Prabowo Angkat Pamor Indonesia Di Mata Dunia

oleh
banner 468x60

Jakarta, Pelita Baru

Presiden Prabowo Subianto dinilai punya strategi politik yang cukup cerdik mengangkat nama Indonesia dalam percaturan diplomasi global. Sikap tegas dan komitmen luar negerinya ditengah ketidakpastian ekonomi dan politik, menjadi patokan dunia saat ini.

banner 336x280

Terbaru, adalah sikap Prabowo yang menyatakan diri siap menjadi mediator dalam meredakan konflik antara Iran dengan Israel, yang turut melibatkan Amerika Serikat dianggap sukses membentuk opini positif dunia.

Langkah ini dianggap memperkuat posisi Indonesia sebagai kekuatan yang menjembatani perdamaian dunia sekaligus pertumbuhan ekonomi kawasan dan global agar selaras dengan kepentingan nasional

“Presiden Prabowo cukup cerdik atau cukup cerdas untuk memanfaatkan momentum. Terlepas dari berhasil atau tidaknya upaya tersebut, langkah Prabowo setidaknya dapat membentuk opini publik yang lebih positif terhadap Indonesia di mata dunia,” kata pengamat politik, Rocky Gerung dikutip dari kanal YouTube Rocky Gerung Official, Minggu (1/3/2026).

Lebih lanjut, Rocky juga menilai, inisiatif Prabowo tersebut tak hanya memperlihatkan Indonesia di mata Dunia, tapi juga jawaban terhadap berbagai kritik yang sebelumnya muncul terkait arah kebijakan luar negeri pemerintah.

“Terlihat bahwa Presiden Prabowo punya cara unik sebetulnya untuk masuk di dalam proses penyelesaian konflik antara Iran dan Israel dengan memanfaatkan kedudukan dia di BOP. Ini (juga sebagai) upaya Presiden Prabowo untuk memperoleh kembali legitimasi diplomasinya yang kemarin-kemarin berantakan,” tegas Rocky.

Diketahui, dalam sejumlah kunjungan luar negerinya selama menjabat sebagai Presiden, Prabowo telah bertemu dengan beberapa pemimpin negara untuk membahas sejumlah isu strategis kawasan.

Selain itu, sejumlah kesepahaman dan komitmen kerja sama juga telah berhasil dicapai, baik dalam bentuk perjanjian bilateral maupun penguatan kemitraan strategis jangka panjang. Terbaru dengan Presiden Persatuan Emirat Arab (PEA) Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan (MBZ).

Pada pertemuan yang berlangsung pekan lalu itu, kedua negara sepakat memperkuat hubungan bilateral dan meningkatkan kerja sama investasi. Bahkan, Presiden MBZ secara langsung menyampaikan komitmen Persatuan Emirat Arab untuk meningkatkan investasinya di Indonesia.

“Pertemuan membahas kerja sama peningkatan investasi. Bilateral ditingkatkan. UAE ingin meningkatkan investasinya di Indonesia,” ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya yang turut mendampingi Presiden Prabowo dalam pertemuan.

Peningkatan kerja sama ini menandai hubungan bilateral kedua negara yang selama ini dikenal erat dan saling menguntungkan. Indonesia dipandang sebagai mitra strategis utama di Asia Tenggara, terutama dalam bidang energi, infrastruktur, dan pengembangan ekonomi masa depan.

Sementara itu, Presiden Prabowo menyambut baik komitmen tersebut dan menegaskan kesiapan Indonesia untuk terus memperkuat iklim investasi yang kondusif dan berkelanjutan. Pemerintah Indonesia juga membuka ruang kolaborasi yang lebih luas bagi investor PEA dalam berbagai sektor prioritas nasional.

Pertemuan ini sekaligus menegaskan hubungan bilateral Indonesia dan PEA menuju ke kemitraan strategis yang lebih komprehensif dan berorientasi jangka panjang.

Momentum pertemuan semakin bermakna karena berlangsung bertepatan dengan peringatan 50 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan PEA pada 2026. Setengah abad hubungan kedua negara kini memasuki fase baru dengan fokus pada investasi, pertumbuhan ekonomi, dan kemitraan masa depan.

Sebelumnya, Prabow juga sukses memperkuat Indonesia untuk berperan aktif dalam menjaga stabilitas global dan mendukung upaya rekonstruksi wilayah konflik. Hal ini terjadi saat dirinya menghadiri inaugural meeting Board of Peace (BoP) yang digelar di United States Institute of Peace, Washington DC, Amerika Serikat.

Dalam pertemuan itu, Prabowo menegaskan bahwa Indonesia siap berkontribusi dalam agenda perdamaian dunia, termasuk mendukung stabilisasi dan pemulihan pascakonflik di Gaza.

Pemerintah menyampaikan bahwa partisipasi Indonesia merupakan bagian dari implementasi politik luar negeri bebas aktif, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai mitra strategis dalam penyelesaian konflik internasional.

Forum tersebut turut dihadiri Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang mendorong kolaborasi internasional dalam kerangka stabilisasi kawasan konflik. Dalam sambutannya, Prabowo menyatakan optimisme terhadap kerja sama multilateral dan menilai kepemimpinan global yang kuat diperlukan untuk memastikan implementasi agenda perdamaian berjalan efektif.

Pemerintah menegaskan bahwa keterlibatan Indonesia dalam BoP tidak hanya bersifat simbolik, tetapi juga substantif, terutama dalam aspek kemanusiaan, penguatan institusi sipil, serta pemulihan sosial-ekonomi masyarakat terdampak konflik. (fuz/*)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *