Jakarta, pelitabaru.com – Program Studi Sains Komunikasi Universitas Djuanda (UNIDA) berpartisipasi dalam kegiatan Penjajakan Kerjasama dan Panel Discussion bertajuk International Research Partnerships and Grant Opportunities in Communication Studies yang diselenggarakan oleh ASPIKOM Korwil Jabodetabek bekerja sama dengan Universitas Esa Unggul dan Mapúa Malayan Colleges Laguna, Filipina. Kegiatan berlangsung pada Rabu (24/6/2026) di Ruang 207 Gedung A Universitas Esa Unggul, Jakarta.
Keikutsertaan Program Studi Sains Komunikasi UNIDA merupakan bagian dari komitmen institusi dalam memperluas jejaring akademik internasional, meningkatkan kualitas penelitian, serta membuka peluang kolaborasi riset dan hibah internasional bagi dosen dan mahasiswa.
Kegiatan diawali dengan diskusi panel yang menghadirkan Prof. James Ronald Mesina dari External Linkages, Internationalization and Transnational Education (ELITE), Dr. Nia Sarinastiti, M.A., Dewan Pakar ASPIKOM Korwil Jabodetabek, dengan moderator Muh. Ruslan Ramli, S.Sos., M.Si., Ph.D., Ketua Program Magister Ilmu Komunikasi Universitas Esa Unggul. Acara dibuka oleh Ketua ASPIKOM Korwil Jabodetabek, Dr. Erna Febriani, M.Si.
Dalam paparannya, Prof. James Ronald Mesina menyatakan, tantangan global di bidang komunikasi, seperti kecerdasan buatan (AI), misinformasi, komunikasi kesehatan digital, komunikasi politik, platform digital, dan komunikasi lintas budaya, hanya dapat dijawab melalui riset kolaboratif yang melibatkan berbagai bidang keilmuan.
“Di institusi kami, kolaborasi antara dosen komunikasi dengan ilmu komputer, teknologi informasi, psikologi, dan manajemen telah menghasilkan berbagai inovasi, mulai dari pengembangan aplikasi kesehatan mental hingga penelitian mengenai pengaruh AI terhadap opini publik serta publikasi bersama di forum internasional,” paparnya.
Lebih lanjut Prof. James Ronald Mesina menekankan bahwa internasionalisasi perguruan tinggi tidak cukup hanya melalui mobilitas akademik, tetapi harus diwujudkan melalui kolaborasi lintas disiplin dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
“Saya mendorong perguruan tinggi di Indonesia dan Filipina untuk memperkuat co-authorship, co-teaching, program micro-credential, serta pengabdian masyarakat lintas negara sebagai strategi membangun daya saing akademik di tingkat ASEAN maupun global,” kata Prof. James Ronald Mesina.
Ketua Program Studi Sains Komunikasi Universitas Djuanda, Robby Firliandoko, S.I.Kom., M.Si., mengatakan bahwa materi yang disampaikan dalam forum tersebut memberikan perspektif baru mengenai pentingnya penguatan jejaring internasional melalui penelitian kolaboratif, publikasi bersama, serta inovasi pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat global.
“Forum ini menjadi ruang yang sangat berharga bagi kami untuk memperluas wawasan sekaligus membangun jejaring internasional. Kolaborasi dalam bentuk riset bersama, publikasi kolaboratif, dan pengembangan pembelajaran yang inovatif merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas akademik sekaligus memperkuat daya saing perguruan tinggi di tingkat regional maupun global,” ujar Robby.
Ia menambahkan, keikutsertaan Program Studi Sains Komunikasi Universitas Djuanda dalam forum tersebut juga membuka peluang kerja sama yang lebih luas dengan berbagai perguruan tinggi anggota ASPIKOM maupun mitra internasional.
“Melalui jejaring ini, kami berharap dapat meningkatkan kualitas penelitian, memperluas akses terhadap hibah internasional, serta menghasilkan luaran akademik yang memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu komunikasi di tingkat global. Ke depan, Program Studi Sains Komunikasi Universitas Djuanda berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi internasional melalui penelitian bersama, pertukaran akademik, publikasi kolaboratif, dan pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi,” tutupnya. (adi)












