Februari, Negosiasi Tarif Impor AS Selesai!

oleh
Prasetyo Hadi
banner 468x60

Jakarta, Pelita Baru

Tarik ulur negosiasi terkait kebijakan tarif impor Amerika Serikat, akhirnya dipastikan akan selesai pada pertengahan Februari 2026. Hal itu dikatakan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menanggapi perkembangan terbaru agenda tersebut dilansir dari VOI, Rabu (28/1/2026).

banner 336x280

Menurut Prasetyo, kebijakan tarif yang dikaitkan dengan Presiden Donald Trump itu masih terus berjalan dan belum menemui kendala substansial. “Mungkin pertengahan Februari. Kemarin update terakhir dari Pak Menko Ekonomi, mungkin di pekan kedua bulan Februari,” katanya.

Prasetyo juga menyatakan hingga saat ini belum ada rencana Presiden RI Prabowo Subianto untuk melakukan kunjungan langsung terkait negosiasi tersebut. Penyesuaian waktu lebih disebabkan oleh masih adanya sejumlah hal yang perlu dicari titik temu oleh kedua belah pihak.

Meski demikian, ia menyatakan pergeseran jadwal bukan disebabkan oleh persoalan substansi. “Secara substansi insyaallah enggak ada masalah,” kata Prasetyo, seraya memohon doa agar proses negosiasi tersebut dapat berjalan lancar dan membawa sebesar-besarnya kepentingan bagi bangsa dan negara.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkap salah satu poin yang dibahas dalam rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta, terkait perkembangan finalisasi perundingan tarif dengan Amerika Serikat.

Presiden Prabowo Subianto sendiri sudah memanggil beberapa menterinya, yaitu Menko Airlangga, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, serta Menteri Investasi dan Hilirisasi/CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani untuk mengikuti rapat terbatas di Istana pada Senin (5/1/2026).

Rapat terbatas itu berlangsung selama lebih dari dua jam, kemudian selepas itu, Presiden Prabowo meninggalkan Istana menuju kawasan GBK, Senayan, untuk menghadiri Perayaan Natal Nasional Tahun 2025.

Airlangga juga menjelaskan perundingan tarif saat ini memasuki tahap akhir pengecekan dan penyusunan draf perjanjian. Dalam pertemuan berikutnya, tim negosiasi dari dua negara akan membahas poin-poin perjanjian yang lebih detail.

Pertemuan berikutnya dijadwalkan pada 12–19 Januari 2026 di Washington D.C., Amerika Serikat. “Itu (tanggal) 12–19. Itulegal draftingdetail,” kata Airlangga.

Menko Airlangga pada pekan terakhir Desember 2025 juga telah menemui Perwakilan Dagang Amerika Serikat/United States Representative (USTR) Ambassador Jamieson Greer di Washington D.C., AS.

Pertemuan itu menjadi salah satu upaya untuk finalisasi perundingan terkait tarif impor yang dikenakan oleh Pemerintah AS kepada Indonesia, yaitu sebesar 19 persen.

Selepas bertemu Greer, Airlangga menjelaskan langkah berikutnya yaitu pada minggu kedua Januari 2026, yaitu ditetapkan pada 12–19 Januari, tim perundingan dari dua negara akan melakukan pengecekan akhir draf perjanjian (legal scrubbingdanclean-up document). Tahapan itu ditargetkan rampung selama satu minggu.

Tahapan berikutnya, yaitu pada minggu ketiga Januari 2026, dokumen perjanjian (agreements on reciprocal trade/ATR) ditargetkan rampung. Airlangga menyatakan dalam pertemuannya dengan Greer, Indonesia dan AS telah menyepakati substansi perjanjian yang tercantum dalam draf perjanjian perdagangan timbal balik (ATR) Indonesia-AS.

Airlangga melanjutkan Indonesia berkomitmen membuka akses pasar bagi produk-produk Amerika Serikat, mengatasi berbagai hambatan non-tarif, memperkuat kerja sama bidang perdagangan digital dan teknologi, keamanan nasional, dan kerja sama komersial lainnya.

Sementara itu, Amerika Serikat berkomitmen memberi pengecualian tarif bagi sejumlah produk ekspor unggulan Indonesia yang tidak diproduksi di AS, di antaranya minyak kelapa sawit, kakao, kopi, teh, dan komoditas strategis lainnya.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sendiri mengumumkan kesepakatan dagang antara pemerintah AS dengan Indonesia. Lewat  akun media sosial, @realDonaldTrump, presiden dari Partai Republik itu menyebut kesepakatan tersebut menguntungkan semua pihak dan telah diteken secara langsung bersama Presiden Prabowo Subianto.

“Great deal, for everybody, just made with Indonesia. I dealt directly with their highly respected President. DETAILS TO FOLLOW!!! (Kesepakatan besar, untuk semua orang, baru saja dibuat dengan Indonesia. Saya berurusan langsung dengan Presiden mereka yang sangat dihormati. DETAIL SEGERA MENYUSUL!!!)” tulis Trump dalam unggahannya.

Pengumuman ini disampaikan di tengah berlangsungnya proses negosiasi tarif resiprokal antara Indonesia dan Amerika Serikat, yang ditargetkan selesai pada 1 Agustus 2025. (dho/*)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *