Bekasi, Pelitabaru.com
Kekawatiran warga terhadap kebakaran tumpukan sampah yang berlokasi diatas crossing tol Jakarta- Cikampek Km 19 B benar-benar terjadi. Pasalnya, jauh-jauh hari sebelum kebakaran Ketua Forum Peduli Cijambe (FPC) Bekasi, telah berulang kali menyampaikan bahaya kebakaran di lokasi sampah tersebut.
Namun, upaya menyampaikan bahaya kebakaran itu sia-sia, karena pejabat yang berwenang terkesan mengabaikan masalah tersebut. Hingga terjadi kebakaran pada Sabtu (12/9/26)
Ketua Forum Peduli Cijambe (FPC) Bekasi, Moch Shadiq Helmi kepada Pelitabaru.com mengatakan, kebakaran tumpukan sampah itu jauh-jauh hari sudah kami prediksi dan sudah saya laporkan juga, karena tumpukan sampah mengandung gas Metana yang mudah terbakar dan disitu ada pembiaran hingga terjadi kebakaran.
Ketika Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi datang ke lokasi crossing tol Jakarta- Cikampek Km 19 B beliau bilang, masalah sampah ini tidak bisa dibawa rapat, tetapi harus diselesaikan. Namun, buktinya apa ? Karena adanya pembiaran, akhirnya terjadi kebakaran di tumpukan sampah tersebut.
Menurut Shadiq, masalah sampah itu sebenarnya sudah sangat jelas dan sudah sangat lengkap datanya, bahkan sudah terang genderang kenapa lambat penanganannya. Tolong itu diselesaikan tanpa menunggu kamera, tanpa menunggu isu-isu yang meningkatkan polularitasnya naik.
Sebagai pejabat daerah jangan bekerja hanya di depan kamera. Pejabat itu melayani, dan menuntaskan permasalahan, kalau bisa diselesaikan.
“Kita ini bayar pajak, jadi tolong diperhatikan laporan kami,” tegas Shadiq.
Perlu kami sampaikan, Forum ini sudah bergerak dan pergerakan kami itu menggunakan uang kami sendiri, dan kita ini swadaya masyarakat, kalau kami diberikan anggaran pasti kita bisa selesaikan.
Menurut Shadiq, informasi penanganan sampah di atas crossing tol di KM 19 B tersebut informasinya sudah di acc Dinas Bina Marga, Sekda DLH Jabar, tetapi masalahnya tidak selesai juga. Padahal, kita memberi laporan kepada pemerintah yang punya kewenangan, punya anggaran dan memiliki sarana, prasarana yang sangat memadai.
Sebagai Ketua FPC Bekasi, saya berharap tumpukan sampah tersebut secepatnya dibersihkan. Kita sudah sering suarakan, sering kita gelorakan dan kita bahanakan dari tahun 2021. Sampah yang ditumpuk-tumpuk dicrossing berbahaya.
“Kali Cijambe ada masalah yang harus ditangani pemerintah, karena Kali Cijambe ini dari atas ada masalah dan dibawahnya, juga ada masalah pula. Masalah dibawah seperti sekarang ini, menumpuknya sampah yang terbawa aliran Kali Cijambe,” jelas Shadiq.
Mengingat permasalahannya sudah sering kita sampaikan, mbok ya pemerintah itu buka mata, buka telinganya. Dengarkan dan laksanakan masukan warga ini.
“Untuk itu saya mengingatkan dengan tegas dan keras sampah yang ada di crossing tol segera di bersihkan, kalau tidak segera dibersihkan keberadaan sampah tersebut merupakan prasasti kebobrokan pemerintah, dalam mengelola DAS Cijambe dan prasasti itu sekarang sudah kebakar,” tegas Shadiq.(ans)












