Indonesia Harus Jadi Bangsa Percaya Diri dan Mandiri, Prabowo: Pangan Dan Energi Fondasi Negara Merdeka

oleh
banner 468x60

Jakarta, Pelita Baru

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa kemandirian pangan dan energi merupakan fondasi utama bagi tegaknya sebuah negara merdeka. Menurut Kepala Negara, peradaban modern tidak akan dapat berdiri kokoh apabila suatu bangsa masih bergantung pada pasokan kebutuhan dasar dari negara lain.

banner 336x280

“Kita mengerti bahwa peradaban modern itu tergantung pada hal-hal yang esensial bagi berdirinya sebuah negara merdeka. Tentunya yang pertama, negara merdeka harus bisa menghasilkan pangannya sendiri. Ini sangat mendasar,” ujar Presiden dalam keterangan resminya dikutip Selasa (13/1/2026).

Selain pangan, Presiden menekankan bahwa energi merupakan pilar kedua yang tidak kalah penting. Menurutnya, Indonesia memiliki anugerah sumber daya energi yang sangat besar dan dapat menjamin kemandirian energi nasional apabila dikelola secara optimal.

“Selain pangan, energi juga harus bisa kita hasilkan sendiri. Alhamdulillah, bangsa Indonesia diberi karunia yang luar biasa. Kita memiliki sumber-sumber energi yang sangat besar,” jelasnya.

Presiden menyebutkan bahwa batu bara dapat diolah menjadi berbagai produk energi, seperti gas, bensin, hingga dimethyl ether (DME). Selain itu, Indonesia juga memiliki potensi panas bumi terbesar di dunia yang hingga kini belum dimanfaatkan secara maksimal.

“Kita juga punya potensi geotermal terbesar di dunia yang belum kita manfaatkan secara optimal. Selain itu, kita memiliki energi air, dan ke depan kita akan mengembangkan tenaga surya dengan panel-panel untuk listrifikasi,” kata Presiden Prabowo. 

Ia menegaskan bahwa pemerintah akan terus mendorong pengembangan energi baru dan terbarukan agar Indonesia benar-benar mampu memenuhi kebutuhan energinya secara mandiri tanpa ketergantungan impor.

“Tidak perlu kita impor energi dari luar. Ini sasaran kita. Kita harapkan dalam lima tahun bisa mencapai itu. Kalau tidak lima tahun, bisa enam atau tujuh tahun. Yang penting kita menuju ke sana, dan dengan kerja keras kita bisa mencapainya lebih cepat,” tandas Presiden Prabowo.

Pemerintah menilai penguatan kemandirian pangan dan energi menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas nasional serta memperkuat posisi Indonesia di tengah dinamika global. 

Karena itu, lanjutnya, ia mengingatkan pentingnya membangun bangsa yang percaya diri dan bangga terhadap kemampuan sendiri. Kepala Negara juga menekankan bahwa Indonesia tidak boleh terus-menerus merasa rendah diri atau bergantung pada bangsa lain, melainkan harus mampu berdiri di atas kaki sendiri di setiap bidang kehidupan.

“Kita harus jadi bangsa yang percaya diri. Kita harus jadi bangsa yang bangga dengan prestasi kita. Kita tidak boleh jadi bangsa yang rendah diri, bangsa yang selalu merasa kalah dan merasa tidak mampu bersaing dengan bangsa lain,” ujar Presiden.

Presiden menegaskan bahwa kepercayaan diri bangsa harus tercermin dalam seluruh sektor, mulai dari ekonomi, pangan, hingga energi. Menurutnya, hanya bangsa yang kuat dan mandiri yang mampu menjaga kedaulatan dan martabatnya di tengah persaingan global. “Di setiap bidang kehidupan, kita harus menjadi bangsa yang kuat, bangsa yang percaya diri, dan bangsa yang mampu berdiri di atas kaki kita sendiri,” tegasnya.

Dalam konteks ketahanan energi, Presiden menyampaikan kebanggaannya atas langkah konkret pemerintah menuju kemandirian energi nasional. Ia menilai kemandirian energi sebagai syarat mutlak bagi kemerdekaan sejati suatu bangsa, terlebih Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah. “Hari ini kita melangkah lebih jauh di bidang energi menuju kemampuan untuk mandiri. Kita tidak boleh bergantung pada energi dari luar,” ujarnya.

Presiden Prabowo juga secara terbuka mengakui adanya persoalan tata kelola di tubuh PT Pertamina (Persero) dalam beberapa tahun terakhir. Oleh karena itu, ia menegaskan komitmennya untuk membersihkan perusahaan pelat merah tersebut dari praktik korupsi, manipulasi, serta kebijakan impor yang merugikan negara dan rakyat.

“Siapa yang tidak bekerja dengan baik, pecat. Jangan ragu-ragu. Demi bangsa dan rakyat, harus berani. Banyak anak muda yang hebat, cari dan beri kesempatan,” tegas Presiden.

Lebih lanjut, Kepala Negara menekankan bahwa pengelolaan sumber daya energi nasional harus dilakukan secara amanah, bersih, dan transparan. Ia mengingatkan bahwa praktik mark up merupakan bentuk penipuan dan pencurian yang tidak dapat ditoleransi. 

“Mari kita kelola kekayaan bangsa ini untuk rakyat. Pemerintahan harus bersih, manajemen harus amanah, dan sumber daya negara harus dikelola sebaik-baiknya,” tandasnya.

Peresmian RDMP Balikpapan dinilai menjadi tonggak penting transformasi energi nasional, sekaligus penegasan arah kepemimpinan Presiden Prabowo dalam membangun kedaulatan energi, kesejahteraan rakyat, dan harga diri bangsa. (fuz)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *