Jakarta, Pelitabaru.com – BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Jakarta Kebayoran Baru bergerak cepat dan langsung berkoordinasi dengan Pengurus Pusat Taman Iskandar Muda (PP TIM) terkait adanya laporan bahwa salah satu anggotanya bernama Ramli Abu Bakar (60) telah menjadi korban peristiwa penembakan oleh oknum TNI AL di lokasi rest area tol Tangerang-Merak Km.45, Desa Pabuaran, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, Banten, pada Kamis tanggal 2 Januari 2025.
Korban yang diketahui sebagai bendahara TIM cabang Tangerang tersebut kini mendapatkan perawatan secara intensif di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta Pusat.
Tim dari Bidang Pelayanan dan Bidang Kepesertaan Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Kebayoran Baru melakukan pertemuan kembali dengan pihak PPTIM dan perwakilan TIM dari cabang Tangerang terkait proses pelayanan dan perawatan Ramli di RSCM Jakarta, Senin (6/1/2025).
Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Kebayoran Baru Husaini ketika dikonfirmasi oleh awak media mengatakan, pihaknya (BPJS Ketenagakerjaan) turut berduka atas penembakan yang menimpa dua warga Aceh di rest area Tol Tangerang-Merak, yang mana salah satu korbannya bernama Ramli Abu Bakar merupakan peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan Kebayoran Baru. Ramli mengalami kondisi kritis dengan luka tembak di punggung kanan tembus tangan kiri.
“Kami mewakili pihak BPJS Ketenagakerjaan, mendoakan bagi saudara Ramli segera pulih dan bisa beraktifitas kembali, dan turut berduka cita yang sebesar-besarnya atas satu korban lainnya yang telah meninggal dunia,” ucapnya.
Husaini menjelaskan, pihaknya akan menanggung semua biaya pengobatan dan perawatan selama di rumah sakit hingga sembuh total sesuai dengan indikasi medis. Ramli terdaftar sebagai peserta BPU (Bukan Penerima Upah) di BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Jakarta Kebayoran Baru sejak Bulan September 2024 dengan 2 (dua) program perlindungan yakni program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan program Jaminan Kematian (JKM) dengan iuran perbulan sebesar Rp16.800.
Dengan perlindungan program JKK tersebut, Ramli berhak mendapatkan manfaat berupa perawatan hingga sembuh total sesuai indikasi medis di Rumah Sakit Pusat Layanan Kecelakaan Kerja (PLKK) yang kerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan. Dalam hal ini mendapatkan perawatan di RSCM Jakarta.
Husaini mengingatkan agar kejadian musibah ini, menjadi pembelajaran kepada kita semua akan pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan. Menurutnya, yang namanya risiko bisa terjadi kapan saja dan dimana saja.
“Sebab itu Negara hadir melalui BPJS Ketenagakerjaan sebagai instrument penyelenggara jaminan sosial untuk mengurangi dampak dari risiko sosial tersebut,” pungkasnya.
Staf sekretariat PPTIM Azis Mahdani turut memberikan keterangan, menurutnya Ramli saat ini masih menjalani perawatan di RSCM Jakarta Pusat dan mengenai biaya perawatannya sepenuhnya akan ditanggung oleh BPJS Ketenagakerjaan. Pihaknya terus memantau kondisi kesehatan Ramli dan melakukan koordinasi dengan BPJS Ketenagakerjaan Kebayoran Baru terkait proses pelayanan kecelakaan kerja yang dialami oleh Ramli.
Sementara itu ketua TIM cabang Tangerang Usman mengucapkan terima kasih kepada Ketum PPTIM Muslim Armas, pihak sekretariat PPTIM dan pihak BPJS Ketenagakerjaan yang telah membantu proses pelayanan pengobatan di rumah sakit. “Alhamdulillah operasi pengangkatan peluru dari tubuh Ramli juga sudah selesai dilakukan oleh tim dokter RSCM, mari kita doakan semoga cepat proses penyembuhannya,” ucapnya.
Sebagaimana diketahui, PPTIM sudah menjalin kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Kebayoran Baru untuk memberikan perlindungan sosial kepada pekerja sektor formal maupun informal dalam keluarga besar Taman Iskandar Muda, induk organisasi paguyuban masyarakat Aceh yang berbasis di Jabodetabek. (adi/*)












