Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Bekasi, Kebiasaan Aparat Pemkot Pencemaran Viral Dulu Baru Ditangani

oleh
Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Bekasi, Yenny Kristianti S.E.(ans)
banner 468x60

Bekasi, pelitabaru.com – Tingkat pencemaran di wilayah Kota Bekasi, sudah masuk dalam kondisi mengkhawatirkan. Salah satunya pencemaran kali Cijambe yang melintas wilayah Kecamatan Bantar Gebang dan Kecamatan Mustika Jaya Kota Bekasi.

Anehnya, pencemaran yang terjadi di kali tersebut belum mendapat perhatian serius dari aparat Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi. Juga keberadaan bank sampah yang pada awalnya digembar gemborkan akan dapat mengurangi sampah produk rumah tangga, Namun hingga sekarang hasilnya belum terlihat. Kondisi ini mendapat sorotan anggota DPRD Kota Bekasi.

banner 336x280

Seperti disampaikan Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Bekasi, Yenny Kristianti S.E. kepada Pelita Baru, Rabu (20/5/26) mengungkapkan, benar pencemaran di wilayah Kota Bekasi sudah masuk ke tahap yang mengkhawatirkan.

Sebenarnya, pencemaran ini bisa diantisipasi dan ditanggulangi kalau Kadis Lingkungan Hidup Kota Bekasi, cepat bertindak. Sebab mereka pasti sudah tau, titik-titik lokasi pencemaran tersebut.

Cuma sangat disayangkan aparat dilingkungan DLH, akan bertindak kalau sudah ada pengaduan, karena pencemaran sudah bisa di diteksi.

“Sebenarnya pencemaran itu bisa dibikin proteksi dan pencemaran tersebut sebenarnya klasik. Kebiasaan dari pemerintah kota itu, setelah viral dulu baru ditangani,” tegasnya.

Menurut Yenny, setiap kali kita mengadakan rapat kerja dengan Dinas LH kita selalu mengingatkan, kalau pencemaran di Kota Bekasi harus ditangani serius dan mereka selalu mengiyakan. Namun kita tidak tau, usai rapat kerja apakah dikerjakan atau tidak,

Dalam menangani pencemaran ini, mestinya Kadis LH Kota Bekasi, bisa bertindak tegas dan kalau saya lihat beberapa kali kita melakukan rapat kerja dengan Kadis LH memang menguasai masalah pencemaran, karena beliau sudah lama dilingkungan hidup.

Sementara itu ketika disinggung soal bank sampah, Wakil Ketua Komisi II ini mengatakan, sebenarnya bank sampah tersebut kalau dikelola secara benar, sangat bermanfaat dan membantu. Sebab warga juga antusias sekali, cuma Pemkot Bekasi yang tadinya konsen untuk pengucuran dana jadi berubah arah.

Sosialisasinya juga sangat kurang sekali dan terkesan setengah hati, bila bank sampah itu bisa dikelola dengan baik dan bisa membuat masyarakat mandiri untuk hidup bersih karena harus memilah,

Agar bank sampah maju harus ada pendampingan, harus ada solusi dalam penanganan sampah yang sudah dipilah. Sekarang ini ada bank sampah yang harus mencari sendiri pengepulnya
Kesimpulannya, bank sampah itu positif kalau didukung serius oleh pemerintah kota, kenyataannya tidak. Harusnya, benar -benar ada pendampingan setiap bank sampah, Apalagi DLH ada kerjasama dengan bang sampah pusat. “Itu kerja samanya kalau dikelola dengan baik hasilnya akan lebih baik,” katanya.

Tentunya, untuk mengelola bank sampah harus ada solusinya, dalam pengelolaannya harus ada divisi-divisinya yang menangani masalah ini. Harapannya, Pemkot Bekasi benar-benar melakukan pendampingan oparasionalnya, sehingga bank sampah itu bisa ada nilai tambahnya bagi masyarakat Kota Bekasi. “Mungkin nanti bila dikelola secara baik dan benar akan dapat mendatangkan PAD,”jelas Yenny.(ans)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *