Bupati Rudy Evaluasi Kinerja Pemda Kabupaten Bogor

oleh
banner 468x60

Bogor, Pelita Baru

Bupati Bogor, Rudy Susmanto seolah tak berhenti berinovasi. Ditengah gejolak ekonomi dan tantangan fiskal yang tengah mengantui pemerintah daerah saat ini, orang nomor satu di Bumi Tegar Beriman itu, tetap punya cara untuk menyukseskan pembangunan daerah.

banner 336x280

Salah satunya adalah, melakukan pendataan yang lebih detail, lebih efektif, terukur, dan tepat sasaran. Hal itu ditekankannya dalam rapat evaluasi kinerja Pemda Kabupaten Bogor Bersama BPS di Cibinong, Senin (8/6/2026).

“Di tengah gejolak ekonomi global dan berbagai tantangan fiskal yang dihadapi saat ini, kita harus menghadirkan program pembangunan yang berbasis data, tepat sasaran, dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat,” ujar Rudy Susmanto.

Menurutnya, dengan basis data yang efektif, terukur, dan tepat sasaran, pembangunan yang dicanangkan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Karena itu, Rudy mengaku, semua langkah yang ditempuh itu tentunya tak bisa dilakukan sendiri.

Perlu ada koordinasi dengan seluruh perangkat daerah untuk terus memperkuat kolaborasi dan sinergi dalam menyelesaikan berbagai tantangan pembangunan, terutama dari sisi penelaahan terhadap berbagai indikator pembangunan daerah sebagai bahan penyusunan kebijakan dan perencanaan anggaran yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

“Mari bergandeng tangan memperkuat sinergi untuk menghadirkan pembangunan yang memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Kabupaten Bogor,” tegasnya.

Pemkab Bogor sendiri, tegas Rudy, berkomitmen memastikan setiap program pembangunan berjalan lebih optimal, akuntabel, dan selaras dengan kebutuhan serta harapan masyarakat.

Sementara itu, terkait program strategisnya di tahun 2027 terutama soal pembangunan Jalan Bojonggede-Kemang (Bomang), Rudy menegaskan pembangunan ke depan harus dilakukan secara seimbang dengan memperhatikan aspek infrastruktur, lingkungan, dan ekonomi masyarakat.
Rudy menegaskan seluruh program harus berjalan secara terintegrasi agar memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat.

“Pembangunan infrastruktur, ketahanan pangan, pengelolaan lingkungan, dan pertumbuhan ekonomi tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. Seluruhnya harus saling mendukung agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat Kabupaten Bogor,” kata Rudy.

Sekedar diketahui, dalam pengembangannya, Jalan Bomang sepanjang 8 kilometer itu diharapkan dapat menjadi pusat pertumbuhan baru yang memperkuat konektivitas wilayah, meningkatkan produktivitas sektor pangan, membuka peluang usaha, serta mendorong pemerataan pembangunan di Kabupaten Bogor.

Sebagai bagian dari konsep pengembangan kawasan, Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) diarahkan membangun sejumlah titik tematik yang menampilkan potensi unggulan sektor perikanan dan peternakan Kabupaten Bogor yang terintegrasi dengan tata ruang wilayah.

Di sektor ketahanan pangan, Pemkab Bogor menyiapkan lahan seluas 24 hektare yang akan dikembangkan menjadi pusat percontohan pertanian (demplot) skala besar. Program tersebut akan dilaksanakan melalui kolaborasi dengan TNI sebagai upaya mendukung percepatan swasembada pangan.

Sementara itu, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (Distanhorbun) ditugaskan membangun fasilitas greenhouse modern untuk pengembangan tanaman buah dan komoditas hortikultura unggulan.

Aspek tata air juga menjadi perhatian dalam pengembangan kawasan tersebut. Perumda Air Minum Tirta Kahuripan ditugaskan menyiapkan skema penyediaan air guna mendukung kebutuhan irigasi greenhouse, kawasan tematik perikanan dan peternakan, serta lahan demplot pertanian. (duan/*)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *