Jakarta, Pelitabaru.com – BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Jakarta Kebon Sirih menggelar layanan open booth di Pasar Gondangdia, Jakarta Pusat, guna mengoptimalkan sosialisasi dan perluasan kepesertaan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (Jamsostek) di kalangan masyarakat pekerja pasar.
Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Kebon Sirih, Indra Iswanto, mengatakan layanan open booth menjadi strategi efektif dalam mendekatkan informasi dan pelayanan kepada calon peserta. Menurutnya, lokasi dipilih pada pusat aktivitas ekonomi dan komunitas pekerja agar sosialisasi dapat tepat sasaran. “Seperti di pasar-pasar tradisional atau tempat kegiatan pekerja,” ujar Indra.
Indra menjelaskan layanan tidak hanya menunggu masyarakat datang, melainkan dilakukan secara aktif melalui penyisiran pasar oleh petugas BPJS Ketenagakerjaan. Dalam proses itu, petugas berdialog dan menawarkan pendaftaran untuk segmen pekerja penerima upah (PU) maupun bukan penerima upah (BPU). “Kami memperkenalkan kedua skema kepesertaan agar pekerja dapat memilih sesuai kondisi mereka,” kata Indra.
Melalui open booth tersebut, BPJS Ketenagakerjaan menyosialisasikan manfaat seluruh program Jamsostek, mulai dari Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Pensiun (JP), Jaminan Kematian (JKM), hingga Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) yang dapat diikuti pekerja PU.
Sementara bagi pekerja pasar, paket dasar perlindungan dapat diikuti melalui skema BPU dengan premi Rp16.800 per bulan untuk dua program yakni JKK dan JKM. Pekerja BPU juga dapat menambah program JHT dengan total iuran Rp36.800 per bulan, setara menabung sekitar Rp20 ribu untuk tabungan masa depan.
JHT memberikan manfaat berupa uang tunai sekaligus saat peserta memasuki usia pensiun, mengalami cacat total tetap, berhenti bekerja, atau meninggal dunia. Bagi peserta PU, JHT juga dapat dicairkan sebagian untuk kepemilikan rumah atau persiapan pensiun setelah kepesertaan 10 tahun.
Melalui pendekatan langsung di tengah aktivitas pasar, kegiatan ini diharapkan meningkatkan pemahaman masyarakat terkait perlindungan jaminan sosial sekaligus mempermudah akses pelayanan. Layanan juga membantu masyarakat melakukan pendaftaran, pembayaran iuran, pengecekan saldo JHT, serta pemasangan aplikasi JMO.
Indra menambahkan layanan open booth dapat digelar tanpa terikat hari kerja kantor. Menurutnya, fleksibilitas waktu mempermudah masyarakat mendapatkan informasi dan layanan tanpa harus mengunjungi kantor cabang. “Open booth memungkinkan masyarakat mengakses berbagai layanan secara langsung dan praktis,” ucap Indra.
Ia menyebutkan respons masyarakat pasar cukup positif terhadap kegiatan tersebut. Selain memberi pengetahuan tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, layanan bergerak mendekatkan BPJS Ketenagakerjaan dengan calon peserta di komunitas pekerja.
Indra memastikan kegiatan serupa akan terus dilakukan secara rutin di sejumlah titik potensial di wilayah DKI Jakarta. “Harapannya, semakin banyak pekerja maupun masyarakat yang bisa terlindungi oleh program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan,” sebut Indra. (adi/*)












