Bogor, pelitabaru.com – Helaran Adat Budaya Seren Taun Kasepuhan Cigoong di Desa Puraseda, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, berlangsung meriah, Rabu [1/7/2026]. Selain prosesi syukur panen, panggung budaya diisi pertunjukan permainan tradisional yang memukau warga.
Penampilnya bukan seniman profesional, melainkan siswa SDN Neglasari di Kampung Cigoong dan SDN Lindung Alam RW 11. Dengan penuh semangat, anak-anak memperagakan 5 permainan tradisional, mulai dari Egrang, Bakiak, Kerepek Jengkol, Oray-orayan, hingga Dagongan dan seni tari Sunda.
Tawa dan sorak warga pecah saat permainan dimulai. Keseruan itu pun menular hingga ke jajaran tamu undangan.
Tak mau hanya jadi penonton, deretan pejabat ikut turun langsung menjajal permainan khas Sunda tersebut.
Tampak hadir Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Dapil Kabupaten Bogor Ayi Sahrul Hamzah, Anggota DPRD Kabupaten Bogor, Usep Nukliri, Sekcam Leuwiliang, dan Kepala Desa Puraseda, Asep Ruhiyat. Mereka berlomba bakiak, mencoba seimbang di atas egrang, hingga ikut meramaikan permainan oray-orayan bersama para siswa.
Ayi Sahrul Hamzah terlihat paling semangat memeragakan egrang, bakiak, hingga permainan rakyat lainnya.
“Betul Kang, saya itu dibesarkan oleh banyaknya pengalaman. Dan pengalamannya itu dibentuk oleh permainan-permainan daerah,” ungkap pria yang akrab disapa Kang Ayi.
Kang Ayi bernostalgia dengan masa kecilnya di era 1980-an. Ia menilai kedekatan antar teman dulu terbentuk karena permainan, bukan gadget.
“Saya yakin Akang-Akang yang lahir di tahun 80-an itu pasti mengalami. Di mana kita tidak sibuk dengan gadget. Justru kita dekat karena ada istilah ‘Jintor’, ‘Kojo’, dan lain-lain. Bahasa-bahasa itu muncul dari permainan rakyat seperti kaleci, main panggal. Tadi itu untuk mengenang masa-masa itu,” katanya.
Politisi Partai PAN itu menegaskan, pelestarian permainan rakyat punya payung hukum.
“Permainan rakyat juga menjadi poin pokok dari pemajuan kebudayaan itu sendiri sesuai UU No 5 Tahun 2017. Jadi, permainan rakyat ini tidak boleh hilang. Harus dikembangkan dan terus diedukasi, supaya masyarakat mengenalnya di zaman yang serba gadget,” tegasnya.
Hal senada disampaikan Anggota DPRD Kabupaten Bogor, Usep Nukliri. Ia menyatakan sangat mendukung permainan tradisional dan ikut serta sebagai bentuk kerja sama.
Menurutnya, ketika kerja sama dari berbagai pihak terjalin, maka akan terwujud sebuah kekuatan.
“Kami harapkan kekuatan itu dapat terulang setiap saat dan bergotong royong untuk memajukan Kabupaten Bogor,” katanya. (Fex)












