Survei Nasional: Publik Optimis Kinerja Polri Membaik

oleh -58 Dilihat
Jenderal Listyo Sigit Prabowo
banner 468x60

Jakarta, Pelita Baru

Direktur Eksekutif Rumah Politik Indonesia (RPI), Fernando Emas menyebut, mayoritas masyarakat optimistis terhadap perbaikan kinerja Kepolisian Republik Indonesia (Polri) pada tahun 2026.

banner 336x280

Hal itu merujuk pada hasil riset bertajuk Survei Nasional Optimisme Publik terhadap Transformasi Budaya Polri, dimana 76,2 persen responden menyatakan optimistis (cukup optimistis, optimistis, dan sangat optimistis) bahwa transformasi Polri akan terwujud pada tahun 2026.

Sedangkan, 19,9 persen responden menyatakan kurang optimistis, dan 3,9 persen lainnya memilih tidak tahu atau tidak menjawab. Selain itu, 67,8 persen responden meyakini Polri akan berani melakukan koreksi internal pada 2026.

Sebaliknya, 22,2 persen responden menyatakan kurang optimistis, dan 10 persen lainnya tidak menjawab atau menyatakan tidak tahu. Menariknya, dari hasil survei itu, tingkat optimisme publik tersebut tidak terlepas dari model kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang konsisten mengusung agenda PRESISI (Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan).

“Model kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dengan agenda PRESISI telah menempatkan transformasi budaya organisasi sebagai fondasi utama, melengkapi reformasi struktural dan operasional guna membangun Polri yang profesional, modern, dan dipercaya masyarakat,” ujar Fernando, Selasa (13/1/2026).

Fernando menegaskan, persepsi publik sebagai penerima langsung layanan kepolisian menjadi indikator penting untuk mengukur sejauh mana transformasi budaya Polri dirasakan secara nyata dan berkelanjutan.

Karena itu, survei RPI juga mencatat sejumlah indikator positif terkait arah transformasi Polri, antara lain, 72,2 persen publik optimistis terjadi pergeseran signifikan dari budaya militeristik menuju civilian policing; 69,2 persen responden optimistis Polri semakin berorientasi pada pelayanan publik, bukan kekuasaan.

Dan, 75,9 persen responden meyakini kepemimpinan Polri akan menjadi teladan dan role model; serta 65,6 persen responden optimistis Polri semakin responsif dalam menangani kejahatan siber, transnasional, dan kejahatan modern.

Fernando menambahkan, tingkat optimisme publik juga tercermin pada penguatan community policing. Sebanyak 73,1 persen responden menyatakan optimistis, sementara 17,5 persen kurang optimistis, dan 9,4 persen lainnya tidak menjawab atau menyatakan tidak tahu.

“Optimisme ini muncul karena publik melihat konsistensi Polri dalam menjalankan agenda transformasi, termasuk pembentukan Tim Transformasi Polri oleh Kapolri serta keberanian melakukan koreksi internal terhadap anggota yang melakukan pelanggaran,” jelas Fernando.

Ia menambahkan, transparansi tata kelola, modernisasi pelayanan, serta penegakan disiplin internal menjadi faktor utama yang memperkuat keyakinan publik terhadap keseriusan Polri dalam menjalankan reformasi.

Survei RPI dilaksanakan pada 2–9 Januari 2026 dengan melibatkan 1.200 responden berusia di atas 17 tahun yang tersebar di 30 provinsi di Indonesia. Metode pengambilan sampel menggunakan multistage random sampling, dengan margin of error 2,8 persen dan tingkat kepercayaan ±95 persen. (fex/*)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *