Batam, Pelitabaru.com – Bukan karena SARA seperti yang berkembang di masyarakat, dua kelompok massa yang terlibat bentrokan diduga terkait persoalan lahan. Bentrokan terjadi di kawasan Setokok, tepatnya di sekitar Jembatan III Barelang, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Senin (14/9/2026).
Informasi yang dihimpun harian pelita baru, ihwal nya perselisihan diduga berkaitan dengan persoalan penguasaan lahan di kawasan Setokok.
Dari informasi yang beredar di lapangan, satu kelompok disebut berada di pihak perusahaan, yakni PT MIG, yang mendapatkan kuasa untuk melakukan pemagaran dan pembersihan lahan di lokasi tersebut.
Sementara kelompok massa lainnya disebut berada di pihak para penggarap lahan, yang mengklaim belum menerima ganti rugi, meski lahan yang mereka tempati telah dikuasai. Persoalan tersebut kemudian diduga memicu ketegangan hingga berujung bentrokan antar kedua kelompok.
Kapolsek Bulang Ipda Aziz saat dikonfirmasi terkait kejadian tersebut belum memberikan keterangan lebih lanjut. “Saya lagi di lokasi, nanti saya hubungi ya,” kata Aziz singkat.
Sementara itu, Kapolresta Barelang Kombes Anggoro Wicaksono mengatakan bentrokan berawal dari konflik kepemilikan lahan yang sudah berlangsung cukup lama. Menurutnya, polisi sebelumnya telah melakukan berbagai langkah mitigasi untuk mencegah terjadinya konflik.
“Ini diawali karena adanya konflik masalah lahan, yang mana permasalahan ini sudah cukup lama berjalan. Kami dari Polresta Barelang maupun Polda sudah melaksanakan langkah-langkah mitigasi,” kata Anggoro Selasa (15/9/2026).
Akibat bentrokan itu, dua orang meninggal dunia. Polisi juga mencatat tujuh orang dari salah satu kelompok mengalami luka, sementara tiga orang dari kelompok lainnya turut menjadi korban luka.
Para korban bentrokan kemudian dibawa ke RS Budi Kemuliaan untuk menjalani perawatan.
Hingga kini, aparat kepolisian masih berada di lokasi untuk menangani situasi dan mendalami penyebab terjadinya bentrokan. Kapolda Kepri Irjen pol Asep Safrudin SIK didampingi Kapolresta Barelang Kombes Pol Anggoro Wicaksono Sik menjenguk korban insiden tersebut di RS Budi Kemuliaan, Kota Batam. ( TBAS )












