Dari Malasari Bogor Lahir, Rudy Susmanto Tekankan Pemerataan Pendidikan

oleh
banner 468x60

Bogor, pelitabaru.com – Dari tanah Malasari inilah Kabupaten Bogor, Kota Bogor, hingga Kota Depok pertama kali lahir. 544 tahun kemudian, Bupati Bogor Rudy Susmanto kembali ke “titik nol” itu untuk upacara HJB ke-544 di Lapangan Citalahab, Desa Malasari, Nanggung, Rabu 3/6/2026. Tapi bukan seremoni yang ia tonjolkan. Rudy justru meminta satu hal mendesak, bangun sekolah untuk anak-anak Malasari.

Bupati menjelaskan kenapa Malasari dipilih jadi lokasi HJB ke-544. Ini bukan tanpa alasan sejarah.

banner 336x280

“Saat itu Bupati pertama berkantor di Desa Malasari yang sekaligus sebagai pelaksana tugas Plt Bupati Lebak, yakni pak Raden Ipik Gandamana,” ungkap Rudy Susmanto.

Rudy mengakui Malasari punya potensi luar biasa. Wilayah ini masuk Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS), masih asri, dan menyimpan kekayaan alam.

“Potensinya sangat luar biasa ada mineral emas dan mineral panas bumi karena tanahnya merupakan Taman Nasional Gunung Halimun Salak TNGHS yang masih terpelihara asri,” katanya.

Namun di balik kekayaan alam itu, ada ironi. Sektor pendidikan Malasari tertinggal jauh. Anak-anak di sana bahkan belum bisa sekolah setiap hari dalam seminggu.

“Meski memiliki potensi wisata dan kekayaan alam yang luar biasa, saat ini sektor pendidikan di kawasan tersebut masih jauh tertinggal dari wilayah lainnya. Kami ingin anak-anak sekolah bisa sekolah bukan cuma dua kali, tapi seminggu,” kata Rudy.

Karena itu, Rudy menaruh harapan besar ke PT Sumi Asih yang menguasai lahan perkebunan teh luas di sepanjang Malasari. Ia minta perusahaan jangan hanya fokus wisata.

“Jangan gara-gara urusan lahan itu sekolah tidak terbangun, jangan gara-gara infrastruktur itu kesehatan tidak terbangun,” katanya.

Ke depan, Rudy bertekad mengejar ketertinggalan. Pemkab akan segera bangun sekolah, fasilitas kesehatan, hingga sarana pendidikan setara wilayah lain.

HJB ke-544 di Malasari jadi pengingat, dari tanah leluhur inilah Bogor dimulai.

“Harapannya dengan adanya sekolah nanti 10 sampai 20 tahun ke depan sumber daya manusianya akan tumbuh dengan baik dan Desa Malasari bisa lebih maju dari desa lainnya,” katanya. (Fex)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *