Merauke, Pelitabaru.com – Mantri kesehatan hewan di Distrik Semangga kini mulai dibekali keterampilan menggunakan teknologi ultrasonografi (USG) untuk mendeteksi kebuntingan sapi. Pendampingan ini dilakukan oleh Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 17 IPB sebagai upaya meningkatkan kapasitas mantri dalam melakukan pelayanan kesehatan ternak.
Selama ini, mantri kesehatan hewan di Distrik Semangga belum pernah mendapatkan pendampingan secara langsung terkait pengoperasian USG untuk pemeriksaan kebuntingan. Padahal, teknologi ini dapat membantu mendeteksi kebuntingan sapi lebih dini, yakni sekitar satu bulan setelah inseminasi buatan (IB). Selain itu, USG juga dapat digunakan untuk mengamati kondisi ovarium serta mengidentifikasi gangguan reproduksi pada sapi.
Melalui pendampingan ini, mantri kesehatan hewan mendapatkan penjelasan dan praktik langsung mengenai pengoperasian alat USG serta cara membaca hasil pemeriksaan. Edukasi dilakukan langsung oleh Ketua Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 17 IPB bersama drh. Moh. Adis Mawaddah P. Saramba.
Bagi para mantri, kegiatan pendampingan ini menjadi kesempatan untuk mengenal sekaligus mempraktikkan penggunaan teknologi USG secara langsung di lapangan. “Ternyata seperti ini cara menggunakan USG. Hasilnya terlihat jelas, jadi kita bisa tahu kalau ada gangguan pada reproduksi sapi,” ungkap Yani, Selasa (20/10/2026).
Ketua Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 17 IPB, Dr. drh. Dwi Budiono, M.Si., menyampaikan bahwa edukasi dan pendampingan ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan diri mantri dalam melakukan pelayanan kesehatan ternak.
“Harapannya para mantri semakin percaya diri dalam mengoperasikan USG. Kalau sering dipraktikkan, nanti mereka akan terbiasa” ungkap Dwi Budiono saat melakukan pendampingan kepada mantri kesehatan hewan.
Edukasi penggunaan USG yang dilakukan Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 17 IPB menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia di sektor peternakan. Langkah ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto mengenai penguatan kualitas SDM sebagai fondasi dalam mewujudkan kemandirian bangsa Indonesia.
“Berjiwa besar, jangan punya rasa rendah diri, jangan punya rasa kalah sebelum berjuang,” ujar Presiden Prabowo dalam sambutannya pada Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor di Ponorogo pada Sabtu (19/9/2026).
Sejalan dengan arahan presiden, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) juga turut menegaskan bahwa peningkatan kapasitas dan kualitas SDM menjadi faktor penting dalam mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045.
“Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi negara maju. Tapi tantangannya juga tidak sedikit. Di situlah saya menekankan pentingnya membangun human capital, kualitas sumber daya manusia,” ujar Menko AHY usai menghadiri acara wisuda Universitas Nasional pada Sabtu 24 Oktober 2026.
Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara juga turut menekankan tentang pentingnya generasi muda menjadi pemecah masalah di tengah masyarakat.
“Indonesia membutuhkan SDM yang tidak lagi menunggu perintah, tetapi mampu melihat masalah, menganalisisnya, lalu menghadirkan solusi. Itulah yang kami sebut sebagai Disiplin Inisiatif,” ujar Mentrans Iftitah. (adi/*)












