Jakarta, Pelita Baru
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung upaya Presiden Prabowo Subianto dalam menjaga perdamaian dunia di tengah konflik global yang sedang terjadi.
Karena itu, ia meminta agar seluruh rakyat dapat bersatu mendukung penuh langkah yang diambil pemerintah. Seruan itu diungkapnya dalam acara safari Ramadan di Polda Sumsel, pada Sabtu (7/3/2026) sore.
“Beberapa waktu yang lalu Bapak Presiden mengundang tokoh-tokoh elit, mengundang para tokoh-tokoh agama untuk kemudian berembuk bersama apa yang harus kita lakukan dan salah satu kuncinya kita harus solid dalam menghadapi situasi saat ini,” tuturnya.
Tak hanya soal kebijakan luar negeri, Presiden, kata Kapolri juga terus melakukan mitigasi agar perekonomian masyarakat tetap dapat terjaga dan tidak terdampak begitu besar akibat eskalasi antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.
“Oleh karena itu, dalam kesempatan ini tentunya mari kita bersama-sama menghadapi situasi yang ada dengan semangat yang sama. Yakinlah bahwa pemerintah tentu akan melakukan langkah-langkah yang terbaik,” tambahnya.
Di tengah konflik global, Sigit memaparkan bahwa, Pemerintah Indonesia terus melakukan diplomasi dengan mengedepankan politik luar negeri bebas aktif. Hal itu juga disertai komitmen pada prinsip negara non blok guna memitigasi dampak eskalasi global.
Selain itu, kata Sigit, Indonesia juga turut berperan aktif dalam mendorong upaya perdamaian antara Palestina dan Israel, serta Iran dan Israel-Amerika Serikat dengan bergabung dalam Board of Peace melalui pendekatan Two State Solution.
“Mari kita berdoa bersama, kita berikhtiar bersama agar semua tantangan yang sedang kita hadapi ini bisa kita lalui dan kita bisa mendukung, kita bisa mandiri,” tambahnya.
Pada kesempatan itu, Kapolri juga mengungkap upaya dari Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat kemandirian Bangsa Indonesia di tengah terjadinya dinamika konflik global dewasa ini.
Salah satunya, Pemerintah telah menetapkan berbagai program dan kebijakan yang dirumuskan dalam misi Asta Cita, 17 program prioritas, 8 program hasil terbaik cepat, serta 8 sasaran prioritas nasional.
“Berbagai kebijakan tersebut diwujudkan melalui upaya hilirisasi energi dan industri serta swasembada pangan guna memperkuat kemandirian bangsa, sehingga Indonesia mampu berdiri di atas kaki sendiri,” kata.
Sigit mengungkapkan, saat ini, Pemerintah mendorong hilirisasi di berbagai sektor, antara lain industri bauksit, baterai listrik, otomotif, semikonduktor, serta berbagai komoditas strategis lainnya.
Secara keseluruhan terdapat sekitar 18 program hilirisasi besar, termasuk proyek waste to energy yang tersebar di 34 wilayah. Selain itu, penguatan juga dilakukan pada sektor pangan, perikanan, dan industri makanan.
Pemerintah juga mendorong peningkatan lifting minyak melalui pembukaan sumur-sumur baru, optimalisasi pengelolaan sumur tua, serta mengurangi ketergantungan impor dari negara lain khususnya terkait pangan dan energi.
“Berbagai upaya tersebut diharapkan dapat membuka ruang ekonomi dan lapangan kerja yang luas. Untuk itu, diperlukan dukungan bersama, termasuk dari para buruh dan rekan-rekan ojek online, sehingga seluruh program berjalan on the track dan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat luas,” tutur Sigit.
Menurut Sigit, salah satu hal penting yang perlu dijaga adalah iklim investasi yang kondusif, sehingga hilirisasi dan investasi dapat terus berkembang, baik melalui Penanaman Modal Asing (PMA) maupun Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).
“Karena itu, dalam situasi seperti ini dibutuhkan kekuatan seluruh elemen bangsa, termasuk buruh dan komunitas ojek online, untuk terus bersatu padu menjaga persatuan dan kesatuan, tidak mudah terprovokasi, serta bersama-sama mengawal stabilitas nasional,” tutup Sigit. (fuz/*)












