Bogor, Pelita Baru
Bupati Bogor, Rudy Susmanto memastikan segera menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto terkait penerapan program gentengisasi dan penertiban spanduk. Menariknya lagi, Rudy tak hanya melihat arahan itu sebagi sebuah perintah, namun anjuran manjur dalam upaya melestarikan lingkungan.
Menurutnya dengan penggunaan bahan material yang ramah lingkungan, hal ini tak hanya berdampak baik bagi alam tapi juga kesehatan orang-orang yang ada di sekitarnya. “Itu menjadi pesan penting bagi kami di Pemerintah Kabupaten Bogor, bahwa setiap pembangunan harus memperhatikan aspek lingkungan,” tegasnya, Rabu (4/2/2026).
Rudy meyakini, program gentengisasi bukan sekedar program biasa. Program ini, kata Rudy, diluncurkan Presiden Prabowo dengan pertimbangan matang yang komprehensif. “Tentunya arahan dari Presiden, beliau adalah panglima tertinggi dan pemimpin tertinggi bangsa Indonesia. Ketika beliau memberikan pesan, arahan, dan amanah, tentu beliau sudah berpikir jauh dan panjang. Kepentingannya adalah untuk yang terbaik bagi seluruh masyarakat Indonesia,” ujar Rudy.
Karena itu, dalam implementasi program ini, Rudy tak hanya akan menerapkannya pada rumah-rumah warga tapi juga kantor-kantor pemerintahan. Menurutnya, bangunan milik pemerintah sudah semestinya menjadi contoh dalam penggunaan produk yang ramah lingkungan.
“Apa yang sudah menjadi arahan dan instruksi beliau akan kita tindak lanjuti satu per satu sesuai tahapannya. Tentunya kita akan mengoptimalkan penerapannya pada bangunan-bangunan baru maupun bangunan lama, serta berkolaborasi dengan seluruh unsur masyarakat,” jelasnya.
Sebelumnya, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menginstruksikan penerapan program gentengisasi, yakni penggunaan atap genteng pada bangunan-bangunan di Indonesia.
Prabowo mengumumkan program gentengisasi nasional ini saat berpidato dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, pada Senin (2/2/2026).
Dalam rapat yang dihadiri kepala daerah seluruh Indonesia tersebut, Prabowo mengeluhkan masih banyak rumah warga di kota dan desa yang beratapkan seng. Prabowo menyebut rumah beratap seng tidak sedap dipandang.
“Saya ingin semua atap Indonesia pakai genteng. Jadi, nanti gerakannya adalah gerakan, proyeknya adalah proyek gentengisasi seluruh Indonesia,” kata Prabowo.
“Ini sangat penting, turis dari luar, untuk apa dia datang melihat seng berkarat? Karat itu lambang degenerasi. Saya berharap dua-tiga tahun Indonesia tidak akan kelihatan karat,” tambah Prabowo.
Sementara itu, Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan prorgam gentengisasi nasional yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto diperkirakan memakan anggaran kurang dari Rp1 triliun.
Purbaya menyebut program penggantian atap seng menjadi genteng tidak memerlukan anggaran besar. Sebab, kata Purbaya, program ini hanya menyasar rumah warga yang masih memakai seng.
“Yang diganti yang pakai seng, paling hanya berapa puluh persen. Jadi, harusnya angkanya lebih kecil. Ini kan masih hitungan kasar sekali, bisa dikendalikan angkanya,” kata Purbaya di Jakarta, Selasa (3/2/2026).
Purbaya menegeaskan pemerintah masih memiliki cadangan fiskal untuk membiayai program gentengisasi. Purbaya mencontohkan anggaran bisa dipotong dari cadangan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Ada kemungkinan dari situ (MBG). Ada kemungkinan dari tempat lain,” tandas Purbaya. (don)












