Bontang, Pelitabaru.com – Komitmen Pemerintah Kota Bontang dalam mengatasi pengangguran dan memberdayakan masyarakat kembali ditunjukkan melalui kegiatan “Sosialisasi Bantuan Modal Usaha bagi Pencari Kerja (Pencaker)” yang digelar pada Senin lalu, bertempat di Auditorium Taman 3D, Jalan Awang Long.
Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, turut dihadiri unsur Forkopimda, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Abdu Safa Muha, para pencari kerja, serta mitra program seperti Bank Kaltimtara dan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bontang.
Dalam sambutannya, Agus Haris menekankan bahwa pemberdayaan ekonomi masyarakat merupakan amanat konstitusi yang harus terus diwujudkan oleh pemerintah daerah. Salah satunya melalui akses bantuan permodalan kepada pelaku UMKM, pengusaha individu, pencari kerja, serta kelompok disabilitas.
“Intervensi seperti ini sangat strategis untuk menekan angka pengangguran dan kemiskinan. Dan ini bukan kerja pemerintah semata, melainkan hasil sinergi lintas sektor, termasuk perusahaan lewat dana CSR,” ungkap Agus Haris.
Berdasarkan data Disnaker per Juni 2025, tercatat ada 5.425 pencari kerja di Kota Bontang. Pemerintah menargetkan penurunan angka ini melalui sejumlah langkah seperti pelatihan berbasis jabatan, reformasi sistem penempatan kerja, dan pembentukan tim percepatan ekonomi daerah. Di samping itu, regulasi khusus untuk perlindungan UMKM juga tengah disiapkan.
Disnaker juga mengalokasikan pelatihan khusus bagi penyandang disabilitas sebagai bagian dari upaya menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang inklusif.
Kepala Disnaker Bontang, Abdu Safa Muha, menuturkan bahwa bantuan modal usaha yang diberikan bukan hanya berupa uang tunai, tetapi juga dibarengi dengan pelatihan dan pendampingan berkelanjutan bagi peserta.
“Kami ingin ini menjadi langkah awal yang kokoh untuk pelaku usaha kecil agar mampu berkembang dan menciptakan lapangan kerja baru,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor adalah kunci keberhasilan program ini agar benar-benar berdampak di masyarakat.
Dukungan serupa juga datang dari Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bontang, Arvino. Ia menyatakan bahwa program bantuan modal usaha ini sejalan dengan inisiatif Inclusive Job Center (IJC) yang digagas BPJS Ketenagakerjaan untuk membuka akses yang lebih luas bagi pekerja disabilitas.
“Program seperti ini dapat menghapus hambatan dalam akses dan partisipasi di dunia kerja, sehingga semua individu bisa terlibat secara setara di pasar tenaga kerja,” ujar Arvino.
Dalam kesempatan yang sama, BPJS Ketenagakerjaan juga menyerahkan santunan secara simbolis sebesar Rp42 juta kepada tiga ahli waris peserta program, yaitu keluarga dari almarhum Juharif Saputra, Sri Mulyati, dan Dewi Sarkiah. (adi/*)












