Merauke, pelitabaru.com — Tim 5 Ekspedisi Patriot IPB University yang dipimpin oleh Dr. Doni Sahat Tua Manalu memperkuat koordinasi dengan para pemangku kepentingan untuk mendukung pengembangan agribisnis padi di Kabupaten Merauke, Papua Selatan.
Tim melakukan serangkaian pertemuan dengan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Merauke serta Perum Bulog Kantor Cabang Merauke pada Senin (10/8/2026).
Pertemuan pertama berlangsung pukul 09.30 WIT bersama Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Merauke, Josefa Louise Rumaseuw, beserta jajaran kepala bidang.
Josefa menyatakan kesiapan jajarannya untuk bersinergi dengan IPB University guna menyukseskan Program Ekspedisi Patriot 2026. Menurutnya, kolaborasi ini sangat strategis dalam memperkuat sektor pertanian, khususnya komoditas padi sebagai penopang ketahanan pangan daerah.
“Kami menyambut baik dan bangga atas kolaborasi ini untuk memperkuat pengembangan sektor pertanian di Merauke,” ujar Josefa.
Sementara itu, Koordinator Lapangan Tim 5 Ekspedisi Patriot IPB University, Doki Efendi, menjelaskan bahwa fokus utama timnya adalah penguatan kelembagaan agribisnis padi dari hulu hingga hilir.
“Kajian diarahkan untuk memahami rantai nilai dan transmisi harga pada subsistem agribisnis padi agar tercipta ekosistem bisnis yang efisien dan berkelanjutan,” kata Doki.
Anggota Tim 5, Wilda Rosidah dan Lailah Azizah Syukur, menambahkan bahwa pemetaan kelembagaan penting dilakukan untuk mengidentifikasi potensi kebocoran nilai (value leakage) atau ketidakefisienan distribusi.
Jika ditemukan ketimpangan, tim akan mendorong intervensi melalui pendampingan, pelatihan, dan pembukaan akses kemitraan guna meningkatkan pendapatan para pelaku usaha tani
.
Sinergi Bersama Bulog
Usai berkoordinasi dengan dinas, Tim 5 melanjutkan diskusi dengan Pimpinan Cabang Perum Bulog Kantor Cabang Merauke, Fajar, pada pukul 13.00 WIT. Pertemuan ini bertujuan memahami tata kelola pangan serta penjagaan stabilitas harga dan ketersediaan beras di Merauke.
Fajar mengungkapkan, kebutuhan beras masyarakat Kabupaten Merauke mencapai sekitar 27.000 ton per tahun. Sebagai salah satu wilayah penyangga ketahanan pangan, keberlanjutan produksi padi di Merauke menjadi kunci utama.
“Pencapaian target ketersediaan pangan tidak bisa hanya mengandalkan petani, tetapi butuh dukungan seluruh pemangku kepentingan, faktor cuaca, serta penguatan kelembagaan di setiap subsistem agribisnis,” jelas Fajar.
Ia berharap kehadiran Tim Ekspedisi Patriot IPB University dapat memfasilitasi terciptanya hubungan dan koordinasi yang efisien antar-aktor bisnis, mulai dari petani, penyedia sarana produksi, penggilingan, hingga pedagang.
Seluruh masukan dari dinas terkait dan Bulog akan menjadi dasar bagi Tim 5 IPB University dalam merumuskan strategi penguatan kelembagaan yang tepat sasaran, sehingga peningkatan nilai tambah agribisnis padi dapat dirasakan secara merata di Papua Selatan. (Adi/*)












