Tim Dosen IPB University Manfaatkan Limbah Lokal Menjadi Produk Bioaktivator Melalui Program PRIME STeP 2026

oleh
banner 468x60

Bogor, pelitabaru.com – Tim PRIME STeP 2026 melalui program ECO-CREATE Bogor: Pengelolaan Lingkungan Inklusif Berbasis Circular Economy untuk Pengembangan Komunitas di Kelurahan Mulyaharja, melaksanakan kegiatan Pelatihan Pembuatan Bioaktivator di AEWO, Kelurahan Mulyaharja, Kota Bogor, Kamis (13/8/2026).

Acara ini merupakan rangkaian kegiatan dari program Prime Step 2026, dimana langkah ini menjadi salah satu bentuk edukasi dan pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan bahan organik sebagai sumber daya alam yang tersedia di lingkungan sekitar menjadi produk bernilai guna, sekaligus mendorong penerapan ekonomi sirkular dalam pengelolaan lingkungan dan kegiatan pertanian di Mulyaharja.

banner 336x280

Pelatihan diikuti oleh perwakilan berbagai komunitas yang ada di Mulyaharja yaitu Kelompok Tani Dewasa (KTD), Kelompok Wanita Tani (KWT), Kelompok Taruna Tani (KTT), serta masyarakat, dari perwakilan RT/RW Kelurahan Mulyaharja.

Kegiatan itu pun turut dihadiri oleh Lurah Mulyaharja, Muslim Yuliantono S.Sos., M.Si, Kepala Seksi Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Mulyaharja, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Mulyaharja Agus Faisal, Tim PRIME STeP 2026, serta mahasiswa IPB University.

Dari Tim PRIME STeP 2026 hadir Dr. Doni Sahat Tua Manalu, S.E., M.Si., selaku Ketua Tim, bersama anggota tim, yaitu Andini Tribuana Tunggadewi, S.E., M.Si., Wiranda Intan Suri, S.T., M.T., Kharisma Fitri Hapsari, S.E., M.Si., dan Dr. Roza Yusfiandayani, S.Pi.

Kegiatan pelatihan ini menjadi wadah kolaborasi antara masyarakat, kelompok tani, pemerintah melalui kelurahan, tim PRIME STeP 2026, dan mahasiswa IPB University dalam mendorong pemanfaatan bahan organik untuk mendukung pertanian yang berkelanjutan di Mulyaharja.

Ketua Tim PRIME STeP 2026 Dr. Doni Sahat Tua Manalu, S.E., M.Si mengatakan, program ini akan dilaksanakan secara bertahap, dan hari ini kegiatannya pelatihan pembuatan Bioaktivator.

“Melalui pelatihan ini kami juga berharap agar semua stakholder terkait dapat berpartisipasi aktif dan berkomitmen dalam keikutsertaannya memproduksi Bioaktivator secara berkelanjutan” ujar Dr. Doni.

Di tempat yang sama, Lurah Mulyaharja Muslim Yuliantono, S.Sos, M.Si, menyatakan antusias warga dan komitmen mereka untuk dapat menyukseskan pelaksanaan dan keberlanjutan program.

“Kami sangat senang dan Bangga karena ikut serta dalam kegiatan ini dan menjadi mitra utama, tentu kegiatan ini akan sangat berharga, kami berkomitmen untuk menyukseskan program serta memastikan keberlanjutan program,” kata Muslim.

Dalam kegiatan pelatihan, peserta diperkenalkan terlebih dahulu dengan Bio-Ampulle, yaitu produk bioaktivator yang dihasilkan melalui proses fermentasi bahan organik.

Bahan utama yang digunakan dalam pembuatan Bio-Ampulle antara lain keong sawah dan air cucian beras, yang masing-masing merupakan hama dan limbah, namun dapat dimanfaatkan sebagai sumber daya lokal yang bernilai guna melalui pendekatan ekonomi sirkular.

Bahan tambahan lainnya yakni molase yang berfungsi sebagai sumber karbon yang menyediakan energi bagi mikroorganisme selama proses fermentasi menjadi Bio-Ampulle, sehingga mendukung aktivitas mikroorganisme dalam menguraikan bahan organik. Pemanfaatan bahan-bahan tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif pengolahan bahan organik yang mudah diterapkan oleh masyarakat.

Penyampaian materi mengenai Bio-Ampulle, meliputi pengenalan alat, bahan, proses pembuatan, dan manfaat Bio-Ampulle yang dapat digunakan sebagai starter dalam pembuatan pupuk organik.

Penyampaian materi kemudian dilanjutkan dengan demonstrasi pembuatan Bio-Ampulle bersama masyarakat yang dipandu oleh Andini Tribuana Tunggadewi, S.E., M.Si. Dengan metode praktik langsung, peserta memperoleh pengalaman dalam menyiapkan alat dan bahan, mencampurkan bahan sesuai tahapan, hingga memahami proses fermentasi dan monitoring yang diperlukan.

Kegiatan juga disertai dengan sesi diskusi dan tanya jawab, dimana peserta berkesempatan menyampaikan pertanyaan terkait proses pembuatan, pemanfaatan, serta penerapan Bio-Ampulle dalam kegiatan pertanian.

Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai pemanfaatan keong sawah dan bahan organik lainnya, tetapi juga mendapatkan pengalaman praktis dalam menghasilkan Bio-Ampulle yang dapat dimanfaatkan sebagai starter dalam pembuatan pupuk organik.

Tim PRIME STeP 2026 mendorong masyarakat untuk berkomitmen melanjutkan praktik pembuatan dan pemanfaatan Bio-Ampulle secara mandiri setelah kegiatan berakhir. Upaya tersebut diharapkan dapat memastikan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dapat diterapkan secara berkelanjutan, sekaligus mendukung pemanfaatan bahan organik lokal, mengurangi potensi bahan organik terbuang, dan mendorong praktik pertanian yang ramah lingkungan di Mulyaharja.

Antusias warga terlihat dari adanya diskusi yang hangat dan juga kegiatan praktik yang penuh semangat serta tercipta suasana yang interaktif. Kegiatan Pelatihan Pembuatan Bio-Ampulle Mulyaharja kemudian ditutup dengan dokumentasi bersama yang melibatkan peserta pelatihan, pihak Kelurahan Mulyaharja, PPL, Tim PRIME STeP 2026, dan mahasiswa IPB University, di antaranya Jefri Harianto, S.Tr.T.L.; Najma Rania Putri Ramadhina, S.Tr.T.L.; Anisa Salsabilla, S.Tr.T.L.; Muhammad Tsaqiful Rasyid, S.Tr.Bns.; Valentino Willyfart Saragih, S.Tr.T.L.; Faishal Amri; Rosa Rina; dan Melsella Agustin. (Adi/*)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *