Jakarta, Pelita Baru
Sebanyak 79,9 persen dari 1.220 responden mengaku puas dengan kerja Presiden Prabowo Subianto. Hal itu diumumkan lembaga riset Indikator Politik Indonesia dalam konferensi persnya, Minggu (8/2/2026).
“Jadi secara umum tidak terlalu berbeda dengan approval rating Presiden Prabowo Januari 2025 dibanding Januari 2026,” kata founder dan peneliti utama Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi.
Lebih lanjut, ia menjabarkan, sebanyak 13 persen responden menyatakan “sangat puas”, 66,9 persen responden menyatakan “puas”. Sedangkan 17,1 persen responden menyatakan “kurang puas”, dan tidak 2,2 persen responden menyatakan “tidak puas sama sekali”. Adapun sisanya yakni 0,8 persen responden tidak tahu/tidak jawab.
Burhanuddin juga mengatakan, persentase angka kepuasan (approval rating) yang didapat Prabowo itu cukup tinggi untuk ukuran seorang presiden. Bahkan, kata dia, angka itu lebih tinggi dibandingkan tingkat kepuasan terhadap Presiden Ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono di awal pemerintahannya tahun 2004, dan Presiden Ke-7 Joko Widodo setelah memenangkan Pilpres 2014.
“Approval rating Pak Prabowo lebih tinggi karena tadi Pak Prabowo bukan hanya menggantungkan modal elektoral dari dukungan dari Pak Prabowo sendiri tapi juga dari Pak Jokowi,” kata Burhanuddin.
Menurut dia, hasil tingginya tingkat kepuasan terhadap Prabowo itu juga ditopang oleh pemilih Gen Z. Meskipun kelompok generasi tua juga menyatakan puas, tetapi basis pemilih Prabowo pada Pilpres 2024 memang merupakan Gen Z.
“Kemarin 71 persen pemilih Gen Z itu mengaku memilih Pak Prabowo menurut exit poll kita. Dan sepertinya tidak beranjak ya dari basis pemilih yang puas sama Pak Prabowo,” ucap Burhanuddin.
Dari angka itu, menurut Burhanuddin, sebanyak 17,5 persen responden puas terhadap Prabowo karena memberantas korupsi. Sementara itu, 15,6 persen responden puas karena Prabowo sering memberi bantuan, 11 persen puas karena program kerjanya bagus, dan 10,5 persen puas karena menilai Prabowo sudah ada hasil kerjanya.
Adapun proses pengambilan data dalam survei itu dilakukan dengan metode wawancara secara langsung. Dengan tingkat kepercayaannya sebesar 95 persen dan margin of error sekitar 2,9 persen.
Semenntara itu, Presiden Prabowo sendiri menegaskan komitmen pemerintah untuk menegakkan keadilan dan menghadirkan kemakmuran bagi seluruh rakyat Indonesia sebagai amanat utama Undang-Undang Dasar 1945. Karena itu, Prabowo bertekad mewujudkannya dalam masa pemerintahannya.
“Pertama, tujuan nasional yang pertama adalah melindungi segenap tumpah darah bangsa Indonesia. Melindungi, saya terima tugas tersebut, saya terima mandat tersebut, dan saya mengartikan bahwa melindungi segenap tumpah darah artinya melindungi rakyat Indonesia,” ucapnya saat berpidato dalam Mujahadah Kubro Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) di Stadion Gajayana, Kota Malang, Provinsi Jawa Timur, Minggu (8/2/2026).
Keadilan dan kemakmuran tersebut, menurut Prabowo, hanya dapat terwujud apabila kekayaan bangsa dikelola secara jujur dan bertanggung jawab untuk kepentingan rakyat. Dia pun akan menyikat habis segala bentuk pelanggaran yang terjadi di Indonesia.
“Kita tidak boleh ragu-ragu, dan saya, dan pemerintah tidak akan ragu-ragu untuk melawan segala bentuk korupsi, segala bentuk penipuan, segala bentuk manipulasi, segala bentuk penggarongan atas kekayaan rakyat Indonesia. Saya tidak akan ragu-ragu, dan saya tidak akan mundur setapak pun,” ujar Prabowo.
Dia menyampaikan, pemerintah telah membuktikan komitmennya melalui langkah-langkah nyata. Prabowo menjabarkan langkah tersebut antara lain memastikan ketersediaan pupuk bagi petani secara adil dan terjangkau, mencapai swasembada beras, serta menurunkan harga pangan.
“Alhamdulillah pertama kali dalam sejarah Republik kita, cadangan beras kita di gudang-gudang kita yang tertinggi selama sejarah Republik Indonesia. Sejak 31 Desember 2025, Indonesia sekarang swasembada beras dan insyaallah sebentar lagi swasembada jagung, dan insyaallah dalam tiga tahun lagi kita akan swasembada pangan semuanya. Kita bertekad menurunkan harga pangan untuk seluruh rakyat Indonesia,” kata Prabowo.
Selain itu, pemerintah juga terus memperluas program perlindungan sosial dan peningkatan kesejahteraan rakyat, salah satunya melalui program Makan Gergizi Gratis (MBG). Langkah lainnya yang menjadi komitmen pemerintah yakni menciptakan lapangan kerja, membangun industrialisasi nasional, serta menyediakan jutaan rumah layak dan terjangkau bagi masyarakat.
“Kita sungguh-sungguh ingin menjadi negara maju, di mana seluruh rakyat Indonesia menikmati kemajuan dan kehidupan yang layak. Kita akan bangun jutaan rumah murah untuk seluruh rakyat kita yang membutuhkannya,” kata Prabowo. (dho/*)












