Prabowo Dengar Kritik Masyarakat

oleh
banner 468x60

Jakarta, Pelita Baru

Presiden Prabowo Subianto dinilai sudah berubah. Sang kepala negara kini seolah mendengar kritikan masyarakat, baik dari sisi personal maupun kebijakan-kebijakan yang diterapkannya.

banner 336x280

Hal itu diungkap pengamat politik yang juga mantan Menteri Koordinator Bidang  Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD yang menyebut, Prabowo sudah melakukan banyak pembenahan mulai dari sikap berpidato hingga kebijakan terkait program Makan Gizi Gratis (MBG).

“Pak Prabowo nampak berubah. Misalnya satu, sudah lama kan dia tidak pergi ke luar negeri. Padahal dulu hampir setiap minggu kan, sekarang nggak pernah,” kata Mahfud dalam video yang diunggah di kanal YouTube pribadinya dilihat Rabu (2/9/2026).

Dari sisi kebijakan, Mahfud mencontohkan Prabowo kini terlihat lebih jarang melakukan perjalanan ke luar negeri dibandingkan pada awal masa pemerintahannya. Perubahan itu, menurut dia, terlihat setelah muncul kritik terhadap intensitas kunjungan luar negeri Presiden.

Mahfud kemudian mengaitkan perubahan tersebut dengan kritik yang sebelumnya disampaikan diplomat dan akademisi Dino Patti Djalal. Namun, ia mengaku tidak mengetahui apakah perubahan kebijakan perjalanan Prabowo merupakan respons langsung terhadap kritik tersebut.

“Ketika muncul kritik yang dimotori oleh Dino Patti Djalal itu, kemudian sekarang Pak Prabowo nggak ke luar negeri lagi,” ujar Mahfud.

Menurut Mahfud, setelah bulan Ramadan hingga saat ini, Prabowo tidak lagi terlihat sesering sebelumnya melakukan perjalanan ke luar negeri. “Saya nggak tahu sesudah bulan puasa sampai sekarang itu kayaknya nggak pernah lagi, kan kritiknya tuh saat-saat bulan puasa,” katanya.

Mahfud juga melihat perubahan pada gaya komunikasi Prabowo. Presiden, kata dia, kini lebih berhati-hati ketika melakukan improvisasi dalam pidato. Mahfud tidak mempersoalkan improvisasi dalam pidato seorang pejabat.

Namun, menurut dia, improvisasi yang terlalu sering justru berpotensi mengurangi kewibawaan Presiden karena mudah dipotong dan disebarluaskan dalam bentuk meme maupun parodi.

“Improvisasinya ada tapi sedikit-sedikit, tidak terlalu banyak improvisasi karena itu menjadi ketawaan orang akhirnya, bukan menambah kewibawaan, bukan menambah keakraban,” ujar Mahfud.

Ia menilai perubahan cara berkomunikasi tersebut dapat memberi dampak positif apabila dilakukan secara konsisten. Bagi Mahfud, gaya komunikasi seorang presiden bukan sekadar persoalan penyampaian pesan. Cara berbicara di hadapan publik juga berkaitan dengan citra dan kewibawaan kepala negara.

Selain aktivitas Presiden dan gaya pidato, Mahfud menyoroti perkembangan program Makan Bergizi Gratis atau MBG. Ia menilai program tersebut mulai mengalami penataan ulang. Mahfud mengakui masih ada persoalan dalam pelaksanaannya, tetapi ia melihat perubahan kebijakan yang dinilainya lebih baik.

“MBG sudah ditata ulang, sudah perubahannya, sudah bagus. Masih terjadi beberapa, tapi sudah ada perubahan kebijakan,” kata Mahfud.

Ia juga memberikan apresiasi terhadap kepemimpinan baru dalam pengelolaan program tersebut. Menurut Mahfud, respons terhadap persoalan yang muncul merupakan langkah yang patut diapresiasi.

“Dengan ketua yang baru ini baru patut dipuji lah bahwa itu direspons, mudah-mudahan perbaikannya terus terjadi,” ujarnya.

Mahfud berharap pembenahan MBG tidak berhenti pada perubahan kebijakan di tingkat atas. Perbaikan, menurut dia, perlu terus dilakukan agar persoalan dalam pelaksanaan program dapat diminimalkan.

Pengamatan Mahfud tersebut memperlihatkan sejumlah perubahan yang ia nilai terjadi dalam pemerintahan Prabowo. Mulai dari frekuensi perjalanan luar negeri, gaya komunikasi Presiden, hingga penataan program prioritas seperti MBG.

Sementara itu, hasil survei lembaga Poltracking Indonesia menunjukkan tingkat kepercayaan publik terhadap Pemerintahan Prabowo-Gibran tercatat berada di angka 63,2 persen.

Peneliti utama Poltracking Masduri Amrawi mengatakan hasil survei itu menunjukkan mayoritas masyarakat masih menaruh kepercayaan terhadap pemerintahan.

“Kepercayaan ini mencerminkan harapan masyarakat yang kuat agar pemerintah terus melakukan langkah perbaikan kinerja secara berkelanjutan. Publik juga meyakini bahwa pemerintahan Prabowo-Gibran memiliki komitmen dan kapasitas mumpuni untuk segera membenahi berbagai tantangan ekonomi nasional,” kata Masduri dalam keterangan tertulis, dilansir Rabu (2/9/2026).

Survei tersebut juga merekam angka kepuasan masyarakat yang berada pada angka 55,1 persen. Angka itu dinilai menunjukkan berbagai program strategis yang telah diluncurkan oleh kabinet cukup memberikan pengaman sehingga approval rating cenderung stabil.

Survei juga merekam kinerja pemerintah dalam berbagai sektor krusial pembangunan. Sektor pendidikan memimpin dengan tingkat kepuasan mencapai 63,9 persen, disusul oleh bidang sosial budaya sebesar 63,7 persen dan kesehatan pada 62,6 persen.

Sementara itu, kepercayaan yang tinggi juga menaungi berbagai institusi negara. Tentara Nasional Indonesia (TNI) meraih predikat lembaga paling dipercaya dengan skor 67,9 persen, diikuti oleh institusi Kepresidenan yang meraih angka 57,7 persen.

Selain itu, survei menemukan sebanyak 51,9 persen responden sepakat penyegaran jajaran menteri dinilai perlu untuk semakin mengakselerasi pemulihan ekonomi dan penegakan hukum.

“Kami melihat ada antusiasme dan keyakinan publik bahwa segala masukan akan dijawab dengan langkah taktis serta penyempurnaan program oleh pemerintah,” ujarnya.

Poltracking menyelenggarakan survei nasional pada pertengahan Agustus 2026, dengan menggunakan metode stratified multistage random sampling.

Sekedar informasi, pengambilan data lapangan dilakukan pada tanggal 14 – 20 Agustus 2026. Sampel pada survei ini adalah 1220 responden dengan margin of error sekitar 2.9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Klaster survei menjangkau 38 provinsi di seluruh Indonesia secara proporsional berdasarkan data jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) 2024, sedangkan stratifikasi survei ini adalah proporsi jenis kelamin pemilih.

Pengumpulan data dilakukan oleh pewawancara terlatih melalui wawancara tatap muka terhadap responden yang telah terpilih secara acak serta dibantu teknologi aplikasi. Setiap pewawancara mewawancarai 10 responden untuk setiap satu desa/kelurahan terpilih. (fuz/*)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *