BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Rawamangun Lindungi Non-ASN Labkesda DKI Jakarta 

oleh
banner 468x60

Jakarta, Pelitabaru.com – BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Jakarta Rawamangun mengadakan kegiatan sosialisasi program BPJS Ketenagakerjaan bagi Non Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Laboratorium Kesehatan Dearah (LABKESDA) Provinsi DKI Jakarta.

Kegiatan sosialisasi ini merupakan bagian dari upaya strategis dalam memperluas cakupan kepesertaan dan meningkatkan pemahaman pekerja Non-ASN terhadap pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.

banner 336x280

Dalam acara sosialisasi tersebut disampaikan secara rinci dari lima program BPJS Ketenagakerjaan yaitu Jaminan Kecalakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Pensiun (JP) dan Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP).

Deni Suwardani selaku Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Rawamangun menyampaikan bahwa perlindungan jaminan sosial merupakan hak seluruh pekerja, termasuk mereka yang berstatus Non-ASN.

“Tenaga Non-ASN juga memiliki risiko kerja yang sama dengan ASN. Oleh karena itu, penting bagi mereka untuk mendapatkan perlindungan melalui program BPJS Ketenagakerjaan, agar dapat bekerja dengan rasa aman dan nyaman” ujar Deni, Selasa (22/4/2025).

Deni menjelaskan program JKK memberikan perlindungan atas risiko kecelakaan yang terjadi saat bekerja, baik di tempat kerja maupun dalam perjalanan menuju datau dari tempat kerja.

Sedangkan untuk JKM memberikan santunan kepada ahli waris jika peserta meninggal dunia bukan akibat kecelakaan kerja. “Hal ini tentu sangat membantu meringankan beban keluarga yang ditinggalkan,” kata Deni.

Deni juga menyoroti tentang pentingnya program JHT sebagai bentuk tabungan jangka Panjang bagi peserta. Dana JHT dapat digunakan untuk berbagai keperluan dimasa pensiun, seperti kebutuhan hidup sehari-hari atau modal usaha.

Selain itu, ia juga menjelaskan mengenai program JP yang bertujuan untuk memberikan penghasilan bulanan setelah peserta mencapai usia pensiun.

Tidak ketinggalan, program JKP dirancang untuk membantu peserta yang kehilangan pekerjaan agar dapat memenuhi kebutuhan hidup sementara waktu. Serta untuk mendapatkan akses pelatihan kerja untuk mendukung mereka kembali ke dunia kerja.

“Kami berharap para peserta program BPJS Ketenagakerjaan tidak hanya mendapatkan perlindungan finansial tetapi juga merasa lebih tenang dalam menjalani aktivitas pekerja,” cetus Deni.

Sosialisasi ini mendapat respon positif dari seluruh peserta yang hadir. Mereka menyampaikan apresiasi atas informasi yang disampaikan serta manfaat nyata yang dapat dirasakan dari program-program tersebut.

“Kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk menjangkau lebih banyak pekerja sektor Non-ASN di lingkungan Pemerintah Daerah, serta mendorong terciptanya lingkungan kerja yang lebih aman berkelanjutan dan pekerja bisa Kerja Keras Bebas Cemas,” tutup Deni. (adi/*)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *