Jakarta, Pelita Baru
Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin ditengah eskalasi dinamika global menjadi sorotan dunia. Bahkan, media Prancis, AFP menulis laman khusus berjudul “Indonesian president to meet Putin in Russia for oil talks”.
Dalam artikelnya, AFP menulis “Menteri Luar Negeri Sugiono mengatakan pada hari Sabtu bahwa minyak, yang memiliki kepentingan strategis bagi bangsa Indonesia, akan menjadi agenda pembicaraan,”.
Sedangkan, laman Malaysia Bernama juga memuat pemberitaan yang sama. Media itu mengutip keterangan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dengan judul berita “Prabowo Departs for Moskow for Talks with Putin amid Evolving Global Dynamics”.
“Menggambarkan pertemuan antara Prabowo dan Putin sebagai hal yang krusial, Teddy mengatakan dua pemimpin diharapkan fokus ke keamanan energi, melanjutkan kerja sama dengan pemerintah Rusia dan memastikan pasokan energi yang stabil, termasuk pasokan minyak,” tulisnya dalam artikel.
“Ia mengatakan pembicaraan juga akan meliputi perkembangan geopolitik global, di mana Indonesia diharapkan menyampaikan posisi strategisnya dalam menjaga stabilitas dan perdamaian global,” tambah berita tersebut.
Terlepas dari itu, yang pasti, dalam sambutannya di Istana Kremlin, Moskwa, Rusia, Senin (13/4/2026) waktu setempat, Prabowo, mengucapkan terima kasih kepada Putin.
“Saya yang terima kasih karena saya diterima dengan permintaan yang begitu singkat, tapi di tengah kesibukan yang mulia, yang mulia bisa terima saya. Saya sangat terima kasih,” ujarnya.
Selepas pertemuan terakhir pada Desember 2025, Prabowo mengungkapkan telah menemui banyak delegasi dari Rusia di Jakarta. “Dan juga di Moskwa baru saja saya bertemu beberapa pejabat dari Rusia dan beberapa perusahaan dari Rusia. Saya sangat berterima kasih karena pembicaraannya sangat produktif,” katanya.
Sebelumnya, Prabowo tiba di Bandara Vnukovo-2 di Moskow, Federasi Rusia, Senin (13/4/2026) pukul 07.45 waktu setempat guna melakukan kunjungan kerja. Ketibaan Kepala Negara menandai komitmen Indonesia untuk terus memperkuat hubungan bilateral, serta meningkatkan kerja sama strategis dengan Rusia.
Di bawah tangga pesawat, ketibaan Prabowo disambut oleh Deputy Foreign Minister Rusia Andrey Rudenko, Director of State Protocol Department Rusia Igor Bogdashev, Duta Besar Republik Indonesia untuk Federasi Rusia Jose Tavares, dan Atase Pertahanan RI di Moskow Marsma TNI Budi Susilo.
Selama berada di Moskow, Prabowo diagendakan untuk melakukan pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Pertemuan ini diharapkan menjadi momentum strategis untuk mempererat kemitraan kedua negara, utamanya di bidang energi dan sektor-sektor prioritas lainnya.
Kunjungan ini juga mencerminkan langkah aktif diplomasi Indonesia dalam membangun kemitraan yang saling menguntungkan dengan negara-negara sahabat. Pemerintah Indonesia memandang Rusia sebagai mitra penting dalam mendukung stabilitas dan pertumbuhan ekonomi global.
Seperti dikutip siaran pers BPMI Sekretariat Presiden, langkah diplomasi ini menegaskan komitmen Indonesia untuk terus aktif, konstruktif, dan berorientasi pada kepentingan nasional di panggung global.
Terkait situasi dunia saat ini, Pemerintah Indonesia sendiri telah bersikap dan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga stabilitas nasional dan tidak terpengaruh oleh narasi yang dapat menimbulkan kecemasan publik.
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa isu yang menyebut Indonesia akan mengalami kekacauan dalam waktu dekat merupakan narasi yang keliru.
“Tidak ada itu chaos-chaos. Yang ada adalah semuanya terkendali,” ujar Seskab dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Jumat, 10 April 2026.
Seskab juga meluruskan berbagai isu yang berkembang di masyarakat, termasuk narasi yang menyebut kondisi Indonesia akan mengalami kekacauan. Ia menegaskan bahwa kondisi nasional tetap stabil dan terkendali.
Ia menjelaskan bahwa di tengah tekanan global, termasuk konflik di Timur Tengah, pemerintah tetap mampu menjaga stabilitas harga, termasuk dengan tidak menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.
“Daya beli masyarakat terjaga, dan yang paling penting, yang paling nyata, pemerintahan Pak Prabowo sudah dua kali melaksanakan Lebaran,” tambahnya.
Seskab juga menyoroti fenomena yang disebutnya sebagai ‘inflasi pengamat’, yaitu maraknya opini dari sejumlah pihak yang dinilai tidak berbasis data akurat dan berpotensi menimbulkan kecemasan publik. Ia menegaskan pentingnya penyampaian informasi yang bertanggung jawab.
“Boleh kita berbeda pandangan, boleh berbeda pendapat, silakan beri kritik, tapi jangan sampai kita memberi statement yang mengarah pada kecemasan, membuat orang cemas terhadap negeri ini,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Seskab juga menegaskan komitmen pemerintah terhadap penegakan hukum, termasuk terkait penggeledahan di Kementerian Pekerjaan Umum oleh aparat penegak hukum. Pemerintah, lanjutnya, terbuka terhadap proses hukum yang berjalan.
“Siapapun bila bersalah dan kalau terbukti ya, itu silakan diperiksa, termasuk keluar dan ke dalam,” tegasnya.
Terkait agenda luar negeri Presiden, Seskab menyampaikan bahwa terdapat rencana kunjungan ke sejumlah negara, termasuk Rusia, dalam rangka memperkuat kerja sama, khususnya di bidang energi. Namun, detail kunjungan tersebut akan disampaikan lebih lanjut oleh Kementerian Luar Negeri.
Di akhir keterangannya, Seskab mengajak seluruh elemen bangsa untuk tetap optimistis serta bersama-sama menjaga kepercayaan dan harapan positif terhadap masa depan Indonesia.
“Semuanya, termasuk Anda, rekan-rekan pers semuanya bekerja keras. Tentu belum sempurna, kami terima kritik, terima masukan. Nah, secepat mungkin kita sempurnakan, kita maksimalkan sesegera mungkin,” pungkasnya. (fuz/*)












