian, ada orang besar lainnya, mungkin masih bisa diterima akal.

Faktanya ia (Sony Sonjaya) tak ditangkap sendirian. Tapi berusaha beralih dari pelaku jadi korban ini sudah tidak masuk akal. Ini akal-akalan. Sebab, ia bukan orang sembarangan. Mantan Jenderal Polisi yang pastinya tahu banyak hal.

Krisna Murti, Elza Syarief, biasanya ada juga Farhat Abbas di jalur ini, dan jajaran pengacara yang dipakai Sony Sonjaya, juga bukan orang baru. Seperti Sony Sonjaya, pengacaranya juga punya rekam jejak yang panjang. Bahkan, tidak hanya di jalur penegakan hukum, tapi juga di jalur politik.

Secara politik, mereka juga tidak berada di ruang kosong. Bisa jadi ini juga akan berpengaruh, hendak ke mana kasus ini akan bergulir.(fex/*)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *