Prabowo: Tak Ada Kekuasaan Yang Abadi

oleh
banner 468x60

Jakarta, Pelita Baru

Presiden Prabowo Subianto mengingatkan para menterinya bahwa tidak ada kekuasaan yang berlangsung selamanya. Hal itu diungkapnya saat memberikan taklimat di Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Senin (20/7/2026).

banner 336x280

“Tiap masa ada pemerintahnya, tiap pemerintah ada masanya, tiap masa ada pemimpinnya, tiap pemimpin punya masanya,” kata Prabowo.

Prabowo mengatakan pemerintah masih menghadapi berbagai persoalan yang harus diselesaikan, mulai dari kesejahteraan guru, ketersediaan lapangan pekerjaan, hingga kemiskinan ekstrem.

Ia menegaskan pemerintah memperoleh mandat dari rakyat untuk menyelesaikan berbagai persoalan tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga menanggapi kritik sejumlah ekonom terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menilai kritik tersebut tidak sebanding dengan besarnya persoalan kebocoran ekonomi yang selama ini terjadi.

“Saudara-saudara saya diserang karena memberi makan bergizi untuk anak-anak Indonesia. Memberi makan untuk anak-anak Indonesia, untuk ibu-ibu hamil, untuk orang-orang lansia dianggap pemborosan, tapi ribuan triliun yang menguap yang pergi dari bumi Indonesia setiap tahun selama 34 tahun tidak ada komentar, tidak ada pakar yang protes, tidak ada investigasi,” kata Prabowo.

Menurut Prabowo, program MBG bertujuan memenuhi kebutuhan gizi anak-anak, ibu hamil, dan kelompok rentan. Namun, kebijakan tersebut justru dinilai sebagai pemborosan anggaran.

“Kita mau memberi makan kepada anak-anak yang jelas-jelas minimal seperempat anak-anak kita stunting, sebagian besar juga banyak yang tidak makan anak-anak sekolah. Kita dituduh pemborosan. Kita dibilang ekonomi mau kolaps, harga saham akan ambruk, mata uang akan melemah alasannya karena boros,” ujarnya.

Prabowo juga menyinggung praktik kotor yang dilakukan segelintir orang memanfaatkan program MBG. Program andalan Pemerintahan Prabowo-Gibran ini digerogoti praktik culas. Mulai dari mark up, korupsi hingga patgulipat permainan birokrat.

Prabowo mengakui adanya kelemahan dalam pelaksanaan program MBG. Sehingga memunculkan masalah korupsi.

“MBG ada kekurangan penyelewengan penyimpangan. Kita segera bertindak memperbaiki,” ungkap Prabowo.

Prabowo mengaku sedih. Masih ada orang-orang yang memanfaatkan program MBG untuk mencari keuntungan. Padahal program MBG memiliki tujuan mulia.
“Kita sedih ada oknum pribadi yang ingin cari kekayaan dari usaha yang begitu besar, mulia untuk rakyat,” ucapnya.

Prabowo menegaskan sikapnya dalam upaya pemberantasan praktik korup yang terjadi. Dia mengibaratkan korupsi sebagai penyakit yang harus dihadapi. Mantan Menteri Pertahanan ini mengaku tidak segan menindak setiap bentuk praktik korup. Siapapun pelakunya, harus ditindak.

“Kalau itu penyakit harus kita hadapi, dengan sedih kita tindak. Berkali-kali saya bilang, kita tidak akan tebang pilih, bertindak terhadap penyelewengan,” tegasnya.

Prabowo tak ingin Indonesia sakit karena praktik-praktik korupsi dan penyelewengan.

“Kalau diracuni mark up, korupsi, penipuan, patgulipat permainan birokrat dan pengusaha, ya rusak. Sakit. Ini yang kita perbaiki,” tutupnya.

Diketahui, Sidang Kabinet Paripurna perdana usai sekitar empat bulan ini difokuskan pada evaluasi program pemerintah dan hambatan pelaksanaannya.

Sidang kabinet sebelumnya digelar pada 13 Maret. Pertemuan kali ini dihadiri seluruh menteri, wakil menteri, kepala badan, dan wakil kepala badan.
Sejumlah pimpinan lembaga negara juga hadir. Di antaranya Kapolri, Panglima TNI, Kepala Badan Intelijen Negara, dan Jaksa Agung.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan Presiden meminta seluruh jajaran mengevaluasi program kerja yang sedang berjalan. Hambatan di lapangan harus dipetakan dan segera dicarikan jalan keluar.

“Dalam proses evaluasi, yang sering dibicarakan mengenai hambatan-hambatan yang barangkali masih ada untuk kemudian dicarikan jalan keluarnya,” kata Prasetyo seusai sidang.

Menurut Prasetyo, evaluasi mencakup hampir seluruh bidang. Namun, fokus pembahasan dapat berubah mengikuti persoalan yang sedang berkembang.

“Kadang-kadang bergantung pada dinamika yang terjadi, sehingga fokusnya bisa ke beberapa hal. Misalnya mengenai ekonomi, fokusnya ke masalah ekonomi, tetapi bukan berarti masalah lain tidak penting,” ujarnya.

Prasetyo mengatakan Presiden kembali menekankan percepatan pelaksanaan program yang telah ditetapkan. Para menteri dan kepala lembaga diminta bekerja lebih keras agar target pemerintah tidak tersendat.

“Penekanan terakhir dari Bapak Presiden adalah terus berusaha, bekerja lebih keras lagi, dan mempercepat pencapaian seluruh program yang sudah beliau gariskan,” katanya.

Sebelumnya, Prasetyo mengatakan seluruh bidang akan dibahas. Namun, fokus utama tetap pada evaluasi dan percepatan program pemerintah.

“Semua bidang terus dibahas. Hanya, kadang perlu mekanisme sidang kabinet paripurna,” kata Prasetyo dalam keterangan tertulis kepada wartawan.

Menurut Prasetyo, evaluasi menjadi agenda utama dalam setiap rapat kabinet. Pemerintah juga akan memeriksa pelaksanaan program yang dinilai perlu dipercepat.

“Yang khusus dibahas sudah pasti percepatan pelaksanaan program. Setiap rapat, yang utama tentu evaluasi program,” ujarnya.

Sidang kabinet paripurna menjadi forum yang melibatkan seluruh jajaran kabinet untuk melihat perkembangan program secara menyeluruh. Rapat ini juga digunakan untuk membahas hambatan yang muncul dalam pelaksanaan kebijakan pemerintah.

Prasetyo tidak merinci program atau sektor yang akan mendapat perhatian khusus. Namun, ia memastikan pembahasan tidak terbatas pada satu bidang. (fuz)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *