Bogor, pelitabaru.com – Proyek pembangunan tol Depok-Antasari (Desari) seksi III, Sawangan-Bojonggede, bakal segera dilanjutkan. Sinyal itu diungkap Kepala Kantor Pertanahan (Kakantah) Kabupaten Bogor 1, Sontang Coin Manurung kepada wartawan, Selasa (9/6/2026).
Menurutnya, Kantah Kabupaten Bogor 1 sudah memperoleh pelimpahan dari Kantor Wilayah (Kanwil) BPN Provinsi Jawa Barat, untuk mulai melakukan inventarisasi dan identifikasi status lahan yang akan terimbas pembangunan tol tersebut.
“Konstruksi Seksi 3 ditargetkan mulai pada April 2026 lalu, dan ditargetkan beroperasi pada Oktober 2027,” ujar Sontang.
Sebagai langkah awal, Sontang mengaku akan segera membentuk tim Penetapan Lokasi (Penlok), yang nantinya, tak hanya melakukan inventarisasi dan identifikasi tapi juga menghitung biaya ganti rugi lahan kepada masyarakat terdampak.
“Setelah tim terbentuk kita sosialisasi setelahnya baru melakukan pendataan untuk itu proses UGM (Uang Ganti Rugi-red) ke masyarakat,” ungkap eks Kakantah Jakarta Utara itu.
Terkait tim yang dibentuk, Sontang juga memastikan, Kantah Kabupaten Bogor 1 tidak sendiri tapi dalam prosesnya akan didampingi Kejaksanaan Negeri (Kejari) dan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bogor.
“Kita akan segera melakukan musyarawah kepada masyarakat,” papar pria kelahiran Danau Toba ini.
Sekadar diketahui, Seksi 3 (Sawangan–Bojong Gede): Pembebasan lahan terus dikebut dan konstruksi fisik utama ditargetkan berjalan mulai April 2026. Seksi ini direncanakan beroperasi pada Oktober 2027.
Seksi 4 (Bojong Gede–Salabenda) sendiri ini ditargetkan menyusul beroperasi pada awal 2028 dan akan menghubungkan Tol Bogor Ring Road (BORR) di Junction Salabenda. (adi)












