Dorong Pertumbuhan Kearifan Ekonomi Lokal, Bupati Rudy Jual Pangan Murah Untuk Warganya

oleh -62 Dilihat
banner 468x60

Bogor, Pelita Baru

Sektor ekonomi Kabupaten Bogor dibawah kepemimpinan Rudy Susmanto mulai terlihat. Hal itu tak lepas dari kebijakan-kebijakan yang diterapkan baik yang berkenaan langsung dengan masyarakat maupun program berjangka menengah maupun panjang.

banner 336x280

Pada kerja langsung yang berkenaan langsung dengan masyarakat, Rudy sukses menjalankan amanah Presiden Prabowo Subianto melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) Istimewa 2025 secara masif di seluruh wilayah Kabupaten Bogor.

Hebatnya, bak sekali dayung dua tiga pulau terlampaui, Rudy tak hanya sekedar menjual pangan murah untuk warganya tapi juga berhasil mendorong pertumbuhan kearifan ekonomi lokal.

Terbukti, berdasarkan Survei Pelaksanaan GPM 2025 terhadap 582 responden, 60% menyatakan sangat puas, sedangkan 40% menyatakan puas, sehingga tingkat kepuasan rata-rata berada pada kategori PUAS. Bahkan, 100% responden menyatakan puas atau sangat puas atas pelaksanaan program ini.

“Kami ingin memastikan setiap warga Kabupaten Bogor dapat memenuhi kebutuhan pangan dengan harga terjangkau, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal,” ujar Rudy dikutip Selasa (30/12/2025).

Pernyataan Rudy bukan tanpa fakta. Data Pemkab Bogor menunjukkan, GPM Istimewa 2025 telah dilaksanakan sebanyak 546 kali. Dari rangkaian kegiatan tersebut, total pangan yang didistribusikan mencapai 2.300 ton dengan nilai perputaran ekonomi sekitar Rp34 miliar.

Program ini menjangkau sedikitnya 1,6 juta warga Kabupaten Bogor. Capaian tersebut disebut sebagai hasil kolaborasi lintas sektor antara pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan dalam menjaga keterjangkauan harga bahan pangan.

Bupati Bogor Rudy Susmanto menegaskan, bahwa GPM dirancang tidak hanya sebagai upaya distribusi bahan pangan, tetapi juga sebagai instrumen perlindungan daya beli masyarakat.

Menurut Rudy, kehadiran GPM menjadi solusi konkret bagi masyarakat, terutama kelompok berpenghasilan rendah, untuk tetap bisa mengakses bahan pangan berkualitas dengan harga di bawah pasar. Berbagai komoditas pokok seperti beras, minyak goreng, gula, telur, dan kebutuhan pangan lainnya tersedia lengkap dan dinilai layak konsumsi.

“Gerakan Pangan Murah ini bukan sekadar program distribusi bahan pokok, tetapi juga wujud kepedulian kami terhadap kesejahteraan masyarakat,” tegas Rudy.

Terlepas dari itu, yang pasti, keberhasilan diakui Rudy, menjadi motivasi bagi pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kualitas dan jangkauan program GPM di masa mendatang.

Pemerintah Kabupaten Bogor bertekad menjadikan Gerakan Pangan Murah sebagai program unggulan dalam pengendalian inflasi daerah sekaligus meringankan beban ekonomi masyarakat, khususnya dalam memenuhi kebutuhan pangan pokok.

Selama ini, GPM rutin digelar sebagai bagian dari strategi pengendalian inflasi daerah serta menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan. Rudy Susmanto menegaskan bahwa program ini juga berkontribusi dalam upaya penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Bogor.

“Program ini dapat meningkatkan daya beli masyarakat dan membantu menekan angka kemiskinan, khususnya bagi warga berpenghasilan rendah,” jelasnya.

Rudy berharap rangkaian kegiatan tersebut membawa manfaat luas bagi masyarakat. “Ini untuk meringankan belanja warga dengan harga pangan yang lebih murah dari pasar, berkualitas, mudah diakses, serta menjaga kondusivitas ekonomi di Kabupaten Bogor,” ucapnya.

Antusiasme masyarakat terhadap GPM pun terlihat jelas di setiap pelaksanaannya. Program ini dinilai sebagai salah satu kegiatan favorit, khususnya bagi kaum ibu rumah tangga. Pelaksanaan yang tertata rapi, profesional, serta suasana belanja yang nyaman menjadi nilai tambah di mata warga.

“Saya berharap ke depan GPM tidak hanya ditambah jumlah kegiatannya, tetapi juga diperluas hingga ke wilayah yang jauh dari pusat kota,” ujar Fatimah, salah satu warga saat membeli pangan murah di GPM yang dihelat di Cibinong, belum lama ini.

Ia menilai, pemerataan lokasi, penambahan kuota komoditas, serta besaran subsidi menjadi faktor penting agar manfaat Gerakan Pangan Murah dapat dirasakan lebih luas oleh seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Bogor. (don)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *