Perkuat Ekosistem Padi Merauke, IPB University Dorong Kolaborasi Lintas Sektor Berbasis OVOC

oleh
banner 468x60

Merauke, pelitabaru.com – Penguatan ekosistem bisnis padi di Kabupaten Merauke membutuhkan sinergi lintas sektor yang melibatkan pemerintah, akademisi, pelaku usaha, petani, hingga masyarakat lokal.

Isu strategis ini menjadi fokus utama dalam Focus Group Discussion (FGD) yang digelar Tim 5 Ekspedisi Patriot (TEP) IPB University 2026 di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Merauke, Selasa (15/9/2026).

banner 336x280

FGD bertajuk “Penguatan Tata Kelola Rantai Nilai dan Ekosistem Bisnis Padi Terintegrasi Hulu–Hilir Berbasis One Village One CEO (OVOC)” ini merupakan tindak lanjut dari kajian lapangan yang telah berjalan sejak 29 Agustus 2026.

Forum tersebut menjadi wadah penyampaian hasil studi, validasi temuan, serta penghimpunan aspirasi pemangku kepentingan untuk pengembangan bisnis padi di Kawasan Transmigrasi Salor.

Ketua Tim 5 TEP IPB University, Dr. Doni Sahat Tua Manalu, S.E., M.Si., menjelaskan bahwa forum ini sengaja menghimpun unsur pentahelix guna merumuskan masukan yang konstruktif.

“FGD ini diselenggarakan untuk mengonfirmasi data lapangan sekaligus menghimpun saran dari berbagai sektor. Kami berharap partisipasi aktif seluruh pemangku kepentingan dapat mewujudkan rantai nilai dan ekosistem bisnis padi yang berkelanjutan serta inklusif di Kawasan Transmigrasi Salor,” ujar Doni.

Kolaborasi Lintas Sektor dan Inklusivitas

Koordinator Lapangan Tim 5 TEP IPB University, Doki Efendi, M.Si., menegaskan pentingnya pembagian peran yang seimbang. Menurutnya, pengembangan sektor pertanian tidak bisa dibebankan kepada satu pihak saja.

“Pemerintah berperan dalam regulasi dan fasilitasi, akademisi mendukung kajian serta kapasitas SDM, sedangkan petani, pengelola Rice Milling Unit (RMU), dan pelaku usaha menjadi penggerak ekonomi di lapangan. Semua harus saling melengkapi,” jelas Doki.

Keberhasilan program ini juga diukur dari sejauh mana dampaknya dapat dirasakan oleh masyarakat lokal. Anggota Tim 5 TEP IPB University, Putri, menekankan pentingnya keterlibatan Orang Asli Papua (OAP).

“Pengembangan bisnis padi tidak hanya soal peningkatan produksi atau penjualan, tetapi juga seberapa jauh petani dan masyarakat lokal, khususnya OAP, mendapatkan akses, kesempatan, dan manfaat yang adil,” kata Putri.

Dukungan Data, Infrastruktur, dan Akses Pasar

Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai masukan konkret dari para peserta, diantaranya BPS Kabupaten Merauke yang menyatakan kesiapan mendukung penyediaan data dasar untuk analisis dan perencanaan program.

Kemudian, Universitas Musamus: Soroti pentingnya perhitungan biaya produksi yang akurat, regenerasi petani muda, serta perhatian terhadap aspek sosial-ekologis. Sektor Pertanian & Sertifikasi: Menyoroti kebutuhan benih unggul tersertifikasi, sekaligus perlunya percepatan koordinasi administrasi sertifikasi di tingkat provinsi.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan: Melihat peluang besar beras lokal Merauke untuk memasok wilayah Papua lain, dengan catatan kontrol kualitas harus terjaga secara konsisten. Dinas Transmigrasi: Mendorong perbaikan infrastruktur jalan usaha tani guna mempermudah akses transportasi dari lahan produksi menuju pengolahan dan pasar.

Integrasi Hulu-Hilir dan Kepemimpinan Kampung Anggota tim lainnya, Hafiz Septio Rhynanda, S.Tr.P., menyimpulkan pentingnya keterhubungan antara rantai produksi dan kebutuhan pasar agar efisiensi dan daya saing beras lokal meningkat.

“Jika tiap subsistem berjalan sendiri-sendiri, daya saing beras lokal sulit naik. Perlu ada integrasi yang kuat mulai dari perencanaan produksi, pengelolaan pascapanen, hingga kepastian penyerapan hasil,” jelas Hafiz.

Melalui pendekatan OVOC, Tim 5 TEP IPB University berharap pengelolaan usaha tani di Merauke tidak hanya berfokus pada volume produksi, tetapi juga pembagian peran yang adil, keberlanjutan usaha, dan penguatan kepemimpinan ekonomi di tingkat kampung. (adi)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *