Jakarta, Pelita Baru
Menjelang periode mudik Lebaran 2026, pemerintah pusat dan daerah mulai bergerak serentak mempercepat kesiapan infrastruktur transportasi. Fokus utama terletak pada penciptaan kondisi jalan yang mantap, aman, dan nyaman guna mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat di berbagai titik strategis Indonesia.
Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi menegaskan pentingnya sinergi antara Kementerian Perhubungan, Pemerintah Provinsi, TNI, Polri, serta seluruh pemangku kepentingan, termasuk masyarakat.
Dukungan yang diperlukan meliputi penyiapan posko terpadu, tempat istirahat, antisipasi kepadatan, penyediaan informasi perjalanan, pemantauan daerah rawan bencana, hingga pengaturan dan rekayasa lalu lintas secara kondisional.
Selain itu, monitoring angkutan Lebaran dilakukan melalui ramp check untuk memastikan kesiapan armada dan simpul transportasi, serta pemeriksaan kesehatan dan kelayakan pengemudi.
Pemerintah juga mendorong konsolidasi program mudik gratis melalui integrasi data, jadwal, dan rute agar layanan tepat sasaran dan tingkat keterisian optimal, termasuk penyediaan angkutan pengumpan (feeder) menuju titik keberangkatan.
Untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas, masjid dan Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) dioptimalkan sebagai rest area dengan fasilitas parkir gratis dan aman, toilet dan sanitasi memadai, air bersih, penerangan, pos kesehatan ringan, serta rambu dan pengaturan lalu lintas terpadu.
Di titik rawan kemacetan dan keramaian, disiapkan petugas keamanan, jalur alternatif, serta pengawasan perlintasan sebidang antara jalan dan rel kereta. Pemerintah daerah juga diharapkan menyiapkan pos mitigasi pada jalur rawan banjir dan longsor, termasuk implementasi Operasi Modifikasi Cuaca di wilayah berisiko hidrometeorologi.
Perhatian khusus turut diberikan pada pasar tumpah dan destinasi wisata, mengingat potensi peningkatan aktivitas belanja menjelang Idul Fitri serta lonjakan kunjungan wisata pada H+1 dan H+2 Lebaran. Pengaturan parkir dan rekayasa arus lalu lintas menjadi langkah penting agar tidak menimbulkan kepadatan.
Sementara itu, kesiapan di sektor kepelabuhanan juga diperkuat. Direktur Manajemen Risiko PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau PT Pelabuhan Indonesia (Persero) (Pelindo), Boy Robyanto, melakukan peninjauan langsung ke terminal penumpang Pelabuhan Banjarmasin untuk memastikan kesiapan fasilitas menjelang arus mudik 2026. Peninjauan meliputi area keberangkatan dan kedatangan, ruang tunggu, fasilitas keamanan dan keselamatan, sarana pendukung, hingga kesiapan personel.
Menurut Boy, momentum Lebaran merupakan periode dengan aktivitas penumpang yang tinggi sehingga seluruh proses pelayanan harus dipastikan berjalan optimal guna meminimalkan risiko operasional.
Ia menekankan bahwa kelancaran arus mudik di pelabuhan tidak terlepas dari sinergi internal Pelindo dan kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan di lingkungan pelabuhan.
Executive Director 3 Pelindo, Daru Wicaksana Julianto, menambahkan bahwa wilayah Regional 3 memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat di kawasan Kalimantan, khususnya melalui layanan terminal penumpang. Sebagai BUMN kepelabuhanan, Pelindo berkomitmen menghadirkan layanan yang andal, aman, dan berorientasi pada kepuasan pengguna jasa.
Secara keseluruhan, rangkaian langkah ini mencerminkan pendekatan kolaboratif lintas sektor dan wilayah dalam menyambut Angkutan Lebaran 2026. Mulai dari penguatan koordinasi pusat-daerah, perbaikan infrastruktur jalan, optimalisasi rest area, hingga peningkatan layanan pelabuhan, seluruh upaya diarahkan pada satu tujuan utama: memastikan masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan perjalanan yang aman, nyaman, dan lancar menuju kampung halaman. (dho/*)












