Sentuhan Nyata dari Yuda dan Tirta Intan: Ketika Air Mengalir Bersama Harapan di Jayawaras

oleh
banner 468x60

Garut, pelitabaru.com – Rabu (15 April 2026) — Di balik gemericik pelayanan air bersih yang selama ini dinikmati masyarakat, Perumda Air Minum Tirta Intan Kabupaten Garut kembali menegaskan perannya tak sekadar sebagai penyedia layanan, tetapi juga sebagai penggerak kepedulian sosial. Bersama Anggota DPRD Kabupaten Garut, Yudha Puja Turnawan, bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) disalurkan langsung kepada warga di Kelurahan Jayawaras, Kecamatan Tarogong Kidul.

Momentum penyerahan bantuan itu terasa lebih dari sekadar seremoni. Di Kampung Astana Hilir, harapan baru mulai dibangun untuk Ibu Novi Megawati—seorang ibu tangguh yang selama ini berjuang di tengah keterbatasan ekonomi. Rumahnya yang sebelumnya tidak layak huni kini mulai mendapatkan sentuhan perbaikan melalui bantuan senilai Rp6 juta.

banner 336x280

Direktur Utama Perumda Tirta Intan Garut, H. Dadan Hidayatulloh, menuturkan bahwa keterlibatan pihaknya berangkat dari kepedulian yang tidak bisa ditunda. Ia mengaku, saat menerima usulan dalam forum pembahasan RKPJ bersama DPRD, pihaknya langsung bergerak cepat.

“Ketika kami menerima informasi tentang kondisi Ibu Novi yang masuk kategori rawan sosial ekonomi, kami tidak ingin hanya mencatatnya sebagai data. Kami ingin hadir, melihat langsung, dan mengambil peran nyata. Ini bukan sekadar program, ini panggilan kemanusiaan,” ungkapnya dengan nada tegas namun penuh empati.

Menurutnya, kondisi Ibu Novi yang harus menghidupi anak-anak yang masih bersekolah di tingkat dasar dan menengah menjadi alasan kuat bagi perusahaan daerah untuk turun tangan. Ia menegaskan bahwa CSR bukan hanya kewajiban administratif, tetapi wujud komitmen moral perusahaan kepada masyarakat.

“Air yang kami distribusikan setiap hari adalah bagian dari kehidupan. Maka sudah seharusnya kami juga ikut menjaga kehidupan itu, terutama bagi mereka yang sedang berada dalam situasi sulit,” tambahnya.

Kolaborasi ini turut diperkuat oleh kehadiran berbagai unsur pemerintah, mulai dari Dinas Sosial, Dinas Ketahanan Pangan, hingga aparat kecamatan dan kelurahan. Bantuan sembako pun turut disalurkan sebagai bentuk dukungan jangka pendek bagi kebutuhan dasar keluarga.

Sementara itu, Yudha Puja Turnawan menekankan bahwa langkah bersama ini merupakan implementasi nyata dari Peraturan Daerah Nomor 11 Tahun 2023 tentang Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial. Ia menyebut, pendekatan kolaboratif antara pemerintah, BUMD, dan masyarakat menjadi kunci dalam menekan angka kemiskinan ekstrem.

“Ibu Novi adalah potret nyata kelompok desil 1 yang harus kita prioritaskan. Dengan sinergi seperti ini, kita berharap intervensi bisa lebih cepat dan tepat sasaran,” ujarnya.

Di sisi lain, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Sosial Kabupaten Garut mengungkapkan bahwa tantangan pengentasan kemiskinan tidak bisa hanya bertumpu pada kekuatan anggaran daerah. Dengan jumlah masyarakat rentan yang mencapai ratusan ribu jiwa, dibutuhkan keterlibatan semua pihak melalui pendekatan pentahelix.

“Kolaborasi seperti ini adalah jawaban. Ketika semua bergerak bersama, beban besar menjadi lebih ringan,” katanya.

Langkah Perumda Tirta Intan Garut ini menjadi contoh bahwa kehadiran BUMD tidak hanya diukur dari kinerja bisnis, tetapi juga dari sejauh mana ia mampu memberi dampak sosial yang nyata. Di Jayawaras, bantuan itu mungkin hanya berupa perbaikan rumah dan sembako. Namun bagi Ibu Novi dan keluarganya, itu adalah awal dari kehidupan yang lebih layak—dan harapan yang kembali mengalir, setenang air yang tak pernah berhenti memberi kehidupan.(ris)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *