Rapat Koordinasi Dengan Para Petani Tanaman Hias dan Buah, Bupati Rudy Buktikan Pasar Petani Garuda Bukan Omon-Omon

oleh
banner 468x60

Bogor, Pelita Baru

Pasar Petani Garuda, yang digagas Bupati Rudy Susmanto sebagai ruang strategis untuk mendukung pemasaran hasil pertanian lokal, khususnya komoditas buah dan tanaman hias unggulan Kabupaten Bogor, bukan sekedar omon-omon.

banner 336x280

Hal itu dibuktikan orang nomor satu di Bumi Tegar Beriman itu, dengan sejumlah rencana dan tindaklanjut percepatan penataan sekaligus penetapan operasional Pasar Petani Garuda secara terperinci dan mendetail, dalam Rapat Koordinasi dengan para petani tamanan hias dan buah di Pendopo Bupati Bogor, Cibinong, Sabtu (17/1/2026).

“Kami duduk bersama untuk bermusyawarah dan menyatukan langkah guna mempercepat proses penataan serta penetapan operasional Pasar Petani Garuda dapat berjalan secara optimal dan segera dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat,” tegas Rudy.

Menurut Rudy, kehadiran Pasar Petani Garuda tidak hanya menjadi sarana transaksi jual beli, tetapi juga menjadi wadah pemberdayaan petani agar memiliki akses pasar yang lebih luas dan berkelanjutan.

“Pasar Petani Garuda hadir bukan sekadar menjadi harapan baru, juga hadir memberikan kesempatan yang lebih luas bagi para petani buah dan tanaman hias untuk tumbuh, mandiri, dan sejahtera,” papar Rudy.

Lebih lanjut, Rudy juga menegaskan, Pemerintah Kabupaten Bogor berkomitmen untuk terus mendorong percepatan penataan serta memastikan operasional Pasar Petani Garuda berjalan sesuai dengan kebutuhan petani dan masyarakat, sehingga dapat menjadi penggerak ekonomi lokal di Kabupaten Bogor.

Sinergi antara pemerintah daerah, komunitas petani, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci utama dalam mewujudkan Pasar Petani Garuda sebagai pusat ekonomi kerakyatan yang tertata, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Rudy ingin Pasar Petani Garuda, yang tak hanya menjadi fasilitas bagi para petani lokal untuk menjajakan hasil buminya, tapi juga mendongkrak perekonomian sekaligus kesejahteraan warga Kabupaten Bogor.

Hal itu dikuatkan dengan rencana Rudy yang menginginkan Pasar Petani Garuda, terhubung dengan kegiatan Car Free Day (CFD) yang rutin digelar di Jalan Tegar Beriman setiap Minggu. Ia membayangkan kawasan itu menjadi pusat aktivitas hijau, tempat warga bisa membeli tanaman sekaligus berpartisipasi dalam penanaman pohon.

“Kita ingin masyarakat bukan hanya menikmati rindangnya pohon, tapi juga bisa ikut menanam dan membeli tanaman dari petani lokal,” ujar Rudy.

Selain pasar, Pemkab Bogor juga memanfaatkan sejumlah lahan tidur yang ada di sekitarnya. Diantaranya dengan menyiapkan kawasan di sekitarnya sebagai hutan kota.

Rudy menyebut sebagian lahan di sekitar lokasi sudah ditanami sejak beberapa bulan lalu. Fokusnya adalah menjaga fungsi kawasan sebagai lumbung air, sekaligus ruang hijau di pusat kota.

“Sempat terpikir menjadikan kawasan ini sentra bambu, karena bambu mampu menyerap air cukup banyak. Kalau ada pohon yang harus dipindahkan, kami pastikan tetap ditanam ulang di lokasi lain,” ujarnya

Terlepas dari itu, ia menegaskan, seluruh bibit tanaman di kawasan itu akan berasal dari kelompok tani lokal, baik tanaman buah maupun tanaman hias. “Semua murni hasil pembibitan petani. Mereka menata, merawat, sekaligus menjualnya langsung ke masyarakat,” tandas Rudy Susmanto.

Berdiri diatas lahan kurang lebih dua hektar, dan terletak tak jauh dari pusat pemerintahan daerah Kabupaten Bogor, Cibinong, Pasar Petani Garuda memang solusi dari kendala utama para petani, yakni soal pemasaran hasil buminya.

“Dengan penataan yang kavling-kavling, nantinya pasar ini akan diisi oleh kelompok tani dari berbagai wilayah di Kabupaten Bogor. Para petani menempatkan hasil taninya disini, yang kemudian nanti bisa dibeli oleh warga masyarakat yang membutuhkan,” kata Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman (DPKP) Kabupaten Bogor, Eko Mujiarto dalam video TikTok yang diunggah akun Bogor Istimewa, dilihat baru-baru ini.

Lebih lanjut, Eko juga menjabarkan, Pasar Petani Garuda ini akan menjadi pusat ekonomi sekaligus sarana bagi petani untuk meningkatkan produktivitasnya dalam menunjang perekonomian daerah.

“Untuk sementara bagaimana caranya menarik para petani masuk ke sini, kemudian mereka bisa mengembangkan kegiatannya disini, dan warga masyarakat juga bisa mendapatkan tanaman buah disini. Yang penting mereka mereka berjalan dulu, mereka hidup dulu, soal nanti teknis apakah nanti sewa atau bagaimana, nanti kita cari jalan yang terbaik,” ujarnya.

Pantauan di lokasi, untuk tahap pertama, Pasar Petani Garuda sudah 100 persen selesai. Tahap selanjutnya Pemkab Bogor akan fokus pada pekerjaan perapihan dan peningkatan fasilitas pendukung, seperti pembuatan turap untuk mencegah potensi longsor serta perbaikan dan pembangunan saluran drainase.

Berikutnya akan dibangun fasilitas penunjang lainnya seperti toilet dan musala. Rencana pekerjaan tahap kedua Pasar Petani Garuda ditargetkan masuk dalam perencanaan anggaran tahun 2026, menyesuaikan dengan ketersediaan anggaran yang ada. (don)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *