UT Sosialisasikan Program PkM Nasional EQUITY di Desa Waru

oleh
banner 468x60

Bogor, pelitabaru.com – Universitas Terbuka melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) melaksanakan Sosialisasi Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Nasional Program EQUITY di Desa Waru, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor. Program ini merupakan bagian dari dukungan Program EQUITY yang diinisiasi oleh LPDP dan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti).

Program PkM Nasional merupakan wujud pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi yang berfokus pada penerapan hasil riset, inovasi, dan keilmuan dosen dalam upaya pemberdayaan masyarakat. Melalui pendekatan ilmiah, kolaboratif, dan berkelanjutan, kegiatan ini memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam menjawab tantangan nasional sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

banner 336x280

Kegiatan sosialisasi dibuka secara resmi oleh Penanggung Jawab Pengabdian kepada Masyarakat LPPM Universitas Terbuka, Dr. Ade Imelda Frimayanti, M.Pd.I., bersama Kepala Desa Waru, Muhidin, S.Pd. Momentum ini menjadi simbol sinergi antara akademisi dan pemerintah desa dalam membangun masyarakat berbasis pengetahuan dan inovasi.

Tim dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) menghadirkan program berjudul “Program Pemberdayaan Keluarga Muslim: Edukasi Seksual Islami dan Penguatan Peran Ibu dalam Pengasuhan Anak di Desa Waru.”

Program ini diketuai oleh Dr. Ade Imelda Frimayanti, M.Pd.I., dengan anggota tim antara lain, Prof. Dr. Rhini Fatmasari, M.Sc., Dra. Yusrafiddin, M.Pd., Dr. Izzul Fatawi, M.Pd.I., Sariyani, M.Pd.

“Program ini bertujuan meningkatkan literasi keluarga Muslim dalam memberikan edukasi seksual Islami secara tepat, santun, dan sesuai nilai syariat. Fokus utama adalah penguatan peran ibu sebagai pendidik pertama dan utama dalam keluarga, sehingga anak-anak memiliki pemahaman yang benar tentang adab, batasan pergaulan, serta perlindungan diri dari risiko kekerasan seksual,” ujar Ade Imelda Frimayanti Rabu 18 Februari 2026.

Lanjut Ade Imelda Frimayanti, melalui pelatihan, penyediaan modul edukatif, pendampingan keluarga, serta pembentukan komunitas ibu sadar edukasi seksual Islami, program ini diharapkan mampu menciptakan keluarga yang komunikatif, harmonis, dan berdaya dalam membangun generasi berakhlak mulia.

Selain itu, Sekolah Pascasarjana Universitas Terbuka juga menyosialisasikan program berjudul “Transformasi Ekonomi Hijau Desa Waru: Penguatan UMKM melalui Inovasi Produksi Rendah Karbon, Digitalisasi Rantai Nilai, dan Pembentukan Pusat Inovasi Desa (Village Innovation Hub) Berbasis SDGs.”

Program ini diketuai oleh Dr. Julia Safitri, S.T., M.M., dengan anggota antara lain Rini Yayuk Priyati, S.E., M.Ec., Ph.D., dan Dr. Ade Imelda Frimayanti, M.Pd.I.

“Program ini berfokus pada penguatan UMKM desa melalui inovasi produksi rendah karbon, peningkatan efisiensi usaha, serta digitalisasi rantai nilai agar pelaku UMKM mampu bersaing secara berkelanjutan. Pembentukan Village Innovation Hub menjadi langkah strategis untuk menjadikan Desa Waru sebagai model desa inovatif berbasis SDGs,” pungkas Dr. Julia Safitri.

Dr. Julia Safitri juga mengatakan, melalui Program PkM Nasional Program EQUITY ini, Universitas Terbuka berharap Desa Waru dapat menjadi desa percontohan yang unggul dalam dua aspek strategis: ketahanan keluarga berbasis nilai Islam dan transformasi ekonomi hijau berbasis inovasi.

“Di bidang sosial, program ini diharapkan melahirkan keluarga yang lebih sadar akan pentingnya pendidikan anak yang tepat, aman, dan berlandaskan nilai agama.Di bidang ekonomi, program ini diharapkan meningkatkan daya saing UMKM sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan,” tutupnya.

Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan program ini dalam menciptakan perubahan nyata, terukur, dan berkelanjutan bagi kesejahteraan masyarakat Desa Waru.

Sementara itu, Sekretaris Desa Waru Kecamatan Parung Kabupaten Bogor Syamsudin, mewakili Kades mengatakan bahwa program ini sangat krusial bagi pengembangan sumber daya manusia di wilayahnya. Melalui transformasi ekonomi dari sistem konvensional menuju pemanfaatan media sosial, diharapkan ada lompatan signifikan pada pendapatan perkapita warga melalui pengintegrasian teknologi digital dalam ekosistem usaha lokal.

​”Sebagai langkah konkret, Pemerintah Desa Waru berupaya memaksimalkan potensi UMKM dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat, termasuk para remaja melalui pembukaan ruang publik. Menariknya, pemberdayaan ekonomi ini juga dipadukan dengan penguatan edukasi seksual bagi keluarga muslim,” ujar Syamsudin.

​Lebih lanjut, Syamsudin menekankan bahwa integrasi antara program UMKM dan edukasi ini merupakan bagian dari strategi dakwah desa untuk memberikan solusi pendidikan terbaik bagi generasi mendatang. Dengan menjadikan kegiatan ekonomi sebagai media dakwah, Pemerintah Desa Waru berharap dapat membangun ketahanan ekonomi sekaligus moralitas warga.

“Ruang publik tersebut dimanfaatkan sebagai sarana sosialisasi edukasi seksual berbasis Islam, sehingga masyarakat tidak hanya berdaya secara finansial tetapi juga memiliki pemahaman yang kuat mengenai nilai-nilai keluarga dan proteksi diri sejak dini,” pungkasnya.

Syamsudin berharap sinergitas ini mampu menciptakan ekosistem desa yang mandiri, cerdas secara digital, dan memiliki pondasi karakter yang kokoh sesuai dengan syariat Islam. (Zie)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *