Bogor, Pelita Baru
Di tengah ketidakpastian global, sektor ekonomi dan pangan di Indonesia menjadi perhatian khusus mengingat potensi konflik dan perang yang tengah berkemacuk di kawasan Timur Tengah dapat berdampak pada rantai pasok pangan.
Menyikapi hal ini, Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Bogor, Teuku Mulya rupanya punya trik tersendiri dalam upaya memperkuat ketahanan pangan, khususnya bagi warga Bumi Tegar Beriman.
Dengan cerdas, sesuai arahan Bupati Rudy Susmanto, Teuku baka menerapkan strategi ketahanan pangan dari tingkat keluarga dengan memanfaatkan lahan yang ada di sekitar rumah untuk ditanami tanaman pangan.
“Kalau setiap keluarga menanam dan memiliki sumber pangan sendiri di pekarangan rumah, maka ketahanan pangan daerah akan semakin kuat. Ini menjadi langkah penting agar masyarakat tetap aman dan tercukupi kebutuhan pangannya dalam berbagai kondisi,” jelasnya dikutip dari berdialog di Podcast Sora Bogor Diskominfo, Senin (9/3/2026).
Menurut Teuku, dengan ‘cara’ ini, masyarakat tetap memiliki sumber pangan mandiri jika sewaktu-waktu terjadi gangguan distribusi pangan akibat kondisi global. “Karena itu masyarakat kami dorong untuk mulai menanam berbagai tanaman pangan di pekarangan rumah,” ujar Teuku.
Selain menjaga ketersediaan pangan, langkah ini juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kemandirian pangan masyarakat. Karenanya, tanaman yang disarankan adalah berbagai jenis tanaman yang dapat dikonsumsi sehari-hari, seperti sayuran, cabai, umbi-umbian, hingga tanaman buah.
“Kami juga telah membuat berbagai contoh miniatur urban farming sebagai sarana edukasi bagi masyarakat tentang bagaimana memanfaatkan lahan sempit untuk menanam tanaman pangan,” terang Teuku.
Melalui gerakan menanam tersebut, Pemerintah Kabupaten Bogor berharap masyarakat dapat lebih siap menghadapi berbagai kemungkinan di masa depan, sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah secara berkelanjutan.
Sebab, kata Teuku, penguatan ketahanan pangan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga memerlukan keterlibatan seluruh masyarakat. Dengan memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam, masyarakat dapat memiliki cadangan pangan mandiri yang dapat dimanfaatkan kapan saja.
“Dunia saat ini sedang menghadapi situasi yang cukup rentan terhadap konflik. Jika terjadi gangguan pada distribusi pangan global, tentu akan berdampak pada ketersediaan pangan. Karena itu masyarakat kami dorong untuk mulai menanam berbagai tanaman pangan di pekarangan rumah,” tandasnya.
Sementara itu, Bupati Bogor Rudy Susmanto berkomitmen mempertahankan dan meningkatkan lahan produktif di sektor pertanian dan perikanan demi mewujudkan swasembada pangan.
Rudy mengatakan, program strategis ini sejalan dengan program nasional, yakni mensukseskan ketahanan pangan yang merupakan bagian dari Program Asta Cita Presiden Republik Indonesia.
“Ini wujud komitmen kami terhadap perikanan, peternakan, dan pertanian yang merupakan salah satu potensi yang wajib kita jaga, kita pelihara,” ujar Rudy.
“Keberhasilan program ini akan membawa Kabupaten Bogor mencapai target regional. Salah satu kontribusi yang bisa diberikan dari Kabupaten Bogor, kita harus swasembada ikan, swasembada pangan,” pungkas Rudy Susmanto. (duan/*)












