Pemkot Bogor Karyakan Eks Sopir Angkot Jadi ‘Tukang Cat’

oleh
Jenal Mutaqin
banner 468x60

Kota Bogor, Pelita Baru

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor tak lepas tangan usai melakukan penertiban terhadap ratusan angkutan kota (angkot) tak layak jalan. Para sopir yang kendaraannya dilarang beroperasi akan dikaryakan mengecat trotoar jalan.

banner 336x280

Hal itu dikatakan Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin seperti dilansir dari TribunnewsBogor.com, Senin (3/8/2026). “Saya akan gerakan seluruhnya untuk ngecat trotoar, kita akan cari catnya melalui CSR,” kata .

Untuk lokasinya, Jenal menyebut, mulai dari kawasan SSA, sampai ke Jalan Pajajaran. “Pokoknya seputaran Istana Bogor, Jalan Pajajaran yang itu sudah 2 tahun saya minta ke dinas belum di cat juga. Jadi saya maksimalkan peran padat karya, cat nya kita cari kalau emang tidak ada anggarannya,” ucapnnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Bogor, Abdul Rosyid berharap langkah penataan angkutan umum dapat berjalan secara bertahap dan berkelanjutan sehingga mampu menciptakan sistem transportasi perkotaan yang lebih tertib, efisien, aman, serta mendukung pembangunan Kota Bogor yang modern dan berwawasan lingkungan.

Menurutnya, sebagai kota yang selama ini dikenal sebagai “Kota Sejuta Angkot” , sudah saatnya dilakukan pembenahan sistem transportasi secara menyeluruh agar lebih tertata, aman, dan nyaman bagi masyarakat.

“Angkot yang sudah tidak layak jalan (usia di atasa 20 tahun). berdasarkan data dari dishub ada 1.780 angkot, sedangkan yang di bawah 20 tahun ada 830 angkot. Pemkot harus bertindak secara tegas sesuai ketentuan yang berlaku. Penertiban ini penting bukan hanya untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan, tetapi juga sebagai upaya mengurangi kemacetan yang selama ini menjadi persoalan utama di Kota Bogor,” ujar Abdul Rosyid.

Ia menjelaskan bahwa penataan angkutan umum juga menjadi bagian penting dalam mendukung program optimalisasi layanan Biskita sebagai transportasi massal modern yang diharapkan menjadi tulang punggung mobilitas masyarakat di masa depan.

“Transportasi publik yang nyaman, aman, dan ramah lingkungan harus menjadi pilihan utama masyarakat. Hal ini sejalan dengan visi Kota Bogor sebagai kota yang sains, kreatif, maju, dan berkelanjutan,” tambahnya. (hrs/*)

 

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *