Prabowo: Indonesia Harus Mandiri dan Berdikari

oleh
banner 468x60

Jakarta, Pelita Baru

Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya membangun Indonesia yang mandiri dan mampu berdiri di atas kaki sendiri (berdikari). Hal tersebut disampaikan Presiden saat menghadiri Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) yang digelar di Pondok Modern Darussalam Gontor Putra Kampus Pusat, Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur, pada Sabtu (19/9/2026).

banner 336x280

Dalam sambutannya, Presiden menekankan bahwa kemandirian bangsa harus dimulai dari kemampuan memenuhi kebutuhan dasar rakyat, termasuk pangan. Menurut Presiden, tidak boleh ada masyarakat Indonesia yang kelaparan di tengah kekayaan sumber daya alam yang dimiliki Indonesia.

“Tidak ada negara yang berhasil, tidak ada negara yang merdeka kalau dia tidak bisa menghasilkan makan untuk bangsanya sendiri. Alhamdulillah Indonesia sudah swasembada pangan. Indonesia sudah bisa menghasilkan makan untuk rakyatnya sendiri,” ucap Presiden.

Pada kesempatan tersebut, Presiden turut menegaskan komitmennya untuk menghapus kemiskinan dan memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi. Presiden menyebut anak-anak Indonesia tidak boleh mengalami kekurangan gizi dan berangkat ke sekolah dalam keadaan lapar.

“Saya tidak ingin ada orang lapar di Indonesia. Indonesia yang subur, Indonesia yang begitu banyak kekayaannya, tidak boleh ada orang yang lapar di bumi Indonesia. Karena itu saya, saya ingin berjuang sekeras-kerasnya untuk menghilangkan kemiskinan dari bumi Indonesia,” katanya.

Pemerintah, menurut Presiden, terus bekerja untuk memperkuat kemandirian di berbagai sektor, termasuk pertanian dan kelautan. Kepala Negara menegaskan bahwa petani dan nelayan menjadi bagian penting dalam upaya tersebut, termasuk melalui rencana pembangunan ribuan kapal nelayan.

“Puluhan ribu kapal-kapal asing tiap malam berada di laut Indonesia. Puluhan ribu kekayaan laut kita diambil tanpa ada langkah-langkah. Sekarang kita bekerja. Mulai tahun depan kita bangun ribuan kapal-kapal nelayan untuk nelayan-nelayan kita,” tegas Presiden.

Lebih lanjut, Presiden Prabowo meyakini kemandirian Indonesia juga membutuhkan sumber daya manusia yang berpengetahuan luas, berpikiran bebas, dan berjiwa besar. Untuk itu, Presiden mendorong generasi penerus bangsa untuk memiliki kemampuan berpikir kritis, tidak mudah dipengaruhi pihak lain, serta memiliki keyakinan untuk memperjuangkan kepentingan bangsa dan rakyat Indonesia.

“Berpengetahuan luas, benar. Pemimpin Indonesia harus pintar. Jangan dibohongi orang, jangan dibodohin,” katanya.

“Berpikiran bebas. Jangan mau dicuci otak oleh mereka-mereka yang tidak ada niat baik terhadap kita. Berjiwa besar, jangan punya rasa rendah diri, jangan punya rasa kalah sebelum berjuang,” tandasnya.

Pada kesempatan ini, Prabowo juga menegaskan pentingnya Indonesia membangun kemandirian nasional di tengah dinamika global yang diwarnai konflik dan peperangan. Kemandirian pangan dan energi dinilai menjadi fondasi penting agar Indonesia mampu berdiri di atas kekuatan sendiri dan tidak bergantung pada negara lain.

“Di tengah dunia sekarang, dunia yang penuh dengan konflik, bahkan dengan perang-perang di mana-mana, ini membuktikan bahwa apa yang sudah lama saya utarakan, kita harus swasembada pangan, kita harus swasembada energi. Kita tidak boleh bergantung dengan bangsa lain,” ujar Presidn.

Presiden Prabowo menyampaikan bahwa Indonesia saat ini telah memiliki cadangan pangan yang cukup. Pemerintah, menurut Presiden, juga telah menyiapkan berbagai langkah untuk mengantisipasi kemungkinan gangguan produksi akibat kondisi cuaca, termasuk El Nino dan kekeringan.

“Alhamdulillah swasembada pangan sudah, cadangan pangan kita cukup. Langkah-langkah kita sudah antisipasi cuaca yang tidak baik, El Nino, kekeringan, kita siap,” ungkap Presiden.

Selain pangan, Presiden menyoroti kemajuan dalam upaya mewujudkan kemandirian energi nasional. Presiden menyebut Indonesia sejak 1 Juli lalu tidak lagi mengimpor solar dari luar negeri, dan kini mampu memenuhi kebutuhan solar melalui produksi dalam negeri.

Menurut Presiden, salah satu kekuatan Indonesia dalam membangun kemandirian energi terletak pada kekayaan sumber daya alam, termasuk kelapa sawit. Komoditas tersebut tidak hanya dapat diolah menjadi berbagai produk turunan, tetapi juga menjadi sumber energi untuk mendukung kebutuhan bahan bakar nasional.

“Dari mana? Dari kelapa sawit. Dari tanaman, Yang Maha Kuasa telah memberi karunia kepada kita. Yang saya katakan, kelapa sawit mungkin itu adalah tanaman ajaib. The miracle plant, the miracle crop,” ucap Presiden.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo turut menyampaikan pesan khusus kepada para santri dan santriwati Gontor. Kepala Negara mengajak generasi muda untuk optimistis melihat masa depan Indonesia sekaligus mempersiapkan diri mengambil estafet kepemimpinan dan melanjutkan perjuangan bangsa.

“Percaya, masa depan Indonesia baik, masa depan Indonesia cerah. Dan kalian santri, santriwati, anak-anakku sekalian, kalianlah yang akan ambil alih. Kalian yang akan meneruskan perjuangan kita,” tegas Presiden.

Presiden juga mengingatkan para santri agar kritis dalam menerima informasi, terutama yang beredar melalui media sosial. Menurut Presiden, generasi muda harus menjaga semangat, keberanian, serta kepercayaan diri sebagai bangsa dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang dapat melemahkan optimisme terhadap masa depan Indonesia.

“Hati-hati. Jangan percaya semua yang ada di sosmed itu. Mereka ingin menurunkan semangat kita. Mereka ingin menurunkan keberanian kita. Mereka ingin menurunkan kepercayaan diri kita,” tutur Presiden.

Menutup sambutannya, Presiden Prabowo kembali menegaskan tekad Indonesia untuk tumbuh menjadi bangsa yang kuat dan mandiri. “Kita tidak mau jadi budaknya bangsa lain. Kita akan menjadi bangsa yang hebat. Kita akan berdiri di atas kaki kita sendiri,” pungkas Presiden. (fuz/*)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *