Survei Indikator: Masyarakat Puas Ekonomi Saat Ini

oleh
Sufmi Dasco Ahmad
banner 468x60

Jakarta, Pelita Baru

Lembaga survei Indikator merilis hasil jajak pendapat kinerja Presiden Prabowo Subianto. Menariknya, dalam survei ini, juga tersemat pertanyan soal kondisi ekonomi. Hasilnya, masyarakat puas dengan situasi saat ini.

banner 336x280

Contohnya adalah saat pertanyaan ‘Bagaimana Ibu/Bapak melihat keadaan ekonomi nasional pada umumnya sekarang?’. Yang menjawab sangat baik dan baik adalah 3,6 persen dan 31,9 persen.

Sedangkan yang menjawab buruk dan sangat buruk ada 21,4 persen dan 2,7 persen. Di tengah itu, responden yang menjawab sedang adalah yang terbanyak yakni 39,4 persen. Memang, mengacu pada pertanyaan ‘puas’ ‘tidak puas’ berbeda dengan kondisi ekonomi ‘baik’ ‘buruk’.

Namun pola jawaban responden yang menunjukkan ketidakpuasan tetap tinggi di pertanyaan: Menurut Ibu/Bapak mana masalah paling mendesak yang harus diselesaikan pemimpin nasional lima tahun ke depan?. Lima jawaban terbanyak yang dipilih responden adalah: mengendalikan harga kebutuhan pokok (27,4 persen), pemberantasan korupsi (20,2 persen), menyediakan lapangan kerja/pengangguran (17,6 persen), mengurangi kemiskinan (10,9 persen), dan masalah keamanan/ketertiban (3,7 persen).

Di pertanyaan lain, mayoritas responden juga memperlihatkan ketidakpuasan mereka soal kondisi ekonomi. Seperti dalam pertanyaan: Apakah Ibu/Bapak melihat harga-harga kebutuhan pokok sekarang ini menjadi jauh lebih tidak terjangkau, lebih tidak terjangkau, tidak ada perubahan, lebih terjangkau, atau jauh lebih terjangkau dibanding tahun lalu? Sebanyak 45,3 persen merasa harga kebutuhan pokok sekarang ini jadi ‘mahal’.

Publik yang menjawab harga jauh lebih tidak terjangkau dan lebih tidak terjangkau sebanyak 8,1 persen dan 37,2 persen. Sedangkan yang menjawab tidak ada perubahan sebanyak 37,3 persen. Hanya 14,2 persen yang merasa harga sembako saat ini terjangkau.

Di pertanyaan alasan puas dengan kinerja Presiden Prabowo, misalnya, hanya 2,2 persen responden puas atas ekonomi membaik. Lebih kecil lagi, hanya 0,8 persen responden menjawab harga sembako murah saat ini. Bahkan hanya 0,1 persen responden menjawab Presiden menyejahterakan rakyat, pemerataan pendapatan, maupun mengurangi kemiskinan.

Menyikapi hal ini, Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad memberikan respon terkait sebagian kecil orang yang tidak puas dengan kinerja Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya hal tersebut bisa menjadi pembelajaran.

Dasco mengatakan, hasil approval rating harus dilihat sebagai bahan introspeksi agar pemerintah bisa memperbaiki kinerja ke depan. Meski jumlah responden yang tidak puas hanya sekitar dua hingga tiga persen, ia menilai catatan tersebut tetap berarti.

“Ya, yang pertama approval rating itu kita anggap sebagai sebuah masukan, juga sebuah evaluasi, juga bahan introspeksi. Karena dari approval rating itu juga masih ada yang kita lihat berupa catatan-catatan, yang tentunya justru catatan-catatan itu yang menjadi perhatian kami, menjadi perhatian pemerintah, menjadi perhatian Pak Prabowo, untuk dijadikan bahan introspeksi untuk perbaikan ke depan,” kata Dasco, Senin (9/2/2026).

Ia menegaskan, kritik atau catatan dalam survei tersebut akan menjadi perhatian pemerintah untuk pembenahan. “Walaupun cuma sekitar dua-tiga persen, tapi itu cukup berarti dan penting menurut kami menjadi bahan masukan nantinya,” katanya.

Saat ditanya apakah catatan tersebut termasuk soal peningkatan ekonomi dan pemerataan bantuan, Dasco membenarkannya. “Iya, betul.”

Peneliti utama Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi dalam konferensi persnya di Jakarta, Ahad (8/2/2026) menjelaskan, persentase angka kepuasan (approval rating) yang didapat Prabowo itu cukup tinggi untuk ukuran seorang presiden. Bahkan, kata dia, angka itu lebih tinggi dibandingkan tingkat kepuasan terhadap Presiden Ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono di awal pemerintahannya tahun 2004, dan Presiden Ke-7 Joko Widodo setelah memenangkan Pilpres 2014.

“Approval rating Pak Prabowo lebih tinggi karena tadi Pak Prabowo bukan hanya menggantungkan modal elektoral dari dukungan dari Pak Prabowo sendiri tapi juga dari Pak Jokowi,” kata Burhanuddin.

Menurut dia, hasil tingginya tingkat kepuasan terhadap Prabowo itu juga ditopang oleh pemilih Gen Z. Meskipun kelompok generasi tua juga menyatakan puas, tetapi basis pemilih Prabowo pada Pilpres 2024 memang merupakan Gen Z

“Kemarin 71 persen pemilih Gen Z itu mengaku memilih Pak Prabowo menurut exit poll kita. Dan sepertinya tidak beranjak ya dari basis pemilih yang puas sama Pak Prabowo,” ucap Burhanuddin.(dho/*)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *