Kab Bogor, Pelita Baru
Tingginya beban pekerjaan fisik pada periode September hingga Desember, baik yang telah maupun masih dalam proses lelang menjadi salah satu fokus utama kerja Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor.
Karena itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, menginstruksikan seluruh jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk mengakselerasi pelaksanaan program pembangunan di sisa empat bulan terakhir tahun anggaran 2026.
“Seluruh unsur harus dapat bergerak dalam ritme yang sama. Jangan sampai ada perangkat daerah yang bergerak cepat, sementara unsur lainnya tertinggal. Semuanya harus terkoordinasi dengan baik,” tegasnya dikutip Selasa (1/9/2026).
Karena itu pula, ia meminta kepada para kepala perangkat daerah diminta mengambil peran aktif dalam mengawal realisasi anggaran, khususnya pada kegiatan bernilai besar. Di saat yang sama, Sekretariat Daerah diingatkan untuk menjalankan fungsinya secara optimal sebagai playmaker atau pengendali simpul koordinasi pemerintahan.
Selain fokus pada penyerapan anggaran dan pelaksanaan fisik, seluruh ASN di lingkungan Pemkab Bogor juga didorong untuk meningkatkan komunikasi publik. Para pegawai diminta tidak ragu mempublikasikan kinerjanya serta kegiatan positif pemerintah daerah melalui media sosial masing-masing.
Dengan kekuatan sekitar 33.000 ASN terdaftar, yang dapat mencapai 44.000 orang jika digabungkan dengan seluruh unsur pendukung, penyebaran informasi positif secara masif diyakini Sekda Ajat mampu membangun kepercayaan serta memberikan pemahaman yang jelas kepada masyarakat mengenai hasil kerja pemerintah.
“Hal tersebut bukan semata-mata pencitraan, melainkan bentuk kebanggaan dan rasa cinta terhadap pengabdian kita sebagai ASN. Rasa bangga ini penting dalam membangun komunikasi publik kepada masyarakat,” tambahnya.
Di akhir, para kepala perangkat daerah diinstruksikan untuk segera meneruskan pesan apel gabungan ini kepada seluruh jajaran di unit kerja masing-masing. Seluruh pegawai diminta bekerja proaktif dan langsung mengeksekusi tugas tanpa harus selalu menunggu komando. (cok)












