Bogor, Pelita Baru
Bupati Bogor, Rudy Susmanto tak menampik jika ‘langit’ Bumi Tegar Beriman memang tengah dirundung mendung.
Penggeledahan yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap sejumlah kantor perangkat daerah, menjadi petir di siang bolong.
Namun begitu, Rudy menegaskan, semua proses hukum yang terjadi tidak menjadi alasan terhadap pelayanan kepada masyarakat. Ia pun berpesan kepada para Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Bogor, untuk terus bekerja sepenuh hati melayani seluruh masyarakat Kabupaten Bogor.
“Pesan saya kepada rekan-rekan ASN, titip Bogor. 6,1 juta jiwa masyatakat kabupaten bogor hari ini bergantung kepada 44 ribu ASN di Pemkab Bogor. Karena sejatinya jiwa raga kita sebagai aparatur sipil negara, sebagai bupati, sebagai wakil bupati, sebagai DPRD Kabupaten Bogor, jiwa raga kita untuk melayani seluruh masyarakat Kabupaten Bogor,” tegasnya dilihat dari potongan video podcast @Podcast_SISI, Selasa (1/9/2026).
Tak hanya itu, pada kesempatan ini, Rudy juga menyematkan pesan yang begitu menyentuh kepada para ASN untuk tetap bersatu padu, kompak dan solid melayani masyarakat.
“Kalau ada teman yang sakit, temani dikala sakitnya, Kalau ada temanmu yang sedih, hibur kesedihannya agar dia bahagia. Kalau kamu sudah mengenal dirimu, kamu sudah mengenal lingkungan mu. Saya pastikan kamu akan disayang dicintai oleh seluruh masyarakat Kabupaten Bogor,” imbuhnya.
Terkait proses hukum yang tengah berlangsung, Rudy, usai podcast saat ditanya wartawan menjawab lugas dan penuh wibawa. Ia meminta masyarakat mengedepankan asas praduga tak bersalah dan menyerahkan proses hukum kepada aparat penegak hukum.
Rudy juga mengajak masyarakat bersama-sama memerangi korupsi sekaligus tidak membuat opini sendiri sebelum proses hukum berjalan.
“Kami Pemerintah Kabupaten Bogor tunduk, patuh terhadap segala kebijakan, segala langkah-langkah yang hari ini sedang ditempuh oleh aparat penegak hukum, Komisi Pemberantasan Korupsi,” ujarnya.
Disisi lain, Rudy juga memastikan pelayanan terhadap masyarakat tetap berjalan optimal. “Pelayanan tidak boleh terganggu sama sekali,” tegas Rudy.
Tak hanya itu, Rudy juga memastikan sejumlah program, baik yang sedang dijalankan ataupun yang telah dicanangkan oleh Pemkab Bogor, tetap berjalan seperti biasanya.
Termasuk rencana pembangunan infrastruktur seperti pembangunan konektivitas Jalan Tegar Beriman menuju Bojonggede-Kemang serta pengembangan poros baru di wilayah selatan menuju Cisarua.
Selain itu, Pemkab Bogor juga mendorong konektivitas wilayah barat melalui Jalan Melasari hingga Sukabumi serta pengembangan wilayah Bogor Timur, termasuk koneksi Transyogi dengan pusat pertumbuhan ekonomi baru.
“Kasihan masyarakat. Kita jumlah penduduk terbesar se-Indonesia, jangan sampai beberapa persoalan yang ada di Kabupaten Bogor akhirnya membuat penyelenggara pemerintahan yang lain takut untuk melangkah,” tandasnya. (don)












