Jakarta, Pelita Baru
Pelatihan Aparatur Sipil Negara (ASN) menjadi Komponen Cadangan (Komcad) diharapkan bisa menumbuhkan jiwa nasionalisme yang sama untuk mengabdi kepada masyarakat dan negara.
Komcad sendiri diatur dalam UU No. 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara. Pasal 28 ayat 2 UU tersebut menjelaskan Komcad merupakan pengabdian dalam usaha pertahanan negara yang bersifat sukarela.
Karo Infohan Setjen Kemhan Brigjen Rico Ricardo Sirait mengatakan, hingga saat ini sudah ada 987 ASN yang mendaftar dari total 2.000 kuota yang disediakan.
Rico mengatakan 987 ASN itu berasal dari kementerian yang berkantor di wilayah Jakarta dan sekitarnya. “Itu akan dilaksanakan bulan April ini. Sekarang sudah masuk tahap registrasi dan pendaftaran sesuai dengan Undang-Undang tentang PSDN tahun 2019 Nomor 23,” kata Karo Infohan Setjen Kemhan Brigjen Rico Ricardo Sirait dikutip, Kamis (26/2/2026).
Ia menjelaskan pada tahap awal pelatihan diberikan kepada 2 ribu ASN dalam waktu satu setengah bulan. Setelahnya, dilanjut pelatihan bagi 2 ribu ASN lainnya. “Nanti pelaksanaannya di daerah-daerah satuan-satuan militer yang ada di wilayah Jakarta,” katanya.
Rico menegaskan program pelatihan itu bersifat sukarela dan tidak ada paksaan. Pesertanya berasal dari 49 kementerian/lembaga disesuikan dengan sumber daya manusia masing-masing.
“Misalnya satu kementerian A jumlahnya 1.000, kementerian B jumlahnya 500, maka kuotanya dari kementerian A ya mungkin hanya 50 orang, kementerian B hanya 10 orang. Kuotanya disesuaikan dengan jumlah sumber daya manusia yang ada di situ,” katanya.
Rico mengatakan ASN yang akan mengikuti pelatihan juga nantinya akan diseleksi. “Tujuannya dari seleksi adalah dipastikan yang bersangkutan sehat, dipastikan yang bersangkutan tidak ada kondisi fisik yang membatasi. Kalau secara gender, apakah laki-laki dan perempuan, itu diserahkan kepada instansi ataupun kementeriannya masing-masing,” ujarnya.
Gelombang pertama pelatihan aparatur sipil negara (ASN) sebagai komponen cadangan (Komcad) akan dimulai pada April tahun ini. Rico melanjutkan, ASN yang akan melakoni pelatihan sebagai komcad ini akan melewati berbagai persyaratan dan seleksi ketat. Salah satu persyaratannya yakni tidak dalam paksaan atau sukarela.
Dia berharap dengan pelatihan ini, seluruh ASN dapat memiliki semangat dan jiwa nasionalisme yang sama untuk mengabdi kepada masyarakat dan negara.
Sementara itu, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin menyampaikan pelatihan dasar militer ini akan diikuti oleh ASN yang berusia 18 hingga 35 tahun. Sjafrie menyebut pelatihan komcad ini bertujuan menumbuhkan jiwa nasionalisme dan cinta Tanah Air dalam pengabdian kepada negara.
“Semester pertama 2026 ASN sudah mulai kita latih dan untuk semester pertama ini kita pusatkan di kementerian di Jakarta, kurang lebih 4.000 orang,” kata Sjafrie di Bogor, Sabtu (31/1/2026) lalu.
Sjafrie mengatakan ASN yang mengikuti pelatihan komcad tak diproyeksikan menggantikan tugas TNI sebagai ujung tombak keamanan negara. Ia berharap jiwa nasionalisme para ASN semakin meningkat, sehingga semangat melayani masyarakat serta negara semakin tinggi.
Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan mengatakan pelatihan Komcad ini akan diikuti oleh ASN yang berasal dari 49 Kementerian/Lembaga. “Jadi salah satu bentuk kesemestaan pertahanan kita itu adalah seluruh komponen bangsa terlibat di dalam pertahanan negara, salah satunya melalui bentuk komponen cadangan, dan kita akan harapannya bisa menjadikan seluruh ASN Komcad,” kata Donny.
Ia mengaku telah meminta nama-nama ASN ke kementerian/lembaga untuk mengikuti pelatihan ini. Setelahnya, nama-nama itu akan diseleksi sebelum mengikuti pelatihan selama sekitar dua bulan.
“Saya rasa ini akan sejalan dengan tugas mereka di ASN. Ini kan hanya sekitar dua bulan mereka mendapatkan pelatihan Komcad ini, setelah itu mereka kembali lagi melaksanakan tugas sebagai ASN. Jadi tidak ada halangan ataupun konflik dari tugas-tugas mereka nantinya,” katanya. (din/*)












