TNI AD Siap Kelola Sampah Lama Gunakan Teknologi Pirolisis

oleh
banner 468x60

Bekasi, pelitabaru.com – Persoalan timbunan sampah Bantargebang di Kota Bekasi yang selama ini tidak pernah tuntas dan menjadi persoalan lingkungan, akan diupayakan menjadi sumber energi alternatif.

Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., menegaskan, kesiapan TNI Angkatan Darat (TNI AD) untuk turut mengolah sampah lama menggunakan teknologi pirolisis.

banner 336x280

Hal ini disampaikan Kasad Jenderal Maruli Simanjuntak saat menghadiri ground breaking Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di Ciketing, Bantargebang, Kota Bekasi, Rabu (26/8/2026).

Dijelaskan, teknologi pirolisis akan dikembangkan untuk mengolah timbunan sampah lama yang telah bercampur dan menumpuk dalam jumlah besar menjadi bahan bakar, khususnya bahan bakar minyak jenis solar. Menurutnya, tantangan utama bukan hanya pada teknologi, tetapi juga proses memilah sampah lama yang telah bertahun-tahun berada di tempat pembuangan.

“Kami akan olah timbunan-timbunan sampah lama dan inilah yang mungkin sampai sekarang masih belum ada yang bisa memilah. (sampah lama),” tegas Kasad.

Fasilitas pengolahan tersebut rencana pengembangannya, diproyeksikan mampu menangani sekitar 1.000 ton sampah per hari dengan kebutuhan lahan sekitar lima hektare. Sebelum diproses melalui teknologi pirolisis, sampah akan melalui tahap pre-treatment untuk memilah dan menyiapkan material yang akan diolah.

Menurut Kasad, sejumlah lokasi timbunan sampah lama juga telah menjadi perhatian TNI AD, di antaranya Bantargebang, Galuga Bogor, dan Sarimukti. Pada kesempatan itu Kasad berharap, proses penyiapan dan perizinan lahan di sejumlah wilayah dapat segera diselesaikan, sehingga pengolahan sampah dapat mulai dilaksanakan.

Upaya tersebut diharapkan mampu mengurangi beban timbunan sampah, sekaligus menghasilkan produk yang memiliki nilai manfaat. Dengan demikian, sampah yang selama ini menjadi persoalan lingkungan dapat diolah menjadi sumber energi alternatif.

Kehadiran Kasad dalam ground breaking PSEL di Bekasi sekaligus menegaskan dukungan TNI AD terhadap program pemerintah dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih modern dan berkelanjutan. Melalui pemanfaatan teknologi serta sinergi dengan berbagai pihak, TNI AD siap turut mengubah persoalan sampah menjadi sumber daya yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Hadir dalam ground breaking PSEL di Bantargebang, Kota Bekasi ini. Selain Kasad Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, CEO Danantara Investment Management (DIM) Pandu Sjahrir yang menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mencari solusi atas persoalan sampah, sekaligus meningkatkan pemanfaatannya sebagai sumber energi.

Hadir pula Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe dan para pejabat lainnya dilingkungan Kementeraian Bidang Pangan, Mabesad dan Pemkot Bekasi.(ans)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *