Bogor, Pelita Baru
Kepemimpinan Rudy Susmanto sebagai Bupati Bogor, tak perlu diragukan lagi. Tak hanya soal ketegasannya dalam memimpin roda pemerintahan, yang sudah teruji dengan sejumlah program yang berkenaan langsung dengan masyarakat, ia juga begitu dermawan terhadap rakyatnya.
Hal itu dapat dibuktikan dari sejumlah pengakuan warga yang merasakan langsung uluran tangannya. Hebatnya lagi, bantuan yang diberikan tanpa pamrih ini tak hanya soal urusan kepemerintahan tapi hingga persoalan pribadi.
“Alhamdulillah, meski kami hanya warga biasa, tapi berkat bantuan Pak Rudy, kami bisa memperbaiki atap rumah kami yang nyaris ambruk saat musim penghujan kemarin,” ujar Dayat (63) seorang warga Bojonggede kepada Pelita Baru, Minggu (19/4/2026).
Lebih lanjut, Dayat yang sehari-harinya berjualan sayur mayur di beranda rumahnya ini juga mengaku sangat menaruh hormat kepada Bupati Rudy, yang menurutnya, mau membantu tanpa melihat latar belakang orang yang dibantunya.
“Mungkin pak Rudy sudah lupa, tapi kami tidak akan pernah lupa dengan bantuan yang berikannya, meski kami tidak pernah bertemu langsung tapi bantuannya bisa kami terima,” akunya.
Tak hanya Dayat, sejumlah warga lainnya pun memberikan apresiasi kepada Rudy Susmanto. Yuni, misalnya. Warga Kelurahan Pabuaran Mekar ini mengaku mengapresiasi kontribusi Rudy bahkan saat menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Bogor dulu.
“Pak Rudy selalu memperhatikan kebutuhan warga Kelurahan Pabuaran. Bahkan, banyak aspirasi kami yang beliau realisasikan langsung tanpa mengandalkan anggaran pemerintah. Ini menunjukkan ketulusan beliau,” ungkap Yuni.
Senada, Siti, warga Ciriung juga mengaku sangat bersyukur dengan kehadiran Rudy Susmanto sebagai Bupati Bogor. Meski bantuan yang diterimanya dalam bentuk program mudik gratis, namun Siti mengaku sangat tersentuh dengan inovasi Rudy memberikan kemudahan dan sangat peduli akan warganya sendiri.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur bisa ikut program ini. Sudah tiga tahun saya tidak pulang kampung karena kesulitan tiket dan biaya. Tahun ini lima keluarga bisa berangkat bersama. Terima kasih kepada Bapak Bupati Bogor dan Polres Bogor,” ujarnya haru.
Ungkapan serupa disampaikan Nurhanif, yang menyebut program ini sangat membantu masyarakat kecil di tengah mahalnya biaya perjalanan.
“Saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Bupati Bogor dan Polres Bogor. Program ini benar-benar menunjukkan kepedulian kepada rakyat. Kami sangat terbantu, sekarang bisa pulang ke Yogyakarta dan berkumpul dengan keluarga,” katanya.
Terbaru, sikap dermawan Rudy Susmanto juga nampak dalam upaya menciptakan kawasan yang lebih tertib, aman, dan nyaman bagi masyarakat Babakan Madang dan Parung.
Disini, Rudy tak jumawa sebagai seorang pemimpin. Ia justru dengan rendah hati, merangkul dan mendengar langsung masukan dari para Pedangan Kaki Lima (PKL). Ia bahkan rela berjalan kaki guna meninjau langsung lokasi yang akan ditata.
Tak hanya itu, Rudy juga tak segan-segan mampir ke warung warga, mengobrol sambil memakan durian dan melayani dengan senang hati permintaan foto dari warga. “Kami tata semua, dari pasar, jembatan hingga infrastruktur lainnya. Kita tindaklanjuti, intinya, dari Bogor untuk Indonesia,” ujarnya dilihat dari video yang diunggah akun facebook Rudy Susmanto dilihat Minggu (19/4/2026).
Terlepas dari itu, yang pasti, ujar Rudy, kebijakan penataan ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan pasar yang lebih terorganisir serta meningkatkan kenyamanan bagi pedagang maupun pembeli.
“Kami memahami harapan masyarakat akan infrastruktur yang memadai. Perbaikan terus kami lakukan secara bertahap, mengingat luasnya wilayah Kabupaten Bogor yang terdiri dari 40 kecamatan, 416 desa, dan 19 kelurahan, serta jumlah penduduk yang sangat besar,” jelasnya.
Menurut Rudy, langkah penataan yang dilakukan pemerintah bukan bertujuan menggusur para pedagang, melainkan menata kawasan agar lebih rapi dan tertib.
“Penataan ini bukan untuk menggusur pedagang, tetapi untuk menata agar lebih rapi dan tertib. Bangunannya gak saya bongkar, gak saya gusur. Luarnya dirapihin, Bapak Ibu gak usah bayar. Ga usah keluar duit. Saya yang nyiapin. Bapak tetap dagang. Asbesnya saya ganti dengan model genteng. Kita rapihin, bapak tetap lanjut dagang. Buka mah buka, intinya kita gak nyingkirin orang dagang. Orang masih bisa dagang, tapi sepanjang jalan ini rapih,” kata Rudy saat berkomunikasi langsung dengan sejumlah pedagang di lokasi.
Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung program penataan dan pembangunan yang sedang dilakukan oleh pemerintah daerah.
“Kami mohon dukungan dari semua pihak. Tantangan yang dihadapi cukup besar, namun dengan kebersamaan kita bisa mewujudkan Kabupaten Bogor yang lebih baik,” pungkasnya. (duan/*)












